Korban Penipuan Dimas Kanjeng Terus Bertambah, Polda Kalbar Imbau Warga Melapor

Korban Penipuan Dimas Kanjeng Terus Bertambah, Polda Kalbar Imbau Warga Melapor

  Senin, 3 Oktober 2016 11:25
FOTO JAWA POS

Berita Terkait

SURABAYA – Kasus penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi perlahan mulai terkuak. Satu persatu korbannya mulai berani datang dan melapor ke kantor polisi. Salah satunya Wisnu Sunarsono, yang kemarin (2/9) sekitar pukul 11.00 datang ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

            Wisnu sendiri datang untuk melaporkan almarhum ayahnya, Kasianto, yang pernah menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng. Dia juga membawa bukti bahwa ayahnya pernah membayar uang Rp300 juta sebagai mahar ketika aktif menjadi santri di Padepokan Dimas Kanjeng.

            Kepada polisi, Wisnu mengatakan sang ayah memang mantan murid dari Dimas Kanjeng. Mulai 2012 hingga 2015, warga Tambak Asri itu jadi pengikutnya. Berawal dari ajakan teman, Kasianto makin terjerumus sejak diiming-imingi uang yang berlipat ganda oleh Dimas Kanjeng.

            Salah satu iming-imingnya adalah pemberian kotak kayu yang disebut-sebut sebagai ATM Penggandaan Uang. Bahkan, Kasianto rela membayar mahar sebesar Rp300 juta hanya untuk memilikinya. Itu belum termasuk pembayaran mahar tiap kali mengikuti istiqotsah.

            Kotak kayu itu terlihat biasa dari bagian luar. Seperti kotak kayu untuk menyimpan berbagai perlengkapan, tidak ada ornamen di bagian luarnya. Hanya ukiran dengan huruf arab di bagian penutupnya.

            Tinggi kotak kayu itu sekitaran 11 centimeter. Panjang dan lebarnya berturut-turut 40 centimeter dan 30 centimeter. Kotak kayu itu cukup tebal dan berbau wangi saat dibuka bagian penutupnya.

            Beberapa benda yang ada di dalamnya dibungkus kain bewarna hijau. Mirip dengan kain yang sering digunakan Dimas Kanjeng sewaktu memberi hasil penggandaan uang kepada santrinya saat istiqotsah. Sisi-sisinya berumbai dan bewarna kuning.

            Ada 18 benda tersimpan di balik kain hijau tersebut. Benda itu tersimpan rapi, ditumpuk-tumpuk memenuhi bagian dalamnya. Yang paling atas ada selendang warna hitam, 7 buah jimat, 2 bilah keris, 11 kalung dan gelang warna emas. Serta ada juga kantong kecil warna hitam yang berisi beberapa botol minyak wangi dan puluhan batu akik.

            Di bawahnya, ada beberapa benda yang sama sekali tidak terlihat 'mistis'. Dua jam tangan merek Rolex, 1 lembar uang kertas mata uang Thailand, 1 lembar uang kertas dolar Amerika Serikat, 3 lembar uang kertas mata uang Korea Selatan, dan tiga lembar uang kertas Indonesia. Ada pula beberapa bukti kuitansi, sumpah padepokan, ID Card Santri Padepokan, foto Dimas Kanjeng dengan Presiden Jokowi, dan beberapa benda lain.

“Bisa jadi alat bukti baru dalam kasus penipuan Dimas Kanjeng. Ini akan dilimpahkan ke Polda Jatim,'' Kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete

            Mantan Kasatreskrim Polrestabes itu juga mengapresiasi atas tindakan yang dilakukan Wisnu. Sebab, dengan memberikan laporan dan barang bukti baru, pengusutan kasus penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng akan cepat selesai. ''Jangan takut lapor polisi kalau jadi korban Dimas Kanjeng, semakin banyak alat bukti semakin mudah mengungkap kasus ini,'' harapnya.

            Di sisi lain, jika Polda Jatim menerima berkas laporan tersebut, berarti pihaknya sudah mengantongi 4 nama terkait korban penipuan Dimas Kanjeng. ''Untuk saat ini masih 3 saja, nanti kalau berkasnya sudah saya terima, baru ada penjelasan lebih lanjut,'' ujar AKBP Cecep Ibrahim, Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim.

            Seperti yang diketahui sebelumnya, Polda Jatim memang sudah mengantongi 3 nama terkait penipuan Dimas Kanjeng. Yang pertama adalah Priyatno Sukohadi asal Jember. Dia sudah menyerahkan uang sebesar Rp900 juta kepada Dimas Kanjeng melalui Ismail Hidayah. ''Dari laporan itu, kita menemukan kasus pembunuhan yang diotaki Dimas Kanjeng,'' terangnya.

            Setelah itu, ada pula Rahmadi Suko Ari Wibowo. Nilai uang yang diserahkan kepada Dimas Kanjeng fantastis, yakni 1,5 miliar. Paling baru adalah M. Nur Najmul Muin, anak bungsu Najmiah Muin, yang melapor pada 30 September lalu.

