KPK Tangkap 5 Orang di Sumsel, Satunya Bupati Banyuasin

KPK Tangkap 5 Orang di Sumsel, Satunya Bupati Banyuasin

  Senin, 5 September 2016 05:39
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (tengah) saat dikawal ketat oleh petugas ketika tiba di bandara SMB II Palembang untuk menuju ke Jakarta. Bupati Banyuasin ini ditangkap oleh KPK terkait dana bantuan dana hibah di Kabupaten Banyausin, Minggu (4/9). FOTO SUMATERA EKSPRES

Berita Terkait

PALEMBANG - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (4/9) meringkus lima orang. Satu diantaranya adalah bupati setempat, Yan Anton Ferdian.

Dia ditangkap di rumah dinasnya, Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin, Jalan Lingkar, Sekojo, Pangkalan Balai Banyuasin, ketika baru saja walimatus safar atau pengajian untuk keberangkatannya ke tanah suci.

Penangkapan kelima tersangka itu belum diketahui dalam kasus apa. Namun dari informasi diperoleh Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), diduga mereka terlibat dalam kasus dugaan suap proyek bantuan sekolah menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan sosial (Bansos) bencana alam senilai Rp21 miliar.

Selain menangkap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menggiring empat orang lainnya.

Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), mereka yang diringkus itu adalah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Umar Usman, Kasubag Rumah Tangga Pemkab Banyuasin, Darus. Dua orang lainnya Taryo (PNS diknas) dan seorang pengusaha (kontraktor), Kirman.

Sebelum menangkap bupati Cs, sehari sebelumnya KPK sudah mengamankan seorang pengusaha bernama Zul.

Dia ditangkap di Jakarta. Kuat dugaan terkait kasus yang sama.

Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati membenarkan penangkapan tersebut. Namun, dia tak merinci jumlah orang yang ditangkap.

Terkait kasus apa, termasuk berapa nominal uang dan barang bukti sapa saja yang diamankan.

"Benar hari ini (kemarin, red) ada OTT di Sumatera Selatan. Mengenai siapa, berapa orang dan kasusnya apa? Akan diumumkan besok (hari ini, red)," kata Yuyuk.

Penangkapan itu berlangsung setelah hajatan keberangkatan walimatus Safar baru selesai digelar.

Acara ini melepas Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dan istri Vinita Citra Karini ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji yang akan berangkat Rabu (6/9) mendatang.

Beruntung tidak banyak tamu undangan yang menyaksikan proses penangkapan itu. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Banyuasin serta unsur muspida lainnya sebagian sudah pulang.

“Ini musibah. Semoga permasalah ini cepat selesai. Saat ini, saya harus segera kembali ke Banyuasin agar roda pemerintahan sehari-hari tetap berjalan, ” kata Sekretaris Daerah Pemkab Banyuasin Firmansyah.

Dia mengaku tidak mengetahui permasalahan apa yang menimpah  bupati. Termasuk berapa orang yang ditangkap, dia juga mengaku tidak tahu. “Saya benar-benar tidak tahu,” tukas Firmansyah. 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengaku kecewa karena saat ini masih ada saja kepala daerah yang melakukan perbuatan melawan hukum dengan menerima suap. 

Padahal sumpah jabatan mereka telah berjanji kepada masyarakat tidak melakukan melawan hukum termasuk menerima suap.

"Sangat disayangkan karena masih ada kepala daerah yang OTT kasus suap proyek daerah. Kasihan pemilihnya dalam Pilkada," ujar Tjahjo saat dikonfirmasi, Minggu (4/9).

Saat disinggung Bupati Banyuasin berinisial YAF apakah akan diberhentikan dari jabatannya. Mantan anggota Komisi I DPR mengaku belum bisa memberikan sikap. Pasalnya ia mesti menunggu keterangan dari KPK terlebih dahulu. "Kemendagri menunggu pengumuman resmi KPK dahulu untuk mengambil keputusan terkait hal tersebut," katanya.(vis/win/iil/JPG)

 

Berita Terkait