Kroasia Memang Ingin Hindari Italia

Kroasia Memang Ingin Hindari Italia

  Kamis, 23 June 2016 09:30

Berita Terkait

Bordeaux –Gelandang Kroasia Mateo Kovacic mengaku timnya menang karena tidak ingin berjumpa Italia lebih dulu.Sesungguhnya, Kroasia hanya butuh imbang saja untuk lolos ke babak 16 besar. Namun, status juara grup penting agar tidak berjumpa dengan lawan berat di babak awal.

Itulah yang dilakukan Kroasia. Tim Ante Cacic memuncaki grup dengan nilai tujuh, unggul satu angka dari Spanyol. Kroasia mendapatkan jalur relatif mudah karena 'hanya' akan bertemu dengan penghuni ketiga Grup B, E, atau F.

Sementara, Spanyol menghadapi konsekuensi karena finis runner-up. Tim besutan Vicente del Bosque ini akan langsung menghadapi Italia, yang belakangan memperlihatkan performa impresif.

"Kami mencetak gol untuk kedua kalinya supaya kami bisa menghindari Italia," ungkap Kovacic kepada Sky Sports. "Italia adalah tim yang tangguh, tapi kami juga punya kualitas yang bagus," simpul pemain Real Madrid ini.

Usai lolos ke fase gugur sebagai juara grup, Kroasia mulai mengincar target selanjutnya. Mereka ingin melaju jauh dan melampaui hasil di Piala Dunia 1998. Di babak 16 besar, Kroasia akan menghadapi tim peringkat ketiga terbaik dari Grup B atau E atau F. Secara posisi, tim besutan Ante Cacic juga ada di bagian bagan turnamen yang relatif lebih ringan.

Mereka sejauh ini sudah dipastikan tak akan berhadapan dengan Jerman, Italia, Spanyol, Prancis, atau Inggris kecuali di final.Penyerang Kroasia Ivan Perisic meminta timnya tak terlena dengan hasil atas Spanyol dan terus fokus. Dia melihat kans untuk melewati catatan Kroasia di Piala Dunia 1998, ketika finis di tempat ketiga, amat terbuka.

"Yang bisa saya katakan adalah ini merupakan malam spesial untuk kami. Saya harus mengucapkan selamat ke semua rekan setim dan suporter kami. Kami benar-benar bekerja dengan bagus di fase grup, tapi ini cuma awal," ujar Perisic dikutip Soccerway.

"Kalau kami kalah di laga berikutnya, itu akan berarti kami tidak melakukan apapun yang berarti penting. Jadi kami harus fokus saja ke pertandingan berikutnya, tetap rendah hati, dan berjuang lagi seperti yang kami lakukan di tiga laga pertama.Ini adalah satu-satunya cara kami bisa melaju jauh dan meraih hasil lebih baik daripada Kroasia di 1998," tandas pemain milik Inter Milan ini.

Kroasia mengukir sejarah di Piala Dunia 1998, ketika langsung meraih tempat ketiga di keikutsertaannya yang pertama. Di Piala Eropa sendiri, laju terjauh mereka adalah sampai ke perempatfinal edisi 1996 dan 2008. 

Sementara itu Alvaro Morata mengaku tak senang berjumpa Azzurri lebih awal. "Kami tidak bisa mendapatkan undian yang lebih buruk lagi," ujar striker Spanyol itu kepada Sky Sport Italia.

"Secara taktik Italia adalah tim yang sangat kuat dan kami harus memainkan pertandingan yang sempurna untuk lolos ke perempatfinal," imbuh Morata.

Duel Spanyol kontra Italia akan menjadi ulangan final Piala Eropa 2012. Ketika itu, Spanyol memenangi pertandingan secara meyakinkan 4-0.

"Untuk menjadi juara, kami mesti mengalahkan siapapun. Kami punya peluang untuk mengantongi sembilan poin dan berada di posisi yang lebih menguntungkan, tapi sekarang kami di sini dan harus bersiap untuk melawan Italia," ujar pelatih Spanyol Vicente del Bosque.(int)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait