Lagi, Penambang Goa Boma Tewas

Lagi, Penambang Goa Boma Tewas

  Sabtu, 14 November 2015 09:08
PETI: Penambang emas tradisional riskan kecelakaan. SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BENGKAYANG-Terulang kembali, seorang pekerja dongfeng tewas tertimbun tanah, kemarin (9/11). Lokasinya masih sama. Di Goa Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang.Sedang asyik bekerja, Peri (16), warga Tebidak asal Kabupaten Sintang terhimpit tanah yang tiba-tiba ambrol. Kini jenazahnya sudah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya. Meski berkali-kali memakan korban, Bandar alias pelaku pelaku usaha pertambangan illegal ini hingga sekarang belum diberangus.

"Kemarin ada satu korban pekerja dongfeng meninggal karena tertimbun tanah. Tapi anehnya, pelaku usaha ini masih belum ditangkap," ujar Nius Yani, warga Sagatani, Jumat (13/11) kepada Pontianak Post.Dia mengatakan kejadian ini terlihat dari pekerja dongfeng yang mengevakuasi jenazah Pery dari lokasi tambang ilegal di Goa Boma, Kecamatan Monterado. Di sana ada juga petugas kepolisian Monterado juga ikut menyaksikan kejadian tersebut.

Ia menuturkan kecelakaan yang berujung kematian dilokasi tambang emas ilegal sudah sering terjadi. Namun pelaku usaha dongfeng ini seolah tidak perduli dengan teguran pihak kepolisian. Sehingga usaha dongfeng tetap saja masih beroperasi di lokasi Goa Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang."Kami minta agar badan hukum yang dipercaya melaksanakan kewajiban peraturan pemerintah untuk menangkap pelaku usaha yang telah menghilangkan nyawa seseorang. Serta si pelaku usaha itulah juga penyebab kerusak lingkungan cepat ditangkap," papar ayah tiga anak tersebut.

Saat dikonfirmasi atas kejadian tewasnya seorang pekerja dongfeng di Goa Boma, Kapolsek Monterado Ipda Doni Sembiring, membenarkan kejadian tersebut. Namun pihak kepolisian masih dalam tahap pengejaran tersangka, si pemilik usaha dongfeng ilegal.Dia melanjutkan bahwa kejadian ini akan terus dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut. Sedangkan mayat si korban sudah dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Sintang."Tersangka pemilik usaha tambang ilegal berinisal UD asal Kabupaten Sintang. Saat ini kita masih tahap peyelidikan, karena tersangka sudah melarikan diri," tukasnya. (irn)

Berita Terkait