Kurangnya Minat Baca Bangsa Kita

Kurangnya Minat Baca Bangsa Kita

  Jumat, 1 April 2016 09:55   801

Oleh: Bayu Anggara

MENGAPA Indonesia selalu tertinggal dari negara-negara lain? “Mampukah Indonesia menjadi negara maju? “Mampukah Indonesia mengejar ketertinggalan?”, dan “Mampukah Indonesia memperbaiki diri dengan kondisi yang kian parah ini? ”Inilah sederet pertanyaan-pertanyaan yang sepertinya akan sangat sulit untuk kita jawab. Terlebih lagi dengan kondisi yang kita lihat sekarang. Masalah yang semakin membludak, jawaban-jawaban yang kita harapkan tampaknya akan sangat sulit terwujud. Bukan tidak bisa, tapi sulit.

Namun, sekali lagi saya tekankan, bahwa ini tetaplah bukan  sebuah hal yang tidak memiliki jalan keluar. Sebab ternyata, sebuah jalan keluar telah lama dicetuskan oleh para pendahulu pemerhati bangsa. Namun, entah mengapa hal tersebut belum juga dilaksanakan secara maksimal oleh para pemangku jabatan yang ada di atas.

Para pendahulu telah menyepakati bersama bahwa untuk menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang maju dan diperhitungkan oleh negara lain, kuncinya sangatlah sederhana. Indonesia hanya butuh untuk mempermantap sumber daya manusia. SDM yang mantap adalah SDM yang memiliki kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Sedangkan, cara terbaik untuk memeroleh ilmu pengetahuan ialah dengan memperbanyak “MEMBACA” buku. Sebab telah kita ketahui bersama bahwa buku merupakan jendela dunia.

Saya telah banyak melihat negara-negara maju di luar sana melalui sosial media, TV dan sebagainya Harus saya akui sebagian besar masyarakat di negara maju di luar sana sangat jauh berbeda dari apa yang ada di Indonesia ini, mereka seakan menjadikan buku sebagai teman kedua bagi mereka. Membaca sepertinya sudah menjadi budaya yang sangat lestari di negara-negara maju. Coba kita liha prilaku masyarakat di negara maju saat mereka berada di ruang tunggu, apa yang mereka lakukan, sebagian besar yang mereka lakukan adalah membaca.

Melalui buku, kita mampu menelanjangi dunia. Melalui buku, kita akan dengan sangat mudah melihat kondisi yang ada. Dengan mengetahui kondisi luar, maka akan mempermudah kita menentukan sikap dalam bertindak. Dengan membaca buku akan memaksa kita untuk tidak berpikir sempit. Dari hasil membaca itu pula kita bisa mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru. Dan ini tentu merupakan langkah awal dari sebuah kemajuan.

Kenyataan seperti ini justru jauh berbeda dengan kenyataan yang ada di negara kita. Satu hal yang harus kita akui bersama bahwa Indonesia bukanlah sebuah negara yang menjadikan membaca sebagai sebuah budaya. Hal ini terbukti, sejak dari kita kecil, orang tua kita lebih banyak memperdengarkan cerita ketimbang menyuruh kita untuk membaca sendiri. Sehingga tidak akan mengherankan pula, ketika hari ini kita hanya mampu menjadi pendengar yang baik untuk kemajuan-kemajuan dari negara-negara lain.

Oleh karena itu, saya merasa bahwa sudah saatnya kemalasan seperti ini dihentikan. Sudah saatnya perubahan kita laksanakan. Saya melihat, untuk mewujudkan sebuah perubahan dalam hal ini, maka permerintahlah yang harus berperan aktif. Pemerintah tidak boleh tinggal diam. Harus ada keselarasan. Percuma juga ketika masyarakat telah gemar membaca namun tidak didukung oleh pemerintah.

Saya sangat berharap kepada pemerintah agar segera bertindak cepat bagaimana caranya untuk mendongkrak minat  membaca masyarakat Indonesia agar dapat memajukan bangsa ini dengan pengetahuan mereka, saya rasa dengan membangun Perpustakaan disetiap desa dan melakukan sosialisasi tentang pentingnya membaca itu akan membangun minat membaca bangsa ini.

*) HMJTE Politeknik Negeri Pontianak
Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara