Lagi, Ayah Cabuli Anak Tiri

Lagi, Ayah Cabuli Anak Tiri

  Selasa, 18 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

KETAPANG – Kejahatan seksual terhadap anak kembali terjadi. Kali ini menimpa remaja berusia 17 tahun. Korban disetubuhi ayah tirinya, Sam (45), 13 September lalu. Kasus ini baru terungkap pada 12 Oktober kemarin, setelah korban menceritakan kepada bibinya.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ketapang, AKBP Sunario, mengungkapkan jika kasus ini terkuak ke permukaan, setelah korban membuat pengakuan kepada bibinya, Sur, 12 Oktober lalu. Setelah itu, Sur memberitahu perihal tersebut kepada ibu korban, Sum. Ibu korban yang tidak terima langsung melaporkan Sam ke Polres Ketapang, hari itu juga.

Berdasarkan pengakuan dari korban kepada ibunya, peristiwa itu berlangsung di kediaman korban di Jalan Beringin RT 36 RW 04 Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, 13 September lalu. "Kejadiannya siang hari, sekitar pukul 14.00 WIB, saat di rumah hanya ada pelaku dan korban," kata Kapolres, kemarin (17/10) di Mapolres.

Sunario menjelaskan, pelaku yang mengetahui korban sudah pernah melakukan hubungan badan dengan pacarnya, meminta untuk dilayani. Korban menolak permintaan pelaku, hingga berujung kepada pemaksaan. Pelaku kemudian menarik tangan gadis itu dan mendorong korban ke kamar korban. Pelaku langsung berusaha membuka baju dan celana korban.

"Korban berusaha menolak dengan mendorong tubuh tersangka dua kali, tapi tersangka memaksa. Pelaku mengancam korban untuk tidak menceritakan kepada siapa pun, termasuk ibu korban," jelasnya.

Untuk memastikan pengakuan korban, visum pun dilakukan. Hasilnya, masih ada bekas luka di bagian intim korban. Pelaku pun ditangkap di kediamannya di Jalan S Parman Gang Lobak RT 05 RW 01, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan. "Pelaku juga mengakui perbuatannya," ungkap Sunario.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 81 ayat 1 dan atau ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp300 juta.

Menanggapi kejahatan seksual terhadap anak, pemerhati anak dan perempuan, Hartati Syamli, mengatakan, pelecehan seksual terhadap anak masih sangat dimungkinkan terjadi lagi. Salah satu penyebabnya, menurut dia, lebih dikarenakan kurang pedulinya orang terdekat anak terhadap pergaulan dan lingkungan sekitar anak. "Banyak anak yang kurang mendapat perhatian dari orang terdekat, khususnya orang tua," katanya, kemarin (17/10).

Dengan demikian, lanjut Hartati, maka anak yang akan menjadi sasaran kriminal, termasuk kejahatan seksual. Tidak hanya menjadi korban, dia juga yakin jika pergaulan yang salah, menjadikan anak sebagai pelaku kriminal. "Jangan heran jika ada anak di bawah umur melakukan hubungan layaknya suami istri. Itulah akibat dari salah pergaulan dan kurangnya kepedulian orang tua," jelasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Ketapang periode 1999 – 2004 ini juga menjelaskan, tindakan bejat yang dilakukan oleh orang dekat terhadap anak, merupakan salah satu indikasi kurangnya kepedulian orang tua terhadap anak. Orang tua yang seharusnya menjadi pelindung, justru, menurut dia, menjadi ancaman bagi anak.

Oleh karena itu, peran orang terdekat, khususnya orang tua, diakui dia, menjadi sangat penting. Tidak hanya itu, peran pemerintah, menurut dia, juga tidak kalah pentingnya. "Pemerintah berkewajiban memberikan pemahanan kepada orangtua. Jika orangtua sudah paham, tindakan memalukan seperti itu tidak akan terjadi," ujar Hartati.

Salah satu yang dianggap berperan dalam memberikan pemahaman terhadap orang tua, menurut dia, adalah sosialisasi melalui PKK. Menurutnya, PKK memiliki jaringan yang cukup kuat hingga ke tingkat desa. Organisasi perempuan tersebut juga dianggap dia memiliki dana yang cukup besar untuk melakukan hal itu. "Kendala utama untuk melakukan sosialisasi ini memang dana," paparnya.

Ketua PKBI Ketapang periode 2005 – 2014 ini yakin, jika semua pihak peduli dan terlibat dalam pencegahan, maka hal serupa bisa dicegah sejak dini. "Kita berharap tidak ada kasus lagi. Meskipun kita akui Ketapang menjadi salah satu daerah dengan kasus pelecehan seksual terhadap anak cukup tinggi," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait