Langit Menghitam di Kamp Eks Gafatar , Warga Dievakuasi Keluar Mempawah

Langit Menghitam di Kamp Eks Gafatar , Warga Dievakuasi Keluar Mempawah

  Rabu, 20 January 2016 09:31
Membara: Api menghanguskan kamp eks Gafatar di Desa Moton, Mempawah, Selasa (19/1). Para penghuni kamp berhasil dievakuasi ke Pontianak.

Berita Terkait

MEMPAWAH - Amuk massa yang menginginkan eks Gafatar untuk angkat kaki dari Mempawah tak tertahankan. Meskipun bupati dan jajaran forkompinda turun langsung ke kerumunan masyarakat, namun tak mampu meredam emosi warga. Selasa (19/1) sore sekitar pukul 15.00, massa yang jumlahnya ribuan mulai tampak memenuhi lokasi kamp eks Gafatar. Kendaraan tampak penuh di puncak Bukit Moton Asam.

Massa bergerak dengan berjalan kaki menuju kamp tersebut. Bupati dan forkompinda yang sebelumnya melakukan rapat tertutup langsung menuju ke Desa Moton, Mempawah. Sesampainya di sana, rombongan disambut teriakan warga yang menginginkan agar warga eks Gafatar segera meninggalkan Bumi Galaherang.Situasi bertambah tegang. Bupati memutuskan melakukan dialog dengan massa. Dalam dialog tersebut, bupati menjelaskan jika eks Gafatar tersebut akan dibawa pada keesokan harinya, Rabu (20/1).

"Diharapkan warga bersabar. Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah provinsi, mereka (eks Gafatar) akan diangkut besok menggunakan kendaraan yang kita sediakan," tutur Bupati.Jawaban tersebut tidak membuat puas massa. Bahkan mereka berteriak agar segera membumihanguskan kamp eks Gafatar. Tak lama berselang usai penyampaian bupati, massa lalu melempari kamp menggunakan kayu dan batu.

Setelah itu, mereka meringsek dari sisi barat kamp. Mereka menghancurkan tempat pemandian dan kebun eks Gafatar. Sempat ditahan aparat kepolisian dari Brimob dan TNI, namun arus massa terus memasuki lokasi. Kalah jumlah massa, aparat keamanan pun tak bisa menahan. Mereka dengan leluasa merusak kamp dan fasilitas yang ada.Tak lama kemudian, muncul kobaran api dari kamp paling tepi sisi barat. Massa sudah menyulut api membakar bagian dalam kamp. Tak ayal api pun membesar dan melahap seluruh isi bangunan. Selain material bangunan yang terbuat dari kayu, angin kencang pun mendukung cepatnya api merambat.

Tak puas sampai di situ, massa langsung merusak dan membakar kamp-kamp serta fasilitas lainnya. Sehingga dalam tempo satu jam, seluruh bangunan habis,  hanya menyisakan empat bangunan yaitu aula, ruang makan, musala, serta satu kamp tempat tinggal. Ketika massa berupaya membakar bangunan yang berada di dekat musala, aparat keamanan semakin memperketat pengamanan. Ternyata anggota eks Gafatar ditempatkan seluruhnya di bangunan yang terletak di bagian belakang tersebut.

Tak berselang lama, datang bus dan truk untuk mengangkut ratusan anggota eks Gafatar yang tersisa. Teriakan massa pun mengiringi langkah mereka menuju kendaraan.Meskipun harus berdesakan, terlihat anak-anak, wanita dan orang tua dengan raut wajah ketakutan naik ke kendaraan yang disediakan Pemkab Mempawah.Aparat keamanan pun kembali melakukan penjagaan ketat. Sebab masih banyak kerumunan massa di lokasi kejadian. Tak berapa lama setelah rombongan eks Gafatar dievakuasi.

Kapolda Kalbar, Brigjen Arif Sulityanto datang ke lokasi. Dia langsung mengimbau massa untuk membubarkan diri. Selain itu, Kapolda juga memerintahkan bawahannya untuk melaksanakan pengamanan secara maksimal.“Pengamanan dilakukan secara ketat di lokasi. Amankan barang berharga yang tertinggal dan segera dipasang police line untuk pengamanan lokasi,”imbau Kapolda.

Tak hanya di Desa Moton, amuk massa juga terjadi di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir, di mana terdapat ratusan warga eks Gafatar di sana. Usai melakukan aksinya di desa Moton, sebagian massa juga bergerak ke Desa Pasir.Tak jauh berbeda dengan Desa Moton, kamp eks Gafatar di Desa Pasir juga mengalami nasib yang sama. Bahkan butuh ekstra kerja keras dari aparat untuk membawa anggota eks Gafatar keluar untuk dievakuasi. Karena lokasi cukup jauh dari jalan Raya, sehingga memerlukan waktu dan penjagaan yang ekstra. Seluruh anggota eks Gafatar pun langsung dibawa menuju kota Mempawah menggunakan delapan kendaraan. Sesampainya di depan Mapolres sekitar pukul 18.30, kendaraan diberhentikan terlebih dahulu untuk dilakukan pendataan.

“Lokasi kamp eks Gafatar sekitar satu kilometer dari Jalan Raya Desa Pasir, letaknya persis di tepian Sungai Mempawah. Makanya kami agak kesulitan mengevakuasi warga eks Gafatar ini.Namun berkat kerjakeras kami dan aparat keamanan, mereka semua dengan selamat dapat dikeluarkan dari lokasi,” ungkap Wakil Bupati Mempawah,Gusti Ramlana, usai pelaksanaan evakuasi di Mapolres Mempawah, Selasa (19/1) malam.

Menurut Ramlana, kondisi di kamp eks Gafatar di Desa Pasir sama persis dengan apa yang terjadi di Desa Moton, di mana seluruh bangunan dibakar massa. Namun sebelumnya upaya persuasif sudah dilakukan pihaknya untuk menenangkan massa. Namun massa yang jumlahnya ribuan dan dalam kondisi yang emosional, maka pihaknya hanya memfokuskan penyelamatan warga eks Gafatar.

“Yang penting tidak ada korban jiwa. Hanya tempat tinggal mereka yang dirusak dan dihancurkan warga. Saat ini mereka dievakuasi ke Pontianak,” kata Ramlana, kemarin.Sebanyak 645 warga yang terdiri dari anak-anak, pria dan wanita itu diangkut menggunakan belasan kendaraan menuju Markas Pembekalan dan Angkutan Kodam XII Tanjungpura dengan kawalan ketat kepolisian.Mereka tiba sekitar pukul 20.00 dan langsung didata. “Agar semua warga bisa mendapatkan fasilitas yang ada,” kata Wakil Gubernur Chistiandy Sanjaya saat ditemui di lokasi penampungan sementara. (wah)

Berita Terkait