Lahir Normal, Berubah Sejak Usia Dua Bulan

Lahir Normal, Berubah Sejak Usia Dua Bulan

  Kamis, 4 Agustus 2016 10:13
MEMBESAR: Sang ibu yang telaten mengasuh bayi Adan yang menderita akibat kepala yang dipenuhi cairan dan terus membesar. FAHROZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 
Adan Bil Vaqih, bocah dua tahun itu hanya terbaring. Penyakitnya pembesaran kepala (Hydrosefalus). Saat dikunjungi, putra pertama pasangan Neny (17) dan Zulfitri (19) warga Dusun Sebatu Barat, Desa Tebing Batu, Kecamatan Sebawi hanya memain-mainkan bola matanya. Sesekali tertawa.

Fahrozy, Sebawi

MENURUT pihak keluarga, khususnya sang ibu. Saat kelahiran, bayi Adan biasa dan normal seperti laiknya bayi lelaki umumnya. Badannya pun terlihat sehat. Hingga, gejala hydrosefalus Adan baru terlihat sejak usianya memasuki bulan kedua.

“Waktu lahir, terlihat normal. Namun saat menginjak usia dua bulan, terlihat mulai ada pembesaran di kepalanya,” kata Neny, ditemui wartawan di kediaman orang tuanya, Rabu (3/8). Sejak saat itu, kepala Adan makin membesar.

Orang tuanya pun membawa anaknya periksa ke Puskesmas setempat. Kemudian di suruh membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas. Selanjutnya disuruh merujuk ke RSUD Abdul Azis Singkawang.

“Kalau tidak salah sekitar lima bulan usia Adan, kita bawa ke RSUD Abdul Azis Singkawang. Di Singkawang, disuruh CT Scan, saat itu di Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang,” kata Neny, sambil menimang putranya.

Neny pun kemudian menunjukkan hasil CT Scan. Dimana berdasarkan no rekam medis 125619 atas nama Adan Bil Vaqih saat dilakukan CT Scan Kepala tanpa kontras pada 23 Juli 2014 di Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang.

Disimpulkan jika Adan sesuai hasil CT Scan kepala irisan axial sejajar orbito meatal line tanpa kontras terdapat porencephaly. Kemudian oleh dokter di RSUD Abdul Azis. Disebutkan jika Adan belum cukup umur untuk dilakukan tindakan. Sehingga orang tuanya pun membawanya pulang ke rumah.

“Dokter saat itu bilang, nunggu umur dulu (tunggu agak besar si Adan). Tapi tak menyebutkan berapa usia Adan harus dibawa lagi ke RS,” katanya.

Selain upaya medis dilakukan untuk kesembuhan anak pertamanya. Neny beserta suami dan juga orang tuanya (kakek nenek Adan-red). Mencoba pengobatan tradisional (kampung). Namun apa yang diupayakan belum membuahkan hasil.

Lantaran kekhawatiran terjadi apa-apa terhadap anaknya. Neny pun sebenarnya ingin membawa anaknya ke RS untuk pemeriksaan selanjutnya. Namun hal tersebut diakuinya, terkendala biaya.

“Sekarang masih ngumpulkan biaya, suami kerja ke Malaysia. Karena kalau pakai motor, saya kasihan karena Adan sudah besar jadi berat,” katanya.

Dirinya mengaku, untuk Kartu BPJS sudah ada. Dan itu diurus dan didapatkan saat pertama kali melakukan pemeriksaan di RSUD Abdul Azis Singkawang.

Adan setiap harinya, berbaring kemudian digendong maupun di ayun. Masalah makan, Adan seperti bayi-bayi normal lainnya. Biasanya oleh ibunya, diberi makan bubur nasi ataupun nasi.

“Kadang makan kue-kue yang lembut. Jadi kalau makan dan minum tidak ada masalah,” katanya.

Akibat Cairan

Dari beberapa tulisan yang dihimpun, Hidrosefalus disebutkan dapat menyebabkan kepala penderitanya membesar dan ukurannya sangatlah abnormal. Banyak orang menyebutnya dengan istilah kepala air. Penyakit ini timbul ketika kepala memuat cairan yang terlalu banyak.

Orang tidak dapat mencegahnya. Namun, dengan mengetahui seluk beluk dari penyakit ini, mungkin dapat membantu melakukan perawatan diri.

Hidrosefalus merupakan sebuah kondisi di mana terjadi penumpukan cairan dalam rongga (ventrikel) yang letaknya di dalam otak, hal ini akan menyebabkan ukuran ventrikel membesar dan menimbulkan tekanan pada otak.

Apabila tekanan terus meningkat, jaringan yang ada dalam otak dapat rusak dan dapat menimbulkan gangguan dalam fungsi otak. Kondisi ini dapat dialami oleh semua orang dan semua usia. Namun, hal ini lebih sering dialami oleh bayi dan orang tua.

Penyebab pada bayi, disebabkan infeksi kongenital (infeksi di dalam kandungan dan dibawa sejak lahir), seperti toksoplasma, Cytomegalovirus, atau gangguan perkembangan otak lainnya. Biasanya infeksi ini terjadi pada kehamilan muda sampai trimester kedua. Bila penyebabnya adalah kelainan bawaan, gejalanya didapati saat belum lahir atau pada masa bayi.Jika gejala timbul saat bayi masih di kandungan, bayi tidak dapat lahir tanpa pertolongan khusus. (*)

Berita Terkait