Kunjungan Meningkat, Dibawa NGO dan LSM

Kunjungan Meningkat, Dibawa NGO dan LSM

  Jumat, 23 September 2016 09:30
WNA: Warga Negara Asing (WNA) tampak sedang berada di depan salah satu mini market di Jalan Kom Yos Sudarso Putussibau pada Kamis (22/09).

Berita Terkait

Kedatangan warga negara asing (WNA) ke wilayah Kabupaten Kapuas Hulu belakangan meningkat. Umumnya mereka dibawa NGO (Non Government Organization) atau Lembaga swadaya masyarakat (LSM).

 
 

Musta’an, Kapuas Hulu

 

TERNYATA keberadaan warga negara asing ini cukup membuat masyarakat resah. Apalagi, kerap ditemukan orang-orang asing menyalahgunakan visa yang dia miliki untuk tinggal dan berkunjung ke daerah ini.

Hendra, wara Putussibau Utara, mengkhawatirkan para WNA tersebut membawa misi terselubung yang berdampak negatif terhadap masyarakat dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai warga Kapuas Hulu dirinya mengaku resah dan khawatir jika WNA yang dibawa NGO ada memiliki tujuan tertentu yang berdampaknegatif terhadapmasyarakat Kapuas Hulu. Apalagi, kata dia, orang-orang asing tersebut tersebut selalu datang kewilayah-wilayah terpencil dan terisolir di Kapuas Hulu dalam waktu yang lama.

"Kita tidak tahu apa yang mereka lakukan,” tutur dia.

Sejak diberlakukan kunjungan bebas visa anatara Indonesia dengan beberapa negara. Kedatangan WNA denganberbagai keperluan terusmeningkat. Terutama yang dibawa olehsejumlah NGO yang ada.

Pelaksana Harian (PLH) Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau Bachtiar, kepada wartawan mengaku pihaknnya terus melakukan pengawasan terhadap para WNA yang berada di wilayah Kapuas Hulu. Bahkan, untuk melakukan pengawasan, Imigrasi setiap satu bulan turun kelapangan.

“Petugas kami rutin turun kelapangan seperti ke perusahaan-perusahaan, hotel dan tempat-tempat lain," paparnya.

Dikatakan Bachtiar, umumnya permasalahan yang dialami WNA selama ini adalah penyalahgunaan visa. Dimana visa kunjungan digunakan untuk bekerja atau penelitian maupun kegiatan lainnya. Menurutnya, WNA yang banyak bermasalah itu dari Cina dan Malaysia dan Rusia.

“Pernah ada yang di deportasi,” terangnya.

Untuk pengawasan WNA, Imigrasi bekerja sama dengan seluruh stakholder. Diterangkannya, imigrasi selain mengadakan pengawasan secara langsung, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan para Kepala Desa dan Camat untuk mempermudah dalam menghimpun informasi terkait keberadaan para WNA.

Bahkan, dalam tahun ini ada satu orang WNA yang diproses imigrasi karena menyalahgunakan visa kunjungannya untuk bekerja menjual pakaian, yakni warga RRC. (*)

Berita Terkait