Larang Order Atribut Komunis

Larang Order Atribut Komunis

  Senin, 16 May 2016 10:12
SOSIALISASI: AKP Aris Sutrisno (Putih) melakukan sosialisasi anti komunis dan kampanye Ideologi Pancasila dan NKRI harga mati di Kantor Kesbangpol Kabupaten Bengkayang. AIRIN FITRIANSYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

BENGKAYANG--Jajajaran kepolisian daerah mengingatkan kepada jasa pelayanan percetakan dan sablon agar tidak menerima pesanan atribut yang berbau komunis di wilayah keamanan Kabupaten Bengkayang.

Hal ini disampaikan Kapolres Bengkayang AKBP Bambang Irawan melalui Kasat Intel AKP Aris Sutrisno belum lama ini dalam kegiatan sosialisasi anti komunis bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkayang. 

"Sampai saat ini belum ada laporan munculnya gerakan komunis. Atribut komunis pun tidak ada ditemukan. Masyarakat di sini aman dan terkendali," ucap dia, Minggu (16/5) kepada media ini. 

Bambang mengatakan pengawasan munculnya gerakan komunis memang harus melibatkan masyarakat. Sebab mereka yang bisa menjumpai langsung dan juga jadi sasaran pengembangan gerakan.

Ia menuturkan masyarakat juga harus bisa menjadi filter untuk menekan berkembangnya gerakan seperti faham komunisme. Maka harapannya segera laporkan jika ada pihak yang menyebarkan paham komunis tersebut kepada aparat kepolisian daerah.

"Jangan biarkan komunis atau gerakan radikal lainnya merusak nilai agama, nilai sosial, dan merusak negara ini. Ideologi Pancasila dan NKRI harga mati untuk bangsa Indonesia,"ungkapnya.

Aris menyatakan sesuai perintah Kapolri dan Kapolda Kalbar pihaknya juga memeriksa beberapa toko yang menjual antribut kaos, spanduk, pin dan stiker di pasar tradisional. Hasilnya tidak ditemukan antribut komunis di toko pakaian dan toko pernak pernik lainnya.

Dia mengharapkan kepada toko pakaian tidak memesan maupun menjual atribut bersimbolkan komunis di wilayah keamanan Kabupaten Bengkayang. Ini disampaikan oleh pihaknya guna mencegah aliran radikal yang akan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Saat ini desas-desus aliran komunis sudah marak diperbincangkan. Begitu juga antribut simbol komunis juga banyak ditampilkan melalui jaringan media sosial facebook dan jaringan sosial internet. Kita minta masyarakat harus lebih berhati hati dengan aliran komunis karena akan memecah belah persatuan," tukasnya dalam kampanye Pancasila dan NKRI. (irn)

Berita Terkait