Diimbau Melapor

Sementara itu, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat terus mendalami informasi  warga Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah yang diduga menjadi pengikut Dimas Kanjeng Tata Pribadi.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Suhadi mengatakan, berdasarkan data sementara ada 16 warga Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah yang diduga menjadi pengikut Dimas Kanjeng.

Keenam belas warga tersebut terdiri dari 15 warga Desa Sungai Pinyuh dan satu warga Desa Rasau, Kecamatan Sungai Pinyuh.  Yakni, warga Rt/Rw : 003/002  sebanyak 1 orang, warga Rt/Rw : 004/002 sebanyak 2 orang, Warga Rt/Rw : 007/002 sebanyak 5 orang, warga Rt/Rw: 010/002 sebanyak 3 orang dan Warga Gang Usaha  sebanyak 4 orang.

            "Mereka ini sebagian sudah ada yang kembali dan sebagian masih bertahan di padepokan,  saat ini pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas sedang mendalami informasi dari mereka yang sudah kembali, apakah tidak kembalinya karena tidak ada dana atau karena hal lain," katanya.

            Suhadi mengatakan, jika memang ada yang merasa dirugikan oleh pemilik padepokan Dimas Kanjeng, Suhadi mengimbau untuk segera melapor ke Polres Mempawah yang nantinya akan dikordinasikan dengan  Mabes Polri.

            "Kalau ternyata ada yang merasa dirugikan, silahkan melapor. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Mabes Polri," terangnya.

            Sebelumnya, Polsek Sungai Pinyuh telah melakukan pendataan terhadap warga Kecamatan Sungai Pinyuh yang diduga menjadi pengikut Dimas Kanjeng.

            "Bedasarkan pendataan sementara ada 16 warga yang diduga ikut dalam padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawwa Timur. Mereka terdiri dari 15 orang asal Kelurahan Sungai Pinyuh dan satu orang dari Kelurahan Rasau. Jadi total sementara warga Kecamatan Sungai Pinyuh ada 16 orang," kata Kompol Agus Dwi Cahyono, Kapolsek Sungai Pinyuh, belum lama ini. Pendataan ini, kata Agus akan terus dilakukan. Mengingat tidak menutup kemungkinan jumlahnya terus bertambah.

 

Prihatin

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Ermin Elviani mengaku prihatin apabila ada warga dari Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah yang diduga menjadi pengikut dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

”Harusnya masyarakat lebih melek lah. Tidak mudah tergoda dengan bujuk rayu mengadakan uang atau apalah. Kan kasian masyarakat menjadi korban. Selain uang belum tentu kembali, juga dibuat repot dengan urusan beginian,” ujarnya, kemarin di Pontianak.

Menurut Ermin, warga Kalbar harusnya tidak  tidak mudah terbuai dengan hal-hal yang dianggap berada di luar nalar dan akal manusia. Terjeratnya Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Cemengkalang, Desa Wangkal, Probolinggo, Jawa Timur karena terduga sebagai otak pembunuhan dan bisa mengadakan uang dalam jumlah besar adalah akhir episode cerita.

”Intinya, seandainya masih ada sebagian warga percaya cerita menggandakan uang, jelas miris sekali saya dengarnya. Bicara realita dunia kan tidak ada seperti itu," ujarnya.

Dia pun berharap, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menilai suatu hal yang sangat menggiurkan seperti yang ditawarkan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. "Jangan mudah percaya. Hal-hal demikian tidak mudah dapat dilaksanakan seperti pengadaan uang, uang mahar dalam jumlah besar dan lain sebagainya. Yang ada itu mungkin mencetak uang palsu, setelah itu dibelanjakan," ujar politisi dapil Kubu Raya-Mempawah ini.

 

Rekonstruksi

Pengusutan kasus pembunuhan yang melibatkan Kanjeng Dimas Taat Pribadi terus bergulir. Hari ini, Subditreskrimum Polda Jawa Timur akan menggelar rekonstruksi terkait pembunuhan yang dilakukan kepada salah satu korban, Abdul Gani, 43. Reka ulang itu akan dilakukan di Padepokan Dimas Kanjeng dengan menghadirkan sejumlah tersangka secara langsung.

            Seperti yang diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono kemarin (2/9). Dia mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan terkait rekonstruksi itu. Baik itu keamanan ataupun konsep pelaksanaan rekonstruksi. ''Persiapan sudah maksimal, besok (hari ini, Red) tinggal pelaksanaan saja,'' ujarnya.

            Untuk keamanan sendiri, Padepokan Dimas Kanjeng sejak kemarin sudah dijaga sejumlah personil. Diantaranya personel dari satuan Brimob di Watu Kosek yang berdekatan dengan lokasi rekonstruksi. ''Untuk jumlah kita situasional saja, lihat kondisi besok bagaimana,'' terang Argo. (rid/arf/den)

 

Berita Terkait