KURANGNYA MINAT BACA SISWA KELAS VII SMP N 1 BELIMBING KABUPATEN MELAWI

KURANGNYA MINAT BACA SISWA KELAS VII SMP N 1 BELIMBING KABUPATEN MELAWI

  Sabtu, 2 July 2016 11:37   1

Oleh : Aditya catur prasetia aji

KURANGNYA kegemaran membaca saat ini terjadi dikalangan remaja. Rendahnya minat baca dikalangan siswa ini terjadi khususnya pada siswa kelas VIII SMPN 1 Belimbing. Berdasarkan observasi yang saya lakukan di SMPN 1 Belimbing, membuktikan bahwa minat baca siswa masih sangat rendah khususnya kelas VIII. Hal ini terbukti dari data kunjungan perpustakaan yang menyatakan bahwa jumlah kunjungan perpustakaan paling sedikit adalah kelas VIII.

Meskipun hampir di setiap sekolah memiliki perpustakaan, namun selama ini perpustakaan hanya dianggap sebagai tempat menyimpan buku. Seperti halnya pada Perpustakaan yang berada di SMPN 1 Belimbing ini, hanya sedikit pelajar yang memiliki kesadaran untuk berkunjung ke perpustakaan pada saat waktu luang. Sebagian besarnya menggunakan waktu luang untuk sekedar mengobrol kanan- kiri, kalaupun ada yang berkunjung ke perpustakaan itu hanya pada saat tertentu saja, misalnya pada saat ada tugas dari para guru. Ada juga para siswa yang berkunjung ke perpustakaan hanya untuk membaca cerita roman, para siswa tidak memiliki kesadaran akan arti penting membaca.

Disamping itu, siswa menganggap membaca adalah hal yang membosankan, padahal dengan membaca cakrawala intelektual kita bisa terbuka dan menjadikan kita lebih tanggap akan lingkungan sekitar. Mengingat pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi pelajar, maka tingginya minat baca bagi para pelajar wajib dipupuk karena amat menentukan prestasi seorang pelajar. Bagaimana prestasi belajar siswa akan tinggi jika para siswa enggan membaca baik buku–buku yang berhubungan dengan pelajaran ataupun buku–buku lainnya yang menunjang?

Kesimpulan dari beberapa wawancara yang saya lakukan terhadap siswa kelas VIII SMP N 1 Belimbing, kurangnya kegemaran membaca di kalangan siswa ini terjadi karena siswa sudah terbiasa memperoleh informasi instan dari siaran TV dan media elektronik lainnya. Pengaruh budaya mendengar, menonton, dan media elektronik yang berkembang pesat membuat siswa tidak terbiasa mengisi waktu luang dengan membaca buku, sebaliknya tahan berlama-lama nonton televisi.

Melihat kondisi ini  saya sadar bahwa Sistem pembelajaran di Indonesia belum bisa membuat pelajar atau mahasiswa harus membaca buku, mencari, dan menentukan informasi lebih dari sumber yang diajarkan di sekolah. Kurang tersedianya buku-buku yang berkualitas dengan harga yang terjangkau juga menjadi faktor penyebab rendahnya minat baca.

Hal itu diperparah dengan minimnya perpustakaan di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau. Juga kurang memadainya koleksi, fasilitas, dan pelayanan yang ada. Termasuk, tidak meratanya penerbitan dan distribusi buku ke berbagai daerah.

Lalu, Bagaimana cara menanggulanginya ? dapat dilakukan sebagai berikut :

1.      Memberikan pemahaman akan pentingnya membaca

Cara ini bertujuan untuk menekankan pada siswa di SMPN 1 Belimbing tersebut, khususnya kelas VIII bahwa membaca memiliki banyak manfaat. Karena dari membaca pengetahuan semakin luas dan akan banyak hal baru yang akan didapat .

2.      Motivasi dari berbagai pihak

Guru sebagai fasilitator wajib memberikan motivasi kepada para siswanya, dengan cara memberikan berbagai tugas yang sumbernya dapat diperoleh di perpustakaan, dengan begitu siswa akan sering berkunjung ke perpustakaan. Bukan hanya dewan guru saja yang wajib memberi motivasi tapi juga orang tua siswa, karena motivasi merupakan energi penting didalam meraih keberhasilan, dan merupakan bentuk aktualisasi yang pada umumnya diwujudkan dalam perbuatan nyata.

3.      Membuat suasana perpustakaan menjadi nyaman.

Pengelola perpustakaan sebisa mungkin harus menciptakan suasana perpustakaan yang nyaman agar membuat para siswa betah untuk berlama-lama di perpustakaan dan hal ini akan mendorong siswa untuk berkunjung keperpustakaan serta membaca buku–buku yang ada.

4.      Ketersediaan buku-buku yang berkualitas di perpustakaan.

Adanya buku-buku yang berkualitas dan mudah di telaah akan mendorong para siswa untuk gemar membaca dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan mereka.

            Jadi kesimpulannya adalah sebagai seorang pelajar atau siswa haruslah rajin membaca, karena dengan membaca kita akan mendapatkan ilmu dari setiap apa yang dibaca. Maka dari itu, seorang pelajar haruslah menghilangkan rasa malas yang timbul dari dalam dirinya, juga harus bisa memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah tersedia di sekitar kita, seperti perpustakaan, surat kabar, media massa, majalah, buku pelajaran dan lain-lain.

*) Mahasiswa D3 Perpustakaan FKIP Universitas Tanjungpura

aditya catur prasetia aji

mahasiswa D3 perpustakaan Universitas Tanjung Pura Pontianak