KTL Masih Tidak Tertib

KTL Masih Tidak Tertib

  Sabtu, 20 February 2016 09:29
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

PONTIANAK - Meski berbagai penindakan telah dilakukan polisi untuk menjadikan Jalan Ahmad Yani sebagai kawasan tertib lalu lintas, namun pelanggaran masih saja kerap ditemukan. Sebanyak 203 surat tilang dikeluarkan bagi pengendara nakal.

Jumlah tersebut memang masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan angka pelanggaran tahun sebelumnya. Pada 2015 tercatat jumlah pelanggaran di kawasan tertib lalu lintas sebanyak 1.526 pelanggaran.Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Wahyu Jati Wibowo mengatakan kasus pelanggaran di kawasan tertib lalu lintas memang masih kerap terjadi, sehingga untuk membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, selain sosialisasi juga dilakukan penindakan terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas.

Wahyu menjelaskan untuk Januari sampai dengan Februari tahun ini saja, tercatat sudah 203 pelanggaran yang terjadi di kawasan tertib lalu lintas. Pelanggaran tersebut masih seputar dengan pelanggaran lajur yang digunakan pengendara roda dua dan empat, tidak membawa kelengkapan surat, seperti SIM dan STNK, tidak menggunakan pengaman kepala dan lainnya.Wahyu mengungkapkan dari 203 pelanggaran tersebut, pelanggaran tertinggi masih didominasi oleh pengendara roda dua. “75 persen pelanggaran dilakukan pengendara roda dua sementara sisanya pengemudi roda empat,” kata Wahyu, Jumat (19/2).

Menurut Wahyu bahwa pihaknya selalu berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, berbagai cara pun dilakukan mulai dari pencegahan dan penindakan. “Sosialisasi keselamatan berlalu lintas, tertib berlalu lintas mulai dari tingkat dini hingga ke komunitas sudah dilakukan dan harapannya tentu tumbuh kesadaran,” ucapnya.

Sementara tindakan penindakan juga dilakukan, baik yang sifatnya isedentil, atau yang sudah terencana seperti razia rutin yang digelar. “Intinya, tugas polisi tidak hanya menindak tapi juga membangun kesadaran dan pemahaman sehingga tertib berlalu lintas tidak hanya ketika ada polisi, tetapi disaat tidak ada pun tetap tertib berlalu lintas,” sambungnya.Untuk menjadikan Pontianak menjadi kota tertib berlalu lintas tentunya tidak hanya menjadi tugas dan tanggungjawab polisi tetapi juga menjadi tanggungjawab semua pihak. “Tertib menuju keselamatan berlalu lintas,” pungkasnya. (adg)

Berita Terkait