Kostrad Bongkar Kasus Narkoba , Diduga Libatkan Oknum DPR

Kostrad Bongkar Kasus Narkoba , Diduga Libatkan Oknum DPR

  Rabu, 24 February 2016 08:26

Berita Terkait

JAKARTA -- Tim Yonintel Kostrad dan Polisi Militer TNI AD dikabarkan menggelar razia di kompleks perumahan Kostrad di kawasan Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (22/2). Hasilnya bukan hanya oknum TNI yang terjaring, tetapi juga ada oknum personel Polri dan oknum anggota DPR.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengungkapan itu berawal dari tes urine terhadap 146 personel TNI AD. Hasilnya,  tiga personel diduga positif narkoba. Yakni, Sertu AS, Kopka Nas, Kopka Bam.Dari pemeriksaan asal di telepon seluler Bam, ternyata yang bersangkutan diduga tak cuma pemakai. Sebab, ada indikasi bahwa ia juga sebagai pengedar narkoba dan beking judi toto gelap. 

Dari pengembangan, tim juga menduga ada enam warga sipil berinisial H, O, J, S dan S yang diduga sebagai kurir dan pemakai. Sedangkan anggota DPR yang terseret adalah IH. Salah satu politikus yang disebut-sebut anak bekas wakil presiden itu menjadi pembeli narkoba dari Serka Kar. Selain itu, terungkap pula lima personel Polri diduga juga sebagai pembeli. Yakni Briptu E, Aiptu A, Bripka AB, Aipda W, san Aiptu A, serta seorang oknum TNI Pratu A. Total yang diduga terlibat adalah delapan oknum TNI AD, lima anggota Polri dan enam sipil. Dari unsur sipil itu termasuk anggota DPR berinisial IH. Namun, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI M Sabrar Fadhillah dikonfirmasi Pontianak Post, Selasa (23/2) belum bersedia mengangkat telepon selulernya.

Kepala Penerangan Kostrad Letnan Kolonel Infanteri Heru Dwi Wahana membenarkan ada pengungkapan narkoba tersebut.  Heru menegaskan saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman internal terhadap oknum TNI yang diamankan. "Ini kami masih lakukan pendalaman internal," tegas Heru menjawab Pontianak Post, Selasa (23/2). 

Karenanya, Heru mengaku tak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait pengungkapan yang menjerat oknum TNI, Polri, masyarakat sipil serta oknum DPR itu. "Kami belum bisa sampaikan lebih jelas," ujar Heru. Yang pasti, ia menegaskan pendalaman masih terus dilakukan di internal mereka. "Kostrad berkomitmen dalam pemberantasan narkoba," tuntas Heru. (ody) 

 

Berita Terkait