Lani Batal jadi TKI

Lani Batal jadi TKI

  Rabu, 9 December 2015 09:07
IMIGRAN ILEGAL : Polisi berhasil menggagalkan penyelundupan 48 pekerja imigran ilegal yang berasal dari Provinsi NTT dan NTB. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Operasi lintas batas kapuas 2015, kembali membuahkan hasil. Polisi berhasil menggagalkan penyelundupan 48 pekerja migran ilegal ke Malaysia, Selasa (8/12).Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post, sebanyak 48 calon pekerja migran ilegal tersebut berasal dari NTT dan NTB. Puluhan pekerja migran tersebut diamankan di sebuah rumah milik W di Jalan Rajawali, Pontianak.

Selain mengamankan pekerja migran, polisi saat ini tengah memburu seseorang berinisal WJ diduga sebagai penyalur. Informasi yang didapat, polisi mendapat laporan jika di rumah tersangka ada puluhan orang yang tinggal di rumah tersebut diduga menampung pekerja migran tanpa izin. Seorang calon pekerja migran ilegal, Cong Lani mengaku memang hendak bekerja ke Malaysia. "Saya dari Kupang, NTT. Rencananya akan kerja ke Malaysia di perusahaan sawit," kata Lani.

Lani mengaku pekerjaan itu didapatnya dari istrinya yang sudah terlebih dahulu bekerja di Malaysia. "Istri saya yang mengarahkan untuk datang ke Pontianak bertemu dengan pak J. Semuanya nanti diurus sama dia," ucapnya. Dia menuturkan, jika sudah berada di Malaysia nanti, informasi dari istri akan digaji 2,8 ringgit per satu ton panen buah sawit. "Saya memang tidak mengurus syarat-syarat untuk bekerja ke luar negeri. Karena kata istri saya nanti pak J yang mengurus mulai dari paspor," sambungnya.

Lani mengatakan dari Kupang, ia berangkat bersama temannya. Sesampainya di Pontianak langsung menuju rumah penampung. Setibanya di rumah tersebut, sudah ada puluhan orang yang tinggal di rumah tersebut.Kapolresta Pontianak Kombes Tubagus Ade Hidayat membenarkan, jika jajaranya telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pekerja migran asal ke NTT dan NTT ke Malaysia.

“Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat, oleh anggota langsung dilakukan penyelidikan dan memang menemukan adanya puluhan orang yang diduga akan berangkat ke luar negeri,” kata Tubagus. Dari penggerebekan yang dilakukan, lanjut dia, seluruh pekerja migran tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen resmi. “Terhadap kasus ini masih kami dalami, dan jajaran masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penampung dan penyalur,” tuturnya. (adg)

 

Berita Terkait