KPK Dalami Proyek Lain di Kemenpupera

KPK Dalami Proyek Lain di Kemenpupera

  Selasa, 29 March 2016 15:47

Berita Terkait

JAKARTA--Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi Priharsa Nugraha mengatakan, KPK tidak hanya mengusut dugaan suap anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait proyek jalan di Maluku.
Menurut Priharsa, KPK mengusut lebih dari satu proyek yang terkait Kemenpupera maupun Komisi V DPR.  "Yang jelas lebih dari satu (proyek)," kata Priharsa di markas KPK, Selasa (29/3).
Hanya saja, pria berkacamata ini masih enggan membeberkan proyek-proyek yang tengah diusut anak buah Agus Rahardjo Cs itu. "Kami belum bisa menyampaikan secara pasti karena masih dalam proses," ungkap Priharsa.
KPK membuka peluang adanya tersangka baru selain yang sudah dijerat. "Itu yang masih di dalami," tegasnya.
Saat ini, kata Priharsa, KPK belum menyimpulkan apa pun dari pendalaman yang dilakukan tersebut. "Kalau kesimpulannya itu (nanti) jika sudah ada penetapan tersangka," ujar Priharsa.
Pengusutan masih berjalan. KPK sudah menggeledah kantor Kemenpupera di Jakarta Selatan. Sejumlah dokumen dan barang elektronik disita. "Ini untuk dianalisis dan dicari kesesuaiannya," jelas dia.
Bahkan, sejumlah pejabat Ditjen Bina Marga Kemenpupera juga sudah diperiksa. Pun demikian dengan sejumlah anggota Komisi V DPR.
Senin (28/3) mendatang, penyidik menjadwalkan memeriksa Yoseph Umarhadi anggota DPR Fraksi PDIP, M Nizar Zahro anggota DPR Fraksi Gerindra, dan Andi Taufan Tiro anggota Komisi V DPR Fraksi PAN sebagai saksi untuk Budi Supriyanto.  Priharsa mengatakan,  ketiganya diperiksa dalam kapasitas sebagai anggota DPR apa yang diketahui terkait proses pembahasan anggaran di DPR. "Lebih mendalami  pembahasan anggaran," tegas Priharsa. (ody)

Berita Terkait