Kunker Pj Bupati di Manis Mata, Resmikan Rumah Adat Dayak Desa Asam Besar

Kunker Pj Bupati di Manis Mata, Resmikan Rumah Adat Dayak Desa Asam Besar

  Minggu, 13 December 2015 13:01
DIRESMIKAN: Penjabat Bupati Ketapang Kartius membuka selubung papan nama rumah adat Dayak sebagai tanda peresmian. istimewa

Berita Terkait

KETAPANG--Penjabat Bupati Ketapang Kartius meresmikan rumah Adat Dayak Sari Agung Desa Asam Besar Kecamatan Manis Mata ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh  kali dan penggutingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Yuliana Kartius sebagai tanda difungsikannya rumah adat tersebut.

Peresmian rumah adat Dayak tersebut dalam agenda kunjungan kerja penjabat Bupati Ketapang beserta jajaran SKPD Kabupaten Ketapang, untuk melihat langsung perkembangan masyarakat kecamatan pedalaman, serta menyampaikan informasi pembangunan yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten dan Pemprov Kalbar pada tahun-tahun mendatang.

Kedatangan rombongan penjabat Bupati Ketapang Kartius berserta beberapa jajaran SKPD di Pemkab Kabupaten Ketapang di Desa Asam Besar Kecamatan Manis Mata disambut dengan ritual penyambutan adat  oleh masyarakat desa setempat.

Rumah adat yang berdiri  tersebut mulai dibangun pada tahun 2009 namun mendapatkan renovasi pada tahun 2010 sampai  2013 dan selesai pengerjaan pada tahun 2015.  Menelan anggaran sebesar Rp400 juta yang berasal dari dana APBD serta swadaya masyarakat di kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang.

Pada Minggu 6 Desember 2015 kemarin,  rumah adat yang diberi nama rumah adat dayak Sari Agung Kumpai Bataduh Gadung Batu Kurung Sumangat Jalai Sekayong Riam Betanggu Pasak Paguh Danau Asam Jembatan Panjang Tali Bicara Arai Durian secara langsung diresmikan oleh penjabat Bupati Ketapang Kartius, diikuti masyarakat Desa Asam Besar Kecamatan Manis Mata.Penjabat Bupati Ketapang Kartius berharap dengan pembangunan rumah adat dayak Sari Agung Sawang Baliq ini nantinya untuk ke depan dapat dijadikan tempat berkumpulnya serta tempat bermusyawarahnya masyarakat dayak serta semakin menumbuhkan dan melestarikan adat istriadat masyarakat dayak.

"Kita minta setelah di bangun ini masyarakat bersama-sama untuk merawat dan memelihara supaya ini bisa dimamfaatkan setiap saat untuk kepentingan orang dayak  " kata Kartius.Menurutnya kepentingan orang dayak dimaksud tetap mampu melestarikan menumbuh suburkan budaya dan adat istiadat orang dayak karena semakin tinggi adat istiadat budaya suatu suku bangsa semakin tinggi harkat dan martabat dan lebih dikenali dunia. " Kita sama-sama membangun, sama sama memelihara untuk kesejahteraan bersama," harap Kartius.Setelah acara peresmian rumah adat tersebut selesai diakhir kegiatan acara ditutup dengan ritual adat Benari Beigal yang diartikan sebagai ucapan rasa syukur  yang dirasakan oleh masyarakat karena telah diresmikannya rumah adat tersebut. (ser/pk)

 

Berita Terkait