Larang Truk Besar Mangkal

Larang Truk Besar Mangkal

  Sabtu, 6 Agustus 2016 09:47
Ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak akan mengeluarkan aturan pelarangan pangkalan kendaraan bertonase besar di dalam kota. Aturan ini rencananya akan mulai diterapkan per 1 Januari 2017.Wali Kota Pontianak Sutarmidji menerangkan, kendaraan besar seperti truk kontainer dan truk fuso nantinya harus memiliki pangkalan di luar kota. Sementara untuk di dalam kota hanya melintas sesuai aturan waktu operasional.

"Mulai tahun depan tidak boleh ada pangkalan truk tronton dan truk fuso di dalam kota. Semuanya harus di luar kota. Terserah mau di mana. Aktivitas kalau angkutan boleh, dengan diatur jam-jam tertentu,” ungkapnya, belum lama ini.

Sutarmidji mengaku kesal lantaran banyak kendaraan bertonase besar yang parkir di dalam kota. Ditambah, sebagian besar kendaraan itu tidak mematuhi aturan yang sudah dibuat. Jam operasi mereka hanya boleh pada malam hari kerap kali dilanggar.

Dia mengatakan, seringkali truk tronton yang membawa alat berat, keluar sebelum pukul 21.00. Padahal, lanjut dia, dalam aturannya mereka hanya boleh beroperasi di atas jam tersebut. Pelanggaran jam operasi dinilai dapat membahayakan pengendara lain atau masyarakat umum. 

“Jika tidak sesuai jam bahaya, kasian pengendara lain. Nah kalau malam pukul 21.00 ke atas jalan mulai sepi. Kadang pihak asosiasinya susah juga diberitahukan, seolah hanya pandai urus organisasi saja, urus anggotanya tidak bisa," keluhnya.

Sutarmidji mengingatkan, tahun penegakan hukum di Pontianak bukan sekadar omong kosong. Untuk itu dengan tegas pihaknya terus melakukan penertiban hingga sanksi tilang. "Kendaraan besar yang parkir sembarangan, bannya akan dikempeskan, tak peduli pemiliknya mau marah atau apa," ancamnya. 

Sebab semua sudah ada aturannya masing-masing. "Jalan kota ini tidak ada yang kelas satu, jadi tronton 40 feet itu tidak layak keluar dari pelabuhan, truk dengan ukuran enam meter ke atas pun demikian. Karena memang kekuatan daya dukung jalan tidak mungkin,” jelasnya. 

Belum lagi masih banyak ditemukan, truk-truk fuso atau kendaraan besar lainnya sering melakukan aktivitas bongkar muat di sembarang tempat. Dia mencontohkan, masih banyak yang bongkar muat tak peduli lokasi, seperti di kawasan Jalan Padat Karya dekat Hotel Kapuas Palace, daerah Pal V, dan Jalan Nirbaya. 

“Yang seperti itu, saya minta dikandangkan saja sampai dua-tiga bulan. Sama dengan yang punya tronton dan kontainer. Berapa banyak sudah jatuh korban. Jangan cuma pandai protes kalau dilarang. Coba saja lihat data berapa korban yang jatuh akibat kendaraan mereka. Mau nambah berapa banyak korban lagi?" tandasnya.(bar)

Berita Terkait