Lagi, Hari Jadi Ketapang tak Diupacarakan

Lagi, Hari Jadi Ketapang tak Diupacarakan

  Minggu, 13 March 2016 08:30
KERAMAT TUJUH: Prasasti Nisan Keramat Tujuh berangka tahun 1363 atau 1441 Masehi yang ditemukan di Muliakerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, sebagai patokan usia kabupaten ini. S876.PHOTOBUCKET.COM

Berita Terkait

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari jadi Kabupaten Ketapang yang kini berusia 598 tahun, yang seharusnya diperingati per tanggal 11 Maret, kembali tak dirayakan, baik oleh Pemerintah Daerah maupun pihak-pihak lainnya. Hanya ucapan selamat di media sosial yang dilontarkan oleh orang-orang yang mengetahui kalau 11 Maret adalah hari jadi Ketapang.

AHMAD SOFI, Ketapang

TANGGAL 11 Maret adalah hasil rapat antara DPRD dan Pemerintah Daerah Ketapang, yang kemudian ditetapkan melalui Rapat Paripurna pada Oktober 2012 silam. Namun, sejak ditetapkan hingga saat ini, belum pernah dilaksanakan upacara atau peringatan hari jadi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

Hal ini pun banyak memunculkan komentar miring dari masyarakat. Ada apa dengan hari jadi Ketapang, sehingga setiap kali tiba 11 Maret, tak ada peringatan, bahkan untuk sekadar upacara. "Masyarakat perlu tahu, ada apa ini? Padahal di daerah lainnya, setiap kali hari jadi daerah selalu diperingati, meskipun hanya sebatas upacara," kata salah satu pemuda Delta Pawan, Wiyan, kemarin (11/3).

Ia sebagai masyarakat yang tidak mengetahui secara pasti, mengaku penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Dia mempertanyakan apakah ada yang salah pada tanggal yang ditetapkan, atau ada hal lain yang membuat tidak ada peringatan hari jadi Ketapang? "Masyarakat tahunya setiap tahun seharusnya ada peringatan hari jadi, tapi sampai sekarang tidak ada," kata dia.

Oleh karena itu, ia berharap ada kejelasan terkait hari jadi Ketapang. "Kalau ada peringatan hari jadi yang digelar oleh Pemerintah Daerah, masyarakat menjadi tahu. Tentunya juga pada setiap kali peringatan atau perayaan, dapat digelar berbagai even yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang ke Ketapang," harapnya.

Sesepuh masyrakat Ketapang, Herman Wimpy, juga mengaku kecewa karena tidak ada peringatan hari jadi Ketapang. "Bukan hanya tahun ini tanpa peringatan, tapi tahun-tahun sebelumnya juga tidak ada. Jadi, seolah-olah hari jadi diabaikan dan dianggap tidak ada artinya," katanya.

Menurutnya, jika memang tidak mau memperingati hari jadi Ketapang, kenapa harus ditetapkan 11 Maret sebagai hari jadi? Padahal, dia menambahkan, untuk menetapkan hari jadi, dibutuhkan proses panjang dan rumit. "Jerih payah menetapkan hari jadi Ketapang harusnya dibarengi dengan melakukan peringatan serta kegiatan yang dapat mengajak seluruh masyrakat Ketapang semakin mencintai Ketapang, bukan malah dibiarkan tanpa ada peringatan," jelasnya.

Menurutnya, jika Pemda maupun dinas terkait aktif, dapat disosialisasikan kepada masyrakat mengenai hari jadi Ketapang. Terlebih dia tak memungkiri jika belum semua masyarakat tahu bahwa 11 Maret ditetapkan sebagai hari jadi Ketapang. "Perlu sosialisasi juga agar masyarakat tahu, kalau 11 Maret itu hari jadi Ketapang," harapnya.

Sementara itu, mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ketapang, Yudo Sudarto, menilai peringatan hari jadi Ketapang merupakan momen penting bagi masyrakat untuk mengetahui sejarah mengenai terbentuknya wilayah Ketapang yang terletak di Pantai Selatan Kalimantan Barat.

Menurutnya, penetapan hari jadi Ketapang bukanlah hal mudah, karena melalui proses pencarian identitas diri yang lama. Mereka harus melakukan kajian-kajian keilmuaan dan pemerintahan yang melibatkan banyak pihak. Pihak-pihak yang dimaksud dia sebut saja pemerintah, sejarawan, akademisi, pemerhati kebudayaan, serta tokoh masyarakat, dengan melalui berbagai kegiatan seperti diskusi, seminar, dan kegiatan terkait lainnya.

Akhirnya, diceritakan dia, hari jadi Ketapang ditetapkan berdasarkan dua fakta sejarah yakni adanya prasasti nisan Makam Keramat Sembilan di Negeri Baru, yang bertarikh tahun 1340 Saka atau 1418 Masehi. Disebutkan dia, pada prasasti tertua di Kalbar itu juga terdapat angka tahun aksara sanskerta. Sedangkan untuk penetapan tanggal dan bulannya, dijelaskan dia, berdasarkan atas peristiwa pemindahan pusat kerajaan Matan-Tanjungpura ke Mulia Kerta pada 11 Maret 1876.

"Ini gambaran proses panjang penetapan hari jadi Ketapang, yang akhirnya menetapkan Ketapang lahir pada 11 Maret 1418 M. Hal ini tentu harus dihargai dengan memperingati hari jadi Ketapang," ujarnya. (*)

Berita Terkait