KPP Bea dan Cukai Sintete Musnahkan Barang Tegahan Rp66 Juta

KPP Bea dan Cukai Sintete Musnahkan Barang Tegahan Rp66 Juta

  Kamis, 28 January 2016 09:52
PEMUSNAHAN: Kepala KPPBC Madya Pabean C Sintete Aris Sudarminto, Asisten II Setda U Sentosa, Kapolres AKBP Sunario, Kajari M Kandi, Kepala Balai Karantina, Danramil, serta Komandan Pos TNI AL Pemangkat melakukan pemusnahan barang tegahan di halaman Kantor KPPBC TMP C Sintete, kemarin (27/1). (inset) Aris Sudarminto

Berita Terkait

SAMBAS – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP) Sintete melakukan pemusnahan barang tegahan senilai Rp66.001.562. Barang-barang tersebut merupakan hasil penindakan selama periode 2014 – 2015, Rabu (27/1) kemarin.

Di antara sekian banyak barang barang milik negara eks Kepabeanan dan Cukai KPPBC TMP C Sintete, yang terbanyak dimusnahkan adalah produk rokok. Pasalnya, produk tersebut masuk ke daerah ini tanpa memenuhi ketentuan Undang-Undang (UU) Cukai Nomor 11 Tahun 1995 Jo Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.Jumlah rokok yang dimusnahkan setidaknya 177.838 batang. Sementara barang lainnya yang ikut dimusnahkan di antaranya laptop sebanyak dua unit, pestisida (42 botol), bahan perangsang getah karet (43 botol), pupuk tanaman (285 pack), mesin genset (1 unit), mesin chainsaw (1 unit), dan MMEA golongan B, empat botol.

"Jadi dari hasil pencegahan dan penindakan sepanjang tahun 2014 – 2015 total nilai barang dimusnahkan Rp66 juta, dengan total kerugian negara di bidang cukai sebesar Rp56.076.562," ungkap Aris Sudarminto, kepala KPPBC Madya Pabean C Sintete didampingi Sukarto, kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, kepada koran ini usai kegiatan pemusnahan.

Banyaknya rokok yang berhasil disita ini, kata Aris, merupakan produk lokal. Semuanya, menurut dia, di-dropping dari Jawa ke Kalimantan. Motifnya, diakui dia beragam, dengan hendak mengelabui petugas hingga pemasangan pita cukai palsu pada produk rokok tersebut. “Mereka menggunakan cara yang tidak tepat, ada yang tidak menggunakan pita cukai asli, kemudian ada juga pakai pita cukai polos, namun ada juga yang salah, kemudian ada juga pembuatan harusnya untuk sigaret kretek tangan (SKT), namun ditempel dengan sigaret kretek mesin (SKM),” ungkapnya.

Pemusnahan seluruh hasil tegahan ini dilakukan dengan cara dibakar. Turut ikut melakukan pemusnahan bersama Aris Sudarminto adalah Bupati Sambas dengan diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas, Kapolres Sambas, Kepala Kejaksaan Negeri Sambas, Kepala Balai Karantina, Danramil Sambas, Komandan Pos TNI AL Pemangkat, serta tamu undangan lainnya.  

Selain itu, Aris juga mengungkapkan pada 2015 mereka berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp4.791.029.000, yang berasal dari komponen bea masuk. Pengungkapan tersebut, menurut dia, belum termasuk penerimaan dalam rangka impor sebesar Rp16.101.788.000, yang berasal dari komponen PPN impor dan PPh Ps 22 impor. “Penerimaan ini  mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata dia.

Diungkapkan dia juga jika pada 2014, realisasi penerimaan KPPBC TMP C Sintete adalah sebesar Rp4.171.959.000. Penerimaan tersebut, menurut dia, berasal dari komponen bea masuk sebesar Rp2.771.069.000, yang berasal dari komponen PPN impor dan PPh Ps 22 impor.

Ke depan Aris berharap adanya sinergis antarlintas sektoral, dalam rangka penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai. Selain itu, dia juga menegaskan jika ke depannya mereka berkomitmen untuk bekerja keras meningkatkan kinerja untuk hasil optimal. “Melalui peningkatkan pelayanan dan pengawasan seperti patroli darat dan laut, dan terus meningkatkan koodinasi dan sinergis dengan instansi lainnya,” janji dia. (har)

 

 

Berita Terkait