Kunjungan SMA Islamiyah ke Pontianak Post , Siswa Tertarik Menjadi Wartawan

Kunjungan SMA Islamiyah ke Pontianak Post , Siswa Tertarik Menjadi Wartawan

  Rabu, 24 February 2016 08:34
TAMU REDAKSI: Pelajar SMA Islamiyah Pontianak saat berkunjung untuk belajar jurnalistik di ruangan Redaksi Pontianak Post, Selasa(23/2). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK- Kepala Sekolah SMA Islamiyah Pontianak Muzta’am, beberapa orang guru, serta sekitar 40 siswa berkunjung ke Graha Pena, Selasa (23/2). Salman Busra selaku Wakil Direktur Pontianak Post, Salman Busrah menjadi narasumber dalam kunjungan ini.

Salman menceritakan sedikit tentang sejarah berdirinya Pontianak Post. Menurutnya, Pontianak Post sudah berdiri sejak 43 tahun lalu dan saat itu masih bernama Akcaya. Pada tahun 1999 Akcaya berubah nama menjadi Akcaya Pontianak Post agar lebih dikenal oleh warga luar daerah bahwa Akcaya Pontianak Post ini adalah salah satu media cetak yang berasal dari Pontianak.

Hingga pada tahun 2001, Akcaya menjadi Pontianak Post. Pontianak Post adalah salah satu media cetak yang tergabung dalam Jawa Pos Group. Pontianak Post memiliki 36 halaman yang terdiri dari empat bagian yaitu Koran Utama, Metropolis, Pro Kalbar, dan Pro Bisnis yang memiliki berbagai informasi teraktual di Pontianak dan juga dari berbagai daerah luar Pontianak bahkan dari luar negeri. Media cetak bukan hanya satu-satunya media bagi Pontianak Post untuk menyampaikan berita, tetapi juga di media online pada alamat www.pontianakpost.com.

Siswa-siswi sangat antusias saat acara berlangsung. Nindia, siswa kelas XII bertanya, “Bagaimana Pontianak Post bisa mendapatkan informasi dari luar daerah? Bahkan ada berita dari luar negeri?”. Salman menjelaskan siswi bahwa Pontianak Post sebagai salah satu dari Jawa Pos Group ini memiliki sekitar 250 jaringan yang tersebar luas di seluruh Indonesia dan saling berbagi berita.  

Jadi bukanlah hal yang tidak mungkin jika Pontianak Post bisa mendapatkan berita dari lain daerah. Sedangkan untuk mendapatkan berita dari luar negeri, Pontianak Post menjadi salah satu pelanggan dari Kantor Berita Internasional. Dalam kesempatan ini, ada beberapa siswa yang menyatakan tertarik untuk menjadi wartawan. Salman pun menanggapinya, “Untuk menjadi wartawan tidaklah mudah, yang terpenting harus seorang sarjana tanpa melihat latar belakang studi yang ditempuh,” ujarnya.

Di ujung acara, Kepala Sekolah SMA Islamiyah Muzta’am menyampaikan apresiasinya kepada Pontianak Post yang telah menerima kunjungan mereka. Ia juga berharap kelak ada anak didiknya yang dapat bergabung dengan Pontianak Post.“Menurut saya Pontianak Post adalah koran yang terbesar di Pontianak dan Kalimantan Barat, dan lebih menarik karena sudah ada dalam media online. Berarti kami dapat menyampaikan opini kami di laman opini yang terdapat di media online Pontianak Post,” ungkapnya.(tpl)

Berita Terkait