Kroasia 0-1 Portugal: Perjuangan Seleccao das Quinas Berbuah 8-Besar

Kroasia 0-1 Portugal: Perjuangan Seleccao das Quinas Berbuah 8-Besar

  Minggu, 26 June 2016 07:18
FOTO; UEFA

Berita Terkait

PORTUGAL akhirnya melaju ke babak perempat final setelah susah payah mengalahkan Kroasia dengan skor tipis 1-0 di Lens, Sabtu (26/6) dini hari WIB.

Perjuangan tim berjuluk Seleccao das Quinas sampai babak tambahan waktu berbuah perempat final Euro 2016

Memulai pertandingan, Portugal bermain cukup hati-hati. Sedangkan, pada sisi lain, Kroasia lebih bermain menunggu pada awal-awal babak pertama. 

Hal ini membuat babak pertama berjalan sedikit monoton. Bahkan, sampai menit ke-30 tak ada peluang yang benar-benar diciptakan oleh kedua negara ini.

Pada ke-35, Portugal sesekali masuk ke pertahana Kroasia. Melalui William Carvalho, mereka melakukan serangan balik. Namun, usahanya sia-sia lantaran rapatnya oertahanan Kroasia.

Enam menit berselang, Kroasia mulai keluar. Mereka mulai menyerang melalui sisi kiri dengan mengandalkan Strinic yang mengirim umpan silang. Namun, semuanya kembali mentah karna Jose Fonte sigap merebut bola.

Skor kacamata berakhir hingga turun minum. Memasukki paruh kedua, permainan Portugal dan Kroasia mulai membaik.

Pada menit ke-53, Kroasia nyaris membuka keunggiulan melalui Perisic dan Mario Mandzukic. Memanfaatkan skema tendangan sudut, Mandzukic gagal menggapai bola.

Portugal gantian mengancam tiga menit berselang melalui Renato Sanches. Kerja sama satu dua dengan Joao Mario diakhiri tendangan Sanches dari luar kotak penalti, tapi sepakannya yang menyusur tanah masih menyamping jauh dari gawang Kroasia.

Sampai menit ke-75, kedua tim masih buntu. Bahkan, secara statistik tak ada satu sepakan on target hingga 15 menit terakhir ini.

Memasuki lima menit terakhir, situasi tak jauh berubah. Tak ada satupun peluang matang yang diciptakan Portugal maupun Kroasia

Skor imbang 0-0 akhirnya bertahan sampai wasit kembali meniupkan peluitnya. Pertandingan akhirnya terpaksa dilanjutkan pada babak tambahan.

Babak perpanjangan waktu baru lima menit, Portugal kembali mengancam melalui Nani. Namun, lagi-lagi belum mencapai target.

Bahkan, saking monotonnya, sampai babak pertama perpanjangan waktu ditiupkan, skor kacamata belum juga berganti.

Memasuki babak kedua perpanjangan waktu, pertandingan mulai hidup kembali. Kedua tim mulai keluar mencari gol kemenangan.

Pada menit ke-112, Domagoj Vida nyaris membuka gol. Berawal dari sepak pojok Marcelo Brozovic, Vida menanduk bola. Namun sayang, sundulannya masih mengapung tipis di atas gawang Rui Patricio.

Kroasia tampaknya ingin menyudahi pertandingan hanya 120 menit. Pada menit ke-116, Perisic mendapatkan peluang matang. Sepakannya masih membentur mistar gawang Rui Patricio.

Akan tetapi, serangan tersebut malah menjadi malapetaka untuk Kroasia. Pasalnya, Portugal sukses memanfaaatkan serangan baliknya semenit kemudian.

Berawal dari tendangan Cristiano Ronaldo yang ditepis oleh Subasic, Ricardo Quaresma sukses memanfaatkan bola muntah dengan kepalanya. Skor 1-0 akhirnya tercipta.

Usai gol tersebut, Kroasia beberapa kali mencoba menyerang. Namun, sampai peluit panjang wasit tak ada lagi gol yang tercipta. Atas hasil ini, Portugal jumpa Polandia di babak perempat final.

