Lagi, Keracunan Masal , Usai Santap Kue Ulang Tahun

Lagi, Keracunan Masal , Usai Santap Kue Ulang Tahun

  Senin, 21 December 2015 10:35
KERACUNAN: Para orangtua saat mendampingi para anaknya yang menjadi korban keracunan massal usai menyantap kue ulang tahun, saat menjalani perawatan intensif di selasar Puskesmas Mensiku Kecamatan Binjai. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Puluhan anak menjadi korban keracunan. Pemicunya diduga karena menyantap kue ulang tahun di desa Telaga Satu Binjai Hulu, Sabtu (19/12) petang.  Para korban mengalami gejala pusing dan buang air beberapa jam usai menyantap kue yang dibagikan saat menghadiri acara ulang tahun. Sebagian korban kini masih menjalani pengobatan intensif.

Berdasar informasi jumlah korban 58 orang. Semua anak-anak. Penanganan medis korban sebagian di Puskesmas Mensiku Binjai Hulu, yakni 31 orang dan selebihnya harus dilarikan ke rumah sakit Ade Moch Djoen Sintang.

Pantauan Pontianak Post, Minggu (20/12), di Puskesmas Mensiku Binjai Hulu, masih banyak korban menjalani perawatan. Selasar Puskesmas sesak dengan pasien keracunan. Tenaga medis juga  stanby memberikan pelayanan.  Sri Wahyuni, salah seorang orang tua korban, mengatakan, langsung melarikan anaknya ke Puskesmas sekira pukul 18.30 usai muntah dan buang air terus-menerus. Seingatnya, anaknya muntah-muntah tak lama setelah menyantap kue ulang tahun. Kue dimakan sekira pukul 16.00, begitu sepulang dari menghadiri pesta ulang tahun. “Kuenya tidak dimakan di tempat acara tapi dibawa pulang, karena dibungkuskan. Acara mulai pukul 15.00,” kata orang tua Yazid (3,5) tahun, ini.

Menurut Sri kejadian yang menimpa anaknya ternyata juga dialami banyak anak yang sama-sama menghadiri pesta ulang tahun. Gejalanya pun mirip. Muntah-muntah serta buang air setelah menyantap kue. “Yang makan nasi tidak apa-apa,” kata dia.

Kondisi Yazid saat disambangi Pontianak Post sudah membaik namun harus tetap diinfus. Ia tidak  lagi buang air dan muntah. “Makan juga sudah mau,” kata Sri.Begitu juga dengan Alif Setyo Aji (5) kondisinya sudah mulai pulih. Yang semula puluhan kali muntah. “Saat di rumah sekitar 20 kali muntah. Saat dijalan menuju Puskesmas juga sekitar 20 kali muntah,” kata ibunya, bernama Sri Riyani, ini

Menurut Riyani, anaknya mulai  muntah dan buang air dua jam setelah menyantap kue. Semula menyatakan minta dipicit kepada ibunya karena merasa pusing. Tak lama kemudian langsung muntah-muntah. “Saya bawa ke Puskesmas sekitar pukul 20.30,” katannya. Sementara Nani Setiani harus melarikan anaknya ke rumah Sakit Ade Moch Djoen Sintang karena Puskesmas sudah sesak dengan pasien. Ia terpaksa berangkat malam-malam dari Binjai Hulu menuju Sintang, dengan melalui kondisi  jalan yang amat memprihatinkan. Tapi, pada pagi Minggu, anaknya sudah diizinkan pulang, karena tidak mengalami keracunan parah.

Pemilik hajatan ulang tahun, Isran,   tak menyangka bakal terjadi keracunan karena menyantap kue yang dihidangkan.  Dia hanya bermaksud menugundang warga untuk merayakan ulang tahun anaknya,  yang menginjak usia satu tahun. Anaknya juga menjadi korban keracunan, dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Ade Moch Djoen Sintang. Pada  acara ulang tahun anaknya, Isran mengundang sekitar 150 tamu,  yang hadir  sekitar 70 an undangan. Kue yang dihidangkan kepada tamu, lanjutnya, sudah diamankan Polsek Binjai.

Ia pun  berinisiatif menanggung pembiayaan para pasien. “Ini inisatif saya, tanpa ada yang menuntut,"katanya.  Kepolisian kini sudah melakukan  penyelidikan terkait adanya dugaan keracunan di desa Telaga I Binjai. "Masih kita selidiki, anggota saat ini sedang melakukan olah TKP dan mengamankan beberapa sample makanan seperti snack dan kue lapis yang diduga menjadi penyebab warga keracunan," kata Kapolsek Binjai Hulu Iptu Joni.

Kapolsek mengatakan,  untuk proses selanjutanya akan ditangani langsung Polres Sintang. “Jadi barang bukti berupa sample akan kita kirim ke Polres,” kata Kapolsek.Sementara, Kasat Reskrim Polres Sintang, Ajun Komisaris Syamsul Bakrie membenarkan atas dugaan keracunana makanan yang dialami warga Desa Telaga 1 Kecamatan Binjai Hulu. Bahkan, saat ini pihaknya masih menunggu sample beberapa makanan yang sudah diamankan di Mapolsek Binjai Hulu seperti, Snack dan kue lapis yang diduga menjadi penyebab warga keracunan. "Yang jelas masih dalam penyelidikan kita. Apakah itu keracunanan makanan yang diduga itu atau makanan lain," kata Kasat.

Menurut  Kasat, kepolisian akan segera membawa beberapa sample makanan yang telah diamankan Polsek Binjai  ke Laboratorium Kesehatan Sintang untuk dilakukan pengujian secara ilmiah.
Ketika dihubungi Minggu petang, Kepala Dinas Kesehatan Sintang Hery Sinto Linoh, mengatakan  bersam tim kesehatan sedang berada di Desa Telaga 1, mengecek secara langsung kondisi para korban serta melihat sample makan yang diduga pemicu para korban menjadi kercunan. Tetapi untuk memastikanya akan dilakukan uji labratorium.Kini pihaknya fokus menangani korban. Sebagian diantaranya  sudah diperkenankan pulang. Kemudian selebihnya masih ada harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Mensiku dan RSUD Ade Moch Djoen Sintang. (stm)

 

Berita Terkait