Kuasai Skill, Gali Potensi Terbaik

Kuasai Skill, Gali Potensi Terbaik

  Minggu, 14 February 2016 08:39
MEIDY/PONTIANAKPOST

Melatih kemampuan di bidang tertentu dianggap penting bagi banyak orang, terutama untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, dari yang sekedar menonton televisi hingga ikut pelatihan khusus agar kemampuan meningkat.

Oleh : Marsita Riandini

Manusia dilahirkan dengan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang kemampuan di bidang seninya baik, ada pula di bidang teknologi yang lebih unggul. Ada yang kemampuan bicaranya mumpuni, banyak pula yang kemampuannya di bidang ekonomi sangat baik.

Tetapi untuk mencapai pada tingkatan tersebut, seseorang harus membiasakan bahkan melatihnya. Tak heran banyak yang memilih mengikuti berbagai aktivitas yang mendukung peningkatan kemampuannya.  Seperti yang dilakukan oleh Sandra Widyastuti (30 th). Karyawati di salah satu perusahaan swasta ini mengaku kerap meng-upgrade kemampuannya, terutama dalam berkomunikasi. “Pekerjaan menuntut saya harus bertemu banyak orang. Itu artinya komunikasi yang saya sampaikan harus bagus,” jelas warga Jalan Gusti Hamzah ini.

Meskipun tidak mengikuti pelatihan khusus, namun kata dia cara yang dilakukan biasanya dengan banyak membaca dan mendengarkan cara orang berkomunikasi. “Semakin banyak yang kita baca, semakin banyak informasi yang diperoleh. Jadi semakin banyak pula informasi yang bisa kita sampaikan ke orang lain. Kosakata kita pun banyak,” tutur wanita berambut panjang ini.

Apapun profesi kita saat ini, semua membutuhkan kemampuan. Apalagi banyak perusahaan yang mulai mencari karyawan berdasarkan kemampuan yang dimiliki. “Saya pikir mencari pekerjaan khan sekarang sulit, jadi tak ada salahnya meningkatkan kemampuan pada bidang tertentu, terutama bahasa Inggris untuk mendukung MEA yang mulai tahun ini diberlakukan,” ucap Teo Lita (28 th).

Meningkatkan kemampuan bicara dengan bahasa Inggris, Teo memilih memperbanyak tontonan dengan bahasa Inggris. “Kalau sekarang mulai sering dengar lagu-lagu dan tontonan yang berbahasa Inggris. Sambil nyanyi bisa sambil belajar. Sama juga kalau lagi nonton, cari yang tidak ada teksnya,” papar warga Perum 3 ini.

Kemampuan juga bisa ditingkatkan dengan sering berlatih. Ini pula yang dilakukan oleh Riswati (32 th). Ibu rumah tangga ini memilih belajar membuat tas dari tali kur. Kebiasaan ini pun dilakukannya bersama ibu-ibu disekitar rumahnya. “Sebenarnya iseng saja. Cuma daripada beli, mending belajar buat sendiri. Sambil belajar bisa punya tas karya sendiri,” kata warga Kom Yos Sudarso ini.

Agar kemampuannya menganyam tali semakin baik, dia juga belajar dari internet. Dicarinya pola yang mudah diikuti, agar bisa menerapkannya. “Kadang lihat di internet, cuma susah sih. Memang lebih mudah belajar langsung,” pungkasnya. **