Korban Bertambah, Keracunan di Binjau Hulu

Korban Bertambah, Keracunan di Binjau Hulu

  Selasa, 22 December 2015 10:11
BERTAMBAH: Korban keracunan makanan terpaksa dirawat di selasar Puskesmas. SUTAMI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 
SINTANG-Jumlah korban  keracunan makanan pesta ulang tahun di desa Telaga I kecamatan Binjai Hulu terus bertambah. Seiring pada Minggu (20/12) malam hingga Senin (21/12) siang pasien  keracunan yang baru masuk Puskesmas Mensiku Binjai tidak kalah banyak dengan pasien sehari sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sintang Hary Sinto Linoh, Senin (21/12) merinci pada Minggu malam sebanyak 16 korban kembali dilarikan ke Puskesmas Mensiku. Jumlahnya terus bertambah, karena pada Senin siang sebanyak 12 korban harus menjalani perawatan di Puskesmas.  

Menurut Sinto dengan penambahan korban pada Minggu malam dan Senin siang, total keseluruhan korban keracunan menjadi 82 orang. Karena, pada Sabtu malam yang sudah mendapatkan pengobatan sebanyak 58 pasien.Sinto menambahkan sajian makanan yang disantap korban  saat menghadiri perayaan  ulang tahun sudah diambel samplenya. Sample itu telah  dikirim ke BPPOM Pontianak. "Kita langsung kirim pada Minggu malam," kata Sinto.

Karena itu, menurut Sinto, pihaknya belum bisa menyimpulkan pemicu keracunan para korban. Kendati kuat dugaan berasal dari kue yang disantap korban. "Kita akan menunggu hasil BPPOM. Mungkin seminggu hasilnya sudah bisa kita ketahui," kata Sinto. Menurut Sinto saat korban keracunan mulai berjatuhan, pemkab Sintang melalui Dinas Kesehatan memberi perhatian seriuas untuk penanganan medisnya. Tiga ambulan milik dinkes langsung dikerahkan menuju Binjai untuk mengangkut pasien. Kemudian obat-obatan serta infus juga dikirim. "Para medis, baik bidan yang tempat tugasnya berdekatan dengan Puskesmas Binjai  juga kita siagakan, membantu menangani korban," kata Sinto.

Sementara para korban, lanjut Sinto, bisa mengalami pusing, diare hingga muntah-muntah merupakan reaksi atas mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan tidak layak bagi tubuh. "Kemungkinan ada barang kadaluarsa. Kalau bahan makanan  berjaamur akan memberi reaksi bagi tubuh dengan cara muntah dan diare," kata Sinto.   Sinto menambahkan supaya kasus serupa tidak terulang, maka diimbau masyarakat memperhatikan kebersihan makanan. Kemudian melihat batas akhir masa kadaluarsanya. Dan, lanjut Sinto, upaya terbaik dalam menangani korban keracunan adalah langsung dilarikan ke puskesmas, klinik, rumah sakit atau tenaga medis terdekat. (stm)

 

Berita Terkait