Landasan Pacu Bandara Paloh Dirampungkan

Landasan Pacu Bandara Paloh Dirampungkan

  Jumat, 5 Agustus 2016 09:30
DISAMBUT: Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Sambas menyambut kedatangan Danlanud Supadio berikutnya rombongan meninjau proyek bandara di Paloh. Akhir tahun akan rampung. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS - Landasan pacu Bandar Udara (Bandara) Paloh sepanjang 800 meter x 23 Meter direncanakan selesai tahun ini. Pemerintah Kabupaten Sambas pun telah menyerahkan lahan seluas lima Hektare sebagai upaya mendukung percepatan realisasi sarana transportasi untuk mendukung pembangunan di daerah perbatasan ini.

 
Hal ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima hibah aset tanah milik Pemkab Sambas kepada Kementerian Pertahanan RI Cq TNI Angkatan Udara, di Aula Kantor Bupati Sambas Kamis (4/8).

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhili Lc mengatakan sebuah kebanggaan, tahun ini Kementerian Pertahanan RI mengucurkan anggaran dalam rangka penyelesaian Landas pacu Bandara Paloh.

“Sebuah kebanggaan, bandara perintis di Kecamatan Paloh akan terwujud. Karena dua minggu ke depan pembangunan landasan pacu akan segera dimulai,” kata Bupati Sambas, Kamis (4/8).

Adanya Bandara di Paloh, ke depannya bisa dibanggakan terutama warga perbatasan kepada negara tetangga. “Kami ingin bangga dan membanggakan dihadapan Malaysia dan Brunei. Dan inilah pentingnya perhatian dari pemerintah pusat serta dukungan dari TNI, salah satunya dengan percepatan pembangunan Bandara Paloh,” katanya.

Ke depannya, Bupati berharap semakin banyak lagi yang akan dilakukan untuk Kabupaten Sambas. Karena Sambas adalah salah satu wilayah terdepan, serambi, etalase dengan negara tetangga.

“Masyarakat Sambas harus bersyukur karena disaat keterbatasan anggaran daerah Kementerian Pertahanan merespons permalahan ini dengan mengalokasikan anggaran pembangunan di Kabupaten Sambas,” katanya.

Pemkab Sambas, dalam mendukung terealisasinya bandara Paloh, sudah menyerahkan aset berupa lahan dalam rangka pengembangannya.

“Lahan bandara yang telah menjadi aset pemkab Sambas seluas 5,9 Ha yang saat ini dalam proses pengurusan sertifikat. Akan dibuat berita acara hibah untuk tahap pertama,” katanya.

Pada tahun anggaran 2016, sebut Bupati, akan dibebaskan seluas lima hektare untuk pengembangan bandara tersebut, yang juga akan dibuatkan Berita Acara penyerahan hibah tahap ke dua, karena secara teknis tidak ada persoalan dengan warga masyarakat pemilik lahan dan sampai saat ini prosesnya masih di BPN.

Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Tatang Harlyansyah, S.E mengatakan melalui anggaran yang dikucurkan Kementerian tahun ini, akan menyelesaikan landasan pacu (800 meter x 23 Meter) serta Apron (tempat parkir pesawat). Sehingga tahun ini, Bandara Paloh bisa digunakan, baik untuk kepentingan militer maupun komersil.

 “Selain digunakan untuk kegiatan militer, dalam rangka pertahanan dan keamanan terutama di daerah perbatasan dari segala ancaman yang bisa saja masuk ke Indonesia. Bandara Paloh nanti bisa digunakan komersil yang diharapkan bisa mendorong percepatan perekonomian didaerah perbatasan,” katanya.

Setelah kegiatan ramah tamah dan penandatanganan berita acara hibah. Danlanud bersama Bupati Sambas, kemudian dari Kementerian Pertahanan beserta rombongan meninjau lokasi Bandara Paloh.

Bandara Paloh terletak di Desa Nibung Kecamatan Paloh atau sekitar 49 Kilometer dari Kota Sambas sebenarnya dimulai dibangun pada tahun anggaran 1976/1977 sampai dengan 1981/1982 dengan total anggaran sebesar Rp184 juta.

Berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor 11 Tahun 2010 dan PM Nomor 69 Tahun 2014 tentang kebandaraudaraan Nasional disebutkan bahwa Bandara Paloh termasuk bandara pengumpan yang berperan sebagai alih moda transportasi, pengembangan industri pariwisata, memperkuat wawasan nusantara, dan mengembangkan daerah perbatasan.

Klasifikasi bandara adanya eksiting 1B dengan landas pacu 800 meter x 23 Meter, pesawat kapasitas 12 seat, pengembangan sampai dengan 2010 adalah 2C dengan landas pacu 1200 meter x 30 meter, pesawat kapasitas 25 seat.

Sejak dibangun pada 1976 hingga selesainya pembangunan tahap ke VI pada 1982. Bandara Paloh belum pernah diresmikan oleh pejabat Kementerian Perhubungan dan belum pernah juga digunakan sebagai pendaratan pesawat komersil, militer.(fah)

Berita Terkait