Lagi, Demo Galian C Kaliasin

Lagi, Demo Galian C Kaliasin

  Selasa, 8 December 2015 09:39
TEKS//GALIAN C: Sejumlah warga bersama kepolisian menurunkan eksavator Galian C Ilegal di Bukit Kaliasin, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.FOTO AIRIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG-Puluhan warga kembali berunjuk rasa menurunkan eksavator Galian C Ilegal, di Bukit Kaliasin, Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan. Kegiatan galian c ilegal sudah lama menjadi keluhan masyarakat yang tidak diperhatikan pemerintah daerah. Akibatnya ratusan hektar lahan Bukit Kaliasin mengalami kerusakan lingkungan.

"Kami tidak tahan lagi dengan pemerintah yang belum memberikan kepastian hukum kepada para pelaku usaha galian C ilegal. Seharusnya pelaku usaha ditetapkan sebagai tersangka karena menambang tanah dan batu secara ilegal," ucap Ketua RT 18/ RW 04 Warga Padang Pasir Bukit Kaliasin Sau Fung kepada media ini.

Dia mengatakan galian C ilegal sudah terjadi sejak delapan tahun terakhir. Perizinan usaha galian C yang dilakukan pengusaha tidak pernah ada. Ini karena warga sekitar melarang pengusaha galian C melakukan kerusakan terhadap lingkungan.

Ia menyampaikan galian C ilegal dikelola beberapa pengusaha lokal. Setelah itu tanah kuning dan batu hasil galian dijual kepada pengusaha property pembangunan rumah dan jalan umum."Tanah kuning dan batu dijual kepada pengusaha. Keuntungan hanya dinikmati para pengusaha galian c ilegal. Sedangkan warga sekitar selama bertahun-tahun hanya menerima kerusakan dan pencemaran lingkungan," ungkapnya didampingi belasan tokoh masyarakat Kaliasin.

Tokoh Masyarakat Kaliasin Wendy menegaskan kepada penegak hukum agar menangkap pelaku usaha Galian C ilegal. Selama depalan tahun kerusakan lingkungan mencapai ratusan hektar di Bukit Kaliasin, Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan."Sepertiga hutan di bukit kaliasin sudah rusak. Tanah dan batu diperbukitan kaliasin diperjual-belikan. Ini tidak boleh dibiarkan pelaku usaha tanpa izin harus dihentikan dan menganti kerusakan lingkungan," ungkapnya saat menyampaikan aspirasinya kepada pihak Kepolisian Singkawang Selatan.

Dia menyatakan pemerintah daerah melalui Walikota Singkawang Awang Ishak sudah memperingatkan kepada pelaku usaha galian C ilegal. Supaya tidak merusak Bukit Kaliasin di Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan.Ia mengungkapkan peringatan Walikota Singkawang selama ini tidak diindahkan pelaku usaha dilapangan. Beberapa eksavator pemilik usaha galian C ilegal masih tetap beraktivitas di Bukit Kaliasin. Sehingga hal tersebut membuat warga sekitar marah dengan pelaku usaha yang tidak mematuhi larangan pemerintah daerah Kota Singkawang.

"Walikota Singkawang sudah perintahkan agar pelaku usaha ditangkap dan galian c dihentikan karena merusak lingkungan. Tetapi perintah dari orang nomor satu di Kota Singkawang tida diperdulikan pelaku usaha. Karena para pelaku usaha galian c ilegal tidak ditangkap petugas kepolisian," tukasnya disaksikan Kapolsek Singkawang Selatan saat mengamankan eksavator yang akan diturunkan warga sekitar.

Kapolsek Singkawang Selatan IPTU Zukri menambahkan masalah galian c Kaliasin sudah lama terjadi. Namun pihaknya belum menetapkan tersangka pada pelaku usaha tersebut."Kita tidak bisa menangkap pelaku usaha. Karena pelanggaran yang dilakukan pelaku tidak ada peraturan daerah," tuturnya ditemui dilapangan saat warga berunjuk rasa menurunkan eksavator galian C di Bukit Kaliasin.

Dia menyatakan sementara ini tugas kepolisian hanya mengamankan warga masyarakat yang melakukan aksi demo di lokasi galian C di Bukit Kaliasin. Sedangkan penetapan tersangka pelaku usaha galian C masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian daerah.Ia mengungkapkan sementara ini eksavator yang dihentikan warga akan diamankan petugas kepolisian daerah. Sehingga pihaknya meminta kepada pelaku usaha agar permasalahan galian C ilegal tersebut cepat dihentikan dan tambang tanah dan batu di tutup."Warga sekitar selama ini tidak menyetujui aktivitas galian c di Bukit Kaliasin. Jadi, kami minta pelaku usaha segera membawa pulang eksavator daripada dirusak massa," ungkapnya saat ditemui media di Bukit Kaliasin, Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan. (irn)

By: Airin Fitriansyah

Berita Terkait