Laba Manis Kue Rumahan Sambut Natal dan Tahun Baru

Laba Manis Kue Rumahan Sambut Natal dan Tahun Baru

  Jumat, 11 December 2015 08:22

Berita Terkait

Menyambut Natal dan Tahun Baru, dapur orang-orang yang merayakannya semakin sibuk untuk membuat kue. Bagi mereka yang sibuk, membeli atau memesan kue jadi menjadi pilihan. Jelang Natal, usaha pembuatan kue semakin jamak ditemui. Bisnis yang menguntungkan di akhir tahun. Aristono, Pontianak

SALING kunjung-mengunjungi antar-teman dan kerabat adalah tradisi Natal dan Tahun Baru. Biasanya rumah-rumah penganut agama Kristen menyediakan camilan untuk hidangan para tamu. Bermacam-macam kue dan hidangan lainnya tersaji di meja. Permintaan akan kue, baik kue basah, kue kering dan camilan lainnya pun meningkat tajam. Para pelaku usaha pembuatan kue mulai kebanjiran pesanan.

Akhir tahun seperti ini para produsen kue kering sudah bersiap-siap untuk kebanjiran pesanan. Sebab, libur hari besar seperti Natal dan tahun baru Masehi yang jatuh berdekatan kerap digunakan sebagai ajang berkumpul keluarga dan saling berkunjung antar kerabat. Pada momen seperti inilah, banyak orang memesan kue kering sebagai camilan.Tak heran bila para penjual kue mengaku sudah mulai kebanjiran pesanan.

Sulastri misalnya mulai mendapat banyak pesanan dari usaha camilan keripik yang dibuatnya. Pengusaha yang beralamat di Jalan Ya' M Sabran Komplek Vila Elektrik Permai D1 No28, Kota Pontianak ini mengaku mengalami peningkatan pemesanan signifikan akhir-akhir ini. “Ada peningkatan 10-20 persen pada Desember ini. Tetapi biasanya peningkatan terbesar biasanya seminggu menjelang hari Natal nanti. Bisa meningkat sampai 30 persen,” kata perempuan 45 tahun ini.

Pemilik brand keripik Niki Enak ini menyebut paling banyak yang dipesan menjelang Natal adalah keripik keladi, keripik tempe, stick udang dan rumput lain, serta stick ikan bilis crispy. Biasanya dia menjual makanan olahan tersebut dalam kemasan mini. Namun untuk hari-hari besar, termasuk Natal dia juga menyediakan kemasan ukuran satu kilogram. “Karena mereka membeli dalam jumlah banyak. Banyak yang minta beli kiloan. Ya kita sediakan,” kata dia.

Jika Sulastri adalah pengusaha camilan yang kebanjiran pesanan pada momen Natal, beda halnya dengan Nani Priauan. Dia adalah satu dari banyak orang yang mengkhususkan waktunya jelang Natal untuk pembuatan kue. “Saya membuat kue hanya untuk Natal saja. Itu pun pesanan dari kerabat dan teman-teman kantor. Lumayan juga untuk tambahan penghasilan di akhir tahun,” ujar pegawai di Credit Union Filosofi Petani Pancur Kasih ini.

Hal yang sama dilakukan oleh Bertha Yulia. Ibu rumah tangga ini kebanjiran pesanan membuat kue kering dan kue basah dari para tetanga dan teman-temannya. Dia memang dikenal ahli dalam membuat berbagai macam kue. Biasanya dia banyak mendapatkan pesanan kue kering jenis nastar, kastengel dan kue kering karakter. Untuk Perayaan Natal tahun ini, Bertha menargetkan jumlah pesanan kue bisa mencapai 500 stoples. Dia memprediksikan pesanan akan banyak masuk sekitar seminggu sebelum Natal. “Dihitung-hitung saya bisa dapat belasan juta rupiah pada Natal tahun lalu,” pungkasnya. *

Berita Terkait