Pelatih Portugal, Fernando Santos, mengaku sempat dibuat hilang arah dalam bermain kala menghadapi perlawanan Kroasia di Stade Bollaert-Delelis Minggu (26/6) dini hari WIB. Dia mengacungi jempol dengan perlawanan sengit dari Luka Modric cs.

Pada laga tersebut, Cristiano Ronaldo cs memang harus melewati perjuangan yang panjang untuk masuk ke perempat final. Mereka baru bisa mengalahkan Kroasia di babak 16-besar pada menit ke-116 lewat gol Ricardo Quaresma.

"Pertandingan tadi sangat ketat. Portugal mencoba mengambil alih, tetapi Kroasia tak membiarkan kami. Demikian juga dengan mereka. Kroasia sempat bikin kami hilang arah," kata Santos dikutip laman resmi UEFA.

Imbuhnya, "Kami melawan tim yang luar biasa. Pertandingan ini memang ketat. Beruntung, kami bisa mencetak gol."

Santos sendiri menjabarkan kunci rahasia meredam perlawanan anak asuh Ante Cacic tersebut. Dia menginstruksikan anak asuhnya untuk menutup serangan Kroasia mulai dari lini kedua.

"Kami tak mengizinkan mereka melakukan serangan balik dari tengah. Perlahan permainan kami juga membaik," beber dia.

Mengenai permainan yang monoton, Santos tak peduli. Menurutnya saat ini, Seleccao das Quinas bisa lolos ke 8-besar.

"Kadang Anda harus bermain pragmatis. Tentu sangat baik bila bermain cantik. Namun, itu tak selalu menjadi cara Anda menang dalam sebuah turnamen," pungkas dia.

Jagokan Juara

Pelatih Kroasia, Ante Cacic, malah menjagokan Portugal juara Euro 2016 setelah negaranya terhenti di fase 16-besar Euro 2016. Menurutnya, Pirtugal memang bermain dengan kualitas tinggi pada Euro kali ini.

Pertandingan tadi, Kroasia sebenarnya bisa menahan gempuran-gempuran Cristiano Ronaldo cs. Sayang, dewi fortuna belum berpihak kepada Kroasia pada gelaran kali ini.

"Tentu saja, hasil ini membuat kami sedih. Kami memiliki peluang besar. Kami tahu, tadi melawan tim kuat. Saya hanya bisa mengucapkan selamat kepada pemain saya. Ini hanya kurang beruntung," sebut Cacic dikutip laman resmi UEFA.

Seharusnya, lanjut Cacic, permainan Luka Modric cs lebih baik. Namun, gol tak kunjung datang dan harus dihukum Portugal lewat serangan balik.

"Ya inilah sepak bola. Portugal adalah tim yang berkualitas tinggi dengan pemain berpengalaman. Jika ada favorit memenangkan turnamen ini, kami jagokan mereka juara," kata dia.

Imbuhnya, "Semuanya sempurna selain fakta bahwa kami tak mencetak gol. Kami tak berhasil menyerang. Kami hanya dihukum oleh serangan balik."

Meski gagal membawa Kroasia melangkah lebih jauh, Cacic tak begitu kecewa. Sebab, perjalanan Kroasia sejauh ini sudah luar biasa.

"Mereka bermain disiplin. Para pemain sudah menunjukkan yang terbaik dan memberikan segalanya. Bedanya, mereka mencetak gol, dan kami tidak. Kami harus melihat masa depan dan berpikir tentang Piala Dunia di Rusia untuk persiapkan tim ini lagi," tandas dia.(ies/JPG)

Susunan Pemain

Kroasia (4-2-3-1): Subasic, Strinic, perisic, Corluka, Rakitic (Marko Pjaca 110'), Modric, Srna, Brozovic, Mandzukic (Kalinic 88'), Badelj, Vida

Portugal (4-4-2): Rui Patricio, Cedric, Pepe, Fonte, Guerreiro, Joao Mario (Ricardo Quaresma 87'), Adrien Silva (Danilo Pereira 108'), William Carvalho, Andre Gomez (Renato Sanhes 50'), Nani, Ronaldo

 

 

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait