Lahan Gabut 5 Kilometer

Lahan Gabut 5 Kilometer

  Senin, 11 July 2016 10:10
GAMBUT: Seorang warga sedang rehat di Jalan Siawan - Nanga Bunut. Jalan di lahan gambut sepanjang 5 km tetapi dilintasi karena tak ada alternative lain. MUSTAAN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU — Kendati melintasi medan yang sangat berat, pemerintah daerah (Pemda) Kapuas Hulu terus berupaya membangun akses jalan menuju kota Kecamatan Bunut Hilir yakni ruas jalan Nanga Danau-Nanga Bunut. Agar, kota kecamatan yang pernah menjadi pusat pendidikan dimasa penjajahan Jepang dan Belanda ini bisa di akses melalui jalan darat dalam beberapa tahun kedepan.

Pada ruas jalan tersebut yang terparah berada pada titik ruas jalan Siawan-Nanga Bunut, tak kurang dari 5 km melintasi lahan gambut dan rawa (danau). Sementara ada 2 km melintasi dataran rendah yang rawan banjir. Kondisi ini mempersulit pengerjaan ruas jalan tersebut dan menyedot anggaran APBD kabupaten yang cukup besar. Tahun ini saja Rp 16 milyar dana APBD diarahkan  pada jalan itu.

“Pengerjaan jalan menuju Nanga Bunut itu memang sulit, banyak melintasi lahan gambut, rawa dan daerah dataran rendah rawan banjir,” tutur Dedy Kabid Bina Marga, pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kapuas Hulu kemarin. Untuk lahan gambut 5 km memang satu hamparan dan selebihnya pada titik-titik tertentu dengan penjang 30-50 meter. Selain itu ada beberapa titik yang rawan banjir.

Dedy yang didampingi Muhammad Kharbi Kasi Perencanaan pada Bidang Bina Marga, mengatakan. Untuk lahan gambut kurang lebih 5 km, tahun ini akan dikerjakan kurang lebih 4 km. Kekurangannya akan dilanjutkan pada tahun depan. Menurut dia, pengerjaan jalan ruas Nanga Danau-Nanga Bunut, khususnya pada ruas Siawan-Nanga Bunut memang membutuhkan pengerjaan yang sangat spesifik.

“Daerah bunut memang spesifik, sungai memutar. Kalau banjir air motong jalan, jadi mesti diberi alamko,” paparnya. Dikatakannya, pengerjaan jalan bunut tahun ini dipokoskan pada peninggian badan jalan, terutama pada lahan gambut sepanjang 4 km, sisanya spot-spot. Kedalaman kambut, kata dia, bervariasi, mulai dari 1 sampai 2 meter.“Yang kami prioritas konektivitasnya,” terang Dedy.

Kenapa prioritaskan konektivitasnya, sambung Dedy, karena Dinas yang dipimpin Ana Mariana ini menargetkan tahun 2019 semua konektivitas sudah tersambung semua. Misalnya, Mandai-Nanga Embaloh, Dangkan-Landau Kumpang dan Nanga Bunut-Boyan Tanjung. Semuanya mesti sudah bisa terhubung. Karenanya pembangunan ruas jalan itu terus digenjot di beberapa tahun anggaran.(aan)

Berita Terkait