Korban Red Bull Ring

Korban Red Bull Ring

  Minggu, 14 Agustus 2016 10:03
LATIHAN | Pembalap Honda Marc Marquez saat sesi latihan bebas di sirkuit Red Bull Ring (12/8) di Spielberg, Austria. JOE KLAMAR / AFP

Berita Terkait

SPIELBERG- Kekhawatiran bahwa sirkuit Red Bull Ring mengandung bahaya di beberapa titik menemukan konfirmasi. Dua sesi latihan bebas hari pertama dua rider top menjadi korban. Dan seperti diprediksi sebelumnya Ducati mendominasi.

Sesi latihan pagi menumbangkan rider Repsol Honda Dani Pedrosa. Di tikungan sembilan (T9) motornya kehilangan kendali lalu menabrak pembatas. Akibat benturan keras tersebut kantong udara (air fence) di sekitar T9 rusak parah. Bahkan RC213V tunggangan rider Spanyol tersebut mendarat di atas tumpukan ban yang berada tepat di belakang air fence. 

Akibat insiden tersebut sesi yang berlangsung 45 menit tersebut dihentikan pada menit ke-12. Red flag. Butuh sekitar 15 menit untuk memperbaiki kerusakan tersebut sebelum sesi dilanjutkan kembali. 

Saat sesi dihentikan rider Aspar Ducati Yonny Hernandez mencatat waktu tercepat 1 menit 26,306 detik. Namun ketika sesi berlanjut raihan itu dengan cepat dilewati rider Suzuki Ecstas Maverick Vinales dengan torehan 1 menit 25,866 detik.

Sejak sesi latihan pertama rider-rider Ducati sudah mengintip di posisi atas. Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone finis di posisi 2-3 secara berurutan dengan selisih sekitar 0,2 detik. Bahkan Dovi hanya terpisah sangat tipis 0,079 detik di belakang Vinales.   

Valentino Rossi menjadi pembalap Yamaha tercepat dengan menduduki posisi keempat di sesi pagi. Sedangkan Marc Marquez memastikan diri sebagai pembalap Honda tercepat di posisi keenam. Jarak rider teratas hingga keenam hanya terpisah tak sampai 0,5 detik. 

Di sesi sore kecelakaan menimpa rekan satu tim Vinales di Suzuki Aleix Espargaro. Insiden tersebut terjadi di Tikungan 8 yang sebelumnya disebut Rossi sebagai titik paling berbahaya di Red Bull Ring. Dalam kondisi normal tikungan ini sangat cepat dan posisinya sangat dekat tembok. ''Ini akan menjadi bagian yang paling berbahaya dan harus diperbaiki musim depan,'' ucap Rossi.

Akibat kecelakaan tersebut Espargaro mengalami retak jari tengah tangan kirinya. Kondisinya akan dievaluasi hari ini jelang latihan bebas ketiga (FP3). Ini bukan cedera jari pertama bagi kakak Pol Espargaro (Tech 3-Yamaha). Cedera yang hampir sama pernah menimpa jari manis sebalah kiri saat turun di FP4 GP Silverstone 2013 lalu. Bahkan tahun lalu pembalap Spanyol tersebut juga menjalani operasi pada ibu jarinya saat celaka di Le Mans. 

Pada sesi sore dominasi Ducati sudah tak terbendung lagi. Jika sesi pagi Vinales menjadi yang tercepat di FP2 kecepatan duo Ducati dalam melahap satu putaran terbukti tak terkalahkan. Dovizioso mencatat lap terbaik 1 menit 23,617 detik lebih cepat 0,2 detik dari rekan setimnya Iannone. Sedangkan Vinales kembali mengintip di tempat ketiga dengan jedah cukup lebar 0,854 detik. 

Rossi tetap menjadi satu-satunya Alien -sebutan pembalap top MotoGP- yeng mendekati dominasi Ducati. Dia berada di posisi keempat dengan interval 0,866 detik. 

Dengan temperatur trek naik lebih dari 18 derajat celsius di sesi sore, ban baru yang dibawa Michelin ke Austria bisa bekerja dengan baik. Untuk diketahui sesi pagi temperatur udara hanya 9 derajat celsius, dengan suhu trek sekitar 24 derajat celsius. Dengan suhu yang membaik catatan waktu rider terus dikepras. 

Hasil FP2 kemarin sore memberi gambaran lebih terang terhadap babak kualifikasi nanti malam. Duo Ducati akan sangat kuat dengan ancaman ketat dari Vinales. Honda sedikit kesulitan sedangkan Yamaha akan lebih baik.

Seperti dikhawatirkan Dani Pedrosa, Red Bull Ring adalah trek yang sulit untuk melakukan overtaking. Karena itu sesi kualifikasi akan sangat menentukan.

Sesi latihan sore diwarnai pertengkaran antara Iannone dan rider Aspar-Ducati Eugene Laverty. Iannone tak terima dengan lap terakhir Laverty yang menurutnya sengaja menutupi jalurnya. Usai sesi latihan, Iannone mendatangi Laverty dan memakinya. Dia juga mengingatkan agar berhati-hati jika melihat rider lebih kencang di belakangnya. 

Laverty merasa tak bersalah mengkritik sikap Iannone yang tidak menghargai pembalap lain. ''Kalau ada rider yang sengaja memelankan motornya dan yang lain terganggu karena ingin menyalipnya, dia boleh marah. Tapi aku sama sekali tidak pelan, itu adalah lap tercepatnya di FP2. Memang lebih lambat 2,5 detik dari dia tapi itu lap terbaikku hari ini (kemarin),'' tukasnya. (cak)

Berita Terkait