LAKI Bangun Kemitraan Kejati dan Kejari di Kalbar

LAKI Bangun Kemitraan Kejati dan Kejari di Kalbar

  Jumat, 29 July 2016 09:30
PERTEMUAN: Jajaran pengurus Kejati Kalbar bersama pengurus DPP LAKI melakukan pertemuan tertutup di Aula Kejaksaan Tinggi Kalbar, Kamis (28/8). ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK—Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat melakukan pertemuan dengan pengurus DPD Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kalbar di aula pertemuan Gedung Kejaksaan Tinggi Kalbar, Kamis (28/7). Dalam pertemuan alot tersebut terjadi beberapa kesepakatan bersama guna menindaklanjuti beberapa pekerjaan rumah, gebrakan untuk menindaklanjuti kasus-kasus terkait tindak pidana korupsi.

Dalam pertemuan yang dihadiri seluruh unsur pengurus DPD Laki Kalbar tersebut dihadiri langsung oleh Kejati(Warih Sardono), Wakajati (Sugeng Purnomo), Adsipidsus, Asintel dan jajarannya. “Ada beberapa kesepakatan yang kita bangun demi menciptakan sinergis bersama dalam proses penegakan hukum,” kata Burhanudin Abdullah, Ketua DPP LAKI, Kamis (28/7).

Dia menyebutkan beberapa kesepakatan tersebut diantaranya komitmen Kejati Kalbar menuntaskan kasus lama dengan tetap berpedoman kecukupan bukti, kasusnya dilanjutkan. ”Apabila tidak memenuhi unsur tindak pidana korupsi, kejati juga berani dan berkomitmen menghentikan atau memberikan SP3. Ini supaya yang berperkara tidak dibelenggu  hak-haknya,” ucapnya.

Kasus-kasus yang dianggap masih menjadi pekerjaan rumah tersebut diantaranya kasus Sedau, Singkawang, beberapa proyek rumah khusus yang masih belum ditindaklanjuti dengan beberapa kasus lama. “Itu harus dibereskan segera. Alat bukti kuat segera sidangkan. Jangan dianggurkan,” katanya.

Kesepakatan berikut yakni era sekarang dengan kondisi pemerintah terus melangkah, sudah waktunya didorong melalui mekanisme percepatan pembangunan menuju masyarakat sejahtera. Caranya dengan tetap mengedepankan pencegahan tindak pidana korupsi. ”Bukannya menghukum orang tetapi bagaimana menyadarkan orang dengan memberikan pendidikan pencegahan,” tuturnya.

Menurutnya menghukum orang tidak selamanya menjamin orang bersih dari tindak pidana korupsi. Justru menyadarkan orang tidak berbuat korupsi, akan menjadi lebih efektif . LAKI bersama Kejati dan Kejari se-Kalbar akan melakukan upaya pendidikan dan pencegahan korupsi.

Kemudiaan, kesepakatan terakhirnya yakni segera melakukan eksekusi terhadap belasan buronan tindak pidana korupsi atau yang sekarang menjadi DPO Kejati Kalbar. “LAKI harapkan juga ada aksinya,” kata dia.(den)

Berita Terkait