Lahan Sengketa, Tak Ada Jual Beli

Lahan Sengketa, Tak Ada Jual Beli

  Rabu, 10 February 2016 10:03
LAHAN: Tokoh masyarakat Suraji (70) menujukan peta lahan transmigrasi yang diperjual-belikan kepada Pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang.AIRIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SEJUMLAH masyarakat mempertanyakan lahan milik pemerintah daerah dan lahan milik masyarakat yang ada di Komplek Kantor Bupati Bengkayang. Diduga lahan milik Pemda bersengketa dengan tanah milik masyarakat Trans Rangkang, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.

Lokasi tanah Pemda yang bersengketa dengan tanah warga letaknya berdampingan dengan pembangunan Stadion olahraga dan Gedung Olahraga di Kabupaten Bengkayang.Pemilik ahli waris tanah Sumardi, mengatakan tanah warisan orangtuanya An. Nuri, selama tiga tahun ini diklim pemerintah daerah.Pihak keluarga tidak terima bahwa lahan yang berdampingan dengan stadion olahraga dijual kepada pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang.

"Kami tidak pernah menjual tanah kepada pemerintah daerah. Tiba-tiba lahan milik kami dimiliki pemerintah daerah atas dasar surat pernyataan jual-beli tanah Pak Osong," tuturnya, Selasa (9/2) kepada Pontianak Post.

Dia mengakui bahwa tanah milik An. Osong berdampingan dengan tanah milik kedua orangtuanya. Tetapi tanah yang dipersengketakan memiliki batasan berupa pohon karet. Hal tersebut harus diperjelas supaya tidak terjadi kesalahfahaman antara tanah Pemda dan tanah milik masyarakat. Ia meminta lahan milik Pemda diukur terlebih dahulu sesuai dengan sertifikat tanah dan peta lahan trasmigrasi di Komplek Kantor Bupati Bengkayang. Setelah itu tanah milik An. Osong juga diukur untuk menemukan batas tanah yang bersengketa dengan tanah milik kedua orangtuanya.

"Kami mau masalah ini bisa diselesaikan secepatnya. Supaya ahli waris memiliki kepastian lahan. Karena pihak keluarga berencana akan membagi tanah warisan," ungkap Sumardi yang biasa dipanggil gundul.

Tokoh Masyarakat Pemilik Peta Lahan Trans Rangkang Suraji (70) menanggapi bahwa banyak lahan transmigrasi yang dijual kepada pemerintah daerah untuk membangun Kantor Bupati Bengkayang."Sebelum kantor bupati didirikan. Lahan Trans Rangkang dikenal sebagai lahan transmigrasi. Aset milik lahan transmigrasi banyak dijual kepada pemerintah daerah," tuturnya saat ditemui dirumah kediamannya.

Dia menyampaikan semua lahan transmigrasi yang dibeli pemda memiliki sertifikat tanah. Sedangkan tanah yang berada di luar lahan transmigrasi tidak memilik surat tanah. Dikarenakan tanah tersebut milik masyarakat sekitar.Ia mengungkapkan pembangunan stadion olahraga yang didirikan adalah tanah milik pemerintah daerah yang dibeli kepada masyarakat transmigrasi. Sedangkan dipinggiran stadion olahraga sebagian ada lahan kosong milik masyarakat yang berdekatan dengan aliran Sungai Nasan.

"Kalau ingin lebih jelas tentang lahan milik pemerintah daerah dan lahan masyarakat. Kita harus mengukur ulang lahan pemda dan lahan masyaraka dengan alat GPS, supaya tidak asal mengklim satu sama lain, " imbuhnya mantan pengurus pembagian lahan transmigrasi di Komplek Kantor Bupati Bengkayang.Kasubag Pertanahan, Bidang Tata Pemerintahan (Tapem) Kabupaten Bengkayang Yulianus menyatakan bahwa tidak ada permasalahan sengketa lahan milik pemerintah daerah dan lahan milik masyarakat.

"Lahan pemerintah daerah tidak ada masalah. Hanya masyarakat yang mengaku kalau lahan yang dibeli Pemda itu miliknya. Padahal pemda sudah membeli lahan itu kepada pak osong," ucapnya saat dihubungi media ini.Dia menyatakan pembebasan tanah milik pemda dan masyarakat tidak diketahui secara detil. Dikarenakan pada masa pembebasan lahan dirinya belum menjabat sebagai kasubag pertanahan di pemerintahan daerah Kabupaten Bengkayang.

Ia menuturkan terkait permasalahan sengketa lahan sudah pernah dibahas pemerintah. Namun pihak terkait yang mengaku lahan pemda adalah tanah milik masyarakat tidak pernah menghadiri pertemuan."Kita sudah tiga kali mengundang pihak terkait yang mengaku tanah Pemda adalah tanah miliknya. Satu kali secara lisan dan dua kali undangan secara resmi tidak mau hadir," tuturnya.

Yulianus berjanji akan menuntaskan masalah sengketa lahan Pemda  yang diklim oleh masyarakat. Pihaknya akan mengundang kembali pihak terkait, Kamis (11/2) untuk membicarakan lahan Pemda dan lahan yang diklim oleh masyarakat.Dia mengungkapkan pada pertemuan tersebut dirinya akan mengundang tokoh masyarakat selaku pemilik peta tanah lahan Trans Rangkang, pemilik lahan yang diperjual-belikan kepada Pemda Bengkayang. Serta masyarakat yang mengklim bahwa tanah yang dijual kepada Pemda adalah tanah miliknya."Setelah pertemuan ini, barulah ada kelejasannya. Setalah itu kita akan terjun langsung kelapangan dan mengukur lahan milik Pemda yang diklim masyarakat," tukasnya. (irn)

Berita Terkait