Kunci Jawaban UN Beredar di Kota Ini

Kunci Jawaban UN Beredar di Kota Ini

  Rabu, 6 April 2016 15:37
Ilustrasi. dok. JawaPos.com

Berita Terkait

Praktik jual beli kunci jawaban masih saja terjadi selama berlangsungnya Ujian Nasional (UN) yang menggunakan Kertas Pensil 2016.

Berdasar pada laporan yang diterima Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang membuka Posko Pengaduan UN, terdapat 5 laporan tentang peredaran jual beli kunci jawaban UN.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti mengungkapkan, di  hari pertama UN, Posko UN FSGI menerima total 19 laporan yang berasal dari Jakarta, Surabaya, Bogor, Tanjung Redeb (Berau), Kota Palu, Mamuju, Kota Medan, Lampung dan Pekalongan.

Dari 19 laporan tersebut, 5 di antaranya berkaitan dengan masih maraknya jual beli kunci jawaban.

”Fenomena ini terjadi karena nilai UN masih dijadikan penentu ke jenjang yang lebih tinggi oleh Kemendikbud. Setiap anak dan orangtua masih menginginkan bisa diterima di sekolah atau perguruan tinggi favorit,” ujar Retno Listyarti, di Jakarta yang dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Rabu (6/4).

Ketua Serikat Guru Indonesia (SEGI) Jakarta, Heru Purnomo menambahkan, jual beli kunci jawaban masih ditemukan pada UN 2016 ini. Kalangan siswa pun mudah memperolehnya dengan cara membeli secara patungan.

Dicontohkan terjadi di Cimahi, untuk memperoleh kunci jawaban setiap siswa dibebankan Rp20.000, di Jakarta setiap siswa Rp150.000 dan di Pare Pare sebesar Rp300.000.

Atas adanya laporan itu, Kabalitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno pun tidak dapat memungkiri.

Dia mengak masih ditemukannya pengaduan dan kendala di Posko UN Kemendikbud. Hanya saja, ungkapnya, kunci jawaban yang beredar peserta UN tidak begitu tertarik.

”Kami temukan saat meninjau anak-anak mengadu ditawarkan kunci jawaban dengan harga hingga Rp. 170 ribu, tapi anak-anak tidak tertarik,” tandas Totok Suprayitno. (nas/iil/JPG)

Berita Terkait