Lambang Negara Sah jadi Benda Cagar Budaya Nasional

Lambang Negara Sah jadi Benda Cagar Budaya Nasional

  Selasa, 27 September 2016 15:18

Berita Terkait

JAKARTA -- Perjuangan menjadikan gambar rancangan asli lambang negara RI "Elang Rajawali Garuda Pancasila" dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika 11 Februari 1950" menjadi benda cagar budaya peringkat nasional membuahkan hasil. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sudah mengeluarkan surat keputusan penetapan gambar rancangan asli lambang negara RI sebagai benda cagar budaya peringkat nasional. Pembina Yayasan Sultan Hamid II Syarif Max Jusuf Alkadrie mengaku sudah mendapatkan kabar keluarnya SK lambang negara itu. Menurut dia, lambang negara karya Sultan Hamid II sah menjadi benda cagar budaya peringkat nasional.  

"Alhamdulillah, SK Mendikbud mengenai penetapan Gambar Rancangan Asli Lambang Negara Indonesia sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional telah keluar," kata Max Jusuf saat dikonfirmasi Pontianak Post didampingi istrinya, Syarifah Yeti Alkadrie, Selasa (27/9). "SK itu bernomor  SK:204/M/2016  tertanggal 26 Agustus 2016," kata sekretaris pribadi Sultan Hamid II ini. 

Max sangat bersyukur rancangan asli karya Sultan Hamid II ini ditetapkan sebagai benda cagar budaya peringkat nasional. Artinya, kata Max lagi, terpatri sudah tiga pemersatu bangsa sebagai benda cagar budaya peringkat nasional. Yakni,  bendera Merah Putih, lagu  kebangsaan Indonesia Raya dan lambang negara Rajawali Garuda Pancasila karya Sultan Hamid II. "Alhamdulillah ini selangkah lebih maju. Saat sujud syukur dan berdoa hanya linangan air mata yang bercucuran," imbuh Max. 

Sultan Hamid II adalah Sultan ke-VII dari Kesultanan Kadriah Pontianak 29 Oktober 1945 sampai dengan 30 Maret 1978 yang memiliki nama lengkap Abdul Hamid Alkadrie. Sultan Hamid II pernah menjadi Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat pada 1947-1948. Beliau juga dikenal cerdas, dengan memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran dengan pangkat terakhir mayor jenderal (1942) dan menguasai beberapa bahasa asing. Dia juga diplomat cerdas, salah satu tokoh penting nasional dalam memperjuangkan pengakuan kedaulatan RI 27 Desember 1949 bersama rekan sejawatnya, Soekarno, M Hatta, M Natsir dan Anak Agung Gede Agung. Sultan Hamid II juga merupakan Ketua Bijeenkomst Federale Overleg/Musyawarah Istimewa Kaum Federan dan Strategi Konseptor Negara Federal dalam Konseptor Negara Federal dalam Konfferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. SH II adalah saksi pelantikan Sukarno sebagai Presiden RI di Setinggil, Yogyakarta.

Berdasarkan Keputusan Presiden RIS nomor 2 tahun 1949, SH II diangkat sebagai Menteri Negara RIS. Dalam kedudukannya, SH II ditugaskan Presiden Soekarno merancang lambang negara RI dan menyiapkan gedung parlemen. SH II adalah sang perancang lambang negara RI "Elang Rajawali Garuda Pancasila" dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, 11 Februari 1950. 

Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Trisakti Profesor Andi Hamzah mengatakan, Sultan Hamid II sah merupakan pencipta lambang negara. Bahkan, hal itu diakui oleh proklamator RI Muhammad Hatta dalam bukunya berjudul “Bung Hatta Menjawab”. Andi pun tambah yakin setelah membaca pengakuan Bung Hatta dalam buku tersebut.

“Saya bertambah yakin karena di dalam bukunya Bung Hatta menegaskan  lambang negara yang disetujui parlemen adalah karya Sultan Hamid II,” kata  Andi saat Seminar Nasional bertajuk “Meluruskan Sejarah Sultan Hamid II: Sang Perancang Lambang Negara RI–Garuda Pancasila", di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/4).  “Lambang negara yang diajukan M Yamin, ditolak parlemen saat itu. Yang diterima dan disetujui adalah karya Sultan Hamid II,” timpal Andi. (ody)

Berita Terkait