Lapak PKL Ditertibkan

Lapak PKL Ditertibkan

  Kamis, 19 November 2015 10:11
DITERTIBKAN: Sejumlah PKL tampak pasrah melihat lapak miliknya dibongkar atau ditertibkan petugas Satpol PP Kubu Raya. Ashri Isnaini/pontianak post

Berita Terkait

KUBU RAYA – Puluhan kios liar yang berdiri di sepanjang Jalan Arteri Supadio, Rabu pagi (18/11) ditertibkan Satpol PP Kubu Raya. Meski  dilakukan pembongkaran secara paksa namun tidak ada perlawanan berarti dari pihak Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kios  yang kami tertibkan ini adalah kios atau lapak yang dibangun di atas fasilitas umum. Tidak semuanya kami tertibkan, hanya satu jalur Jalan Ayani II saja atau Arteri Supadio. Alhamdulillah tidak ada tindakan anarkis yang dilakukan PKL, malahan ada beberapa PKL yang kooperatif dan membongkar sendiri bangunannya. Sikap tersebut sangat membantu kami di lapangan,” kata Kasatpol PP Kubu Raya, Fitria Fadly kepada wartawan Rabu (18/11).

Setelah melakukan penertiban bangunan PKL liar dibeberapa titik jalan Arteri Supadio, dalam waktu dekat dia mengatakan Satpol PP Kubu Raya juga akan kembali melakukan penertiban serupa dibeberapa lokasi lainnya, terutama kawasan yang dinilai banyak ditemukan lapak liar yang berdiri di atas fasilitas umum dan menyalahi aturan yang ada.

Beberapa titik lain yang menjadi target penertiban selanjutnya seperti di sekitar Jalan Sungai Ambawang, Alianyang dan Adisucipto.“Untuk sekitar kawasan Sungai Raya Dalam dan sekitar Mapolda saat ini kami tinggal menunggu waktu saja. Saat SK pembongkaran sudah keluar maka akan langsung kami tertibkan,” ucapnya.Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penertiban untuk menegakan peraturan daerah dan mendukung Kubu Raya dalam mewujudkan tertib dan indah, terutama pembongkaran dilakukan bagi para pedagang yang membandel. “Adanya bangunan liar yang berdiri di atas fasilitas umum ini harus segera ditertibkan, karena kalau dibiarkan secara perlahan daerah kita akan bertambah kumuh,” ungkapnya.

Dalam penertiban tersebut Sat Pol PP Kubu Raya juga melibatkan pihak kepolisian, TNI dan Dinas terkait. “Untuk personil Satpol PP Kubu Raya yang diturunkan ada sekitar 80 orang,” terangmya. “Kami akan terus berkoordinasi dengan yang lain, terutama dinas terkait, baik Cipta Karya maupun Dinas yang lain, agar tidak ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.”

Sementara salah satu PKL, Muhammad yang dibongkar lapaknya menilai, penertiban yang dilakukan Satpol PP Kubu Raya cenderung tidak adil, karena masih menyisakan sebagian lapak lain tidak turut ditertibkan. “Kalau memang mau menertibkan, harusnya semua bangunan sepanjang jalan Arteri Supadio yang memang maasuk dalam fasilitas umum itu dibongkar. Jangan hanya lapak kami saja yang ditertibkan,” ungkap Muhammad dengan nada kesal. (ash)

Berita Terkait