Korban Banjir Diserang Penyakit

Korban Banjir Diserang Penyakit

  Kamis, 19 May 2016 09:33
TERENDAM: Banjir merendam ratusan rumah di lima kecamatan di Kabupaten Mempawah. Hingga kemarin, beberapa korban mulai terserang aneka penyakit akibat banjir. Bantuan pun terus berdatangan. WAHYU IZMIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Sudah hampir sepekan banjir merendam Kabupaten Mempawah. Hingga Rabu (18/5), ketinggian air semakin bertambah dan kawasan banjir meluas. Kondisi itu diperburuk dengan kesehatan para korban banjir yang mulai diserang penyakit.  

Kasubbid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD) Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto mengungkapkan, dari pantauannya daerah rendaman banjir semakin meluas.

“Secara keseluruhan wilayah banjir masih berada di empat kecamatan yakni Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Toho dan Sadaniang. Namun, untuk wilayah rendaman ada penambahan. Seperti Kelurahan Terusan, Desa Penibung dan beberapa daerah lain,” terang Didik menjawab Pontianak Post.

Selain wilayah rendaman banjir yang semakin meluas, Didik menyebut volume banjir juga semakin bertambah. Pada sejumlah daerah ketinggian air terus naik dan diperkirakan masih akan naik hingga beberapa hari kedepan. “Namun, ada pula beberapa daerah yang sudah mulai surut,” imbuhnya.

Terkait kondisi korban banjir, Didik mengatakan cukup sulit untuk melakukan pemantauan. Sebab, banyak korban yang enggan dievakuasi ke posko pengungsian. Mereka tetap bertahan didalam rumah.

“Beberapa korban baik orang tua maupun anak-anak ada yang sudah terserang penyakit. Jenis penyakitnya gatal-gatal. Tetapi, mereka sudah ditangani dengan baik oleh petugas kesehatan yang setiap hari bertugas di posko banjir,” terangnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mempawah terus menyalurkan bantuan untuk para korban banjir. Dipimpin langsung Wakil Bupati Gusti Ramlana, tim mendistribusikan bantuan makanan di sejumlah posko banjir yang ada diwilayah Kecamatan Mempawah Hilir dan Mempawah Timur. Bantuan yang diberikan berupa bahan pokok seperti beras, mie instan, minyak makan, ikan sarden dan lainnya.

Proses penyerahan bantuan ke sejumlah posko berjalan maraton. Berangkat dari posko utama di Wisma Chandramidi Mempawah, tim langsung menuju Kantor Desa Pasir. Setelah menurunkan bantuan dan dilakukan serah-terima barang, tim kembali bergerak menuju ke posko banjir di Desa Sejegi Mempawah Timur. Berikutnya, tim menyambangi posko banjir di Desa Penibung Kecamatan Mempawah Hilir.

Luasnya wilayah rendaman banjir di Kabupaten Mempawah membuat penyaluran bantuan membutuhkan waktu yang cukup lama. Belum lagi kendala akses jalan yang terendam banjir hingga mobilitas mobil pengangkut bantuan sedikit terhambat.

“Penyaluran bantuan kepada para korban banjir dilakukan secara bertahap. Hal itu disebabkan kendala jarak antarwilayah yang terkena banjir. Har ini (kemarin), kita targetkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Mempawah Hilir dan Timur. Berikutnya ke wilayah kecamatan lain,” sebut Gusti Ramlana di Kantor Desa Pasir.

Ramlana mengungkapkan, bantuan yang disalurkan kepada korban banjir tidak hanya berasal dari Pemerintah Kabupaten Mempawah saja. Melainkan beberapa pihak lain juga berpartisipasi memberikan sumbangsih meringankan beban korban banjir. Seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Bank Kalbar dan pihak-pihak lainnya.

“Yang paling penting, bantuan segera didistribusikan dan sampai kepada korban banjir. Sebab, para korban sangat membutuhkan asupan makanan. Sambil kita memantau terus kondisi banjir di lapangan,” tegas Ramlana.

Lebih jauh, Ramlana menilai dalam menghadapi situasi banjir maka kepedulian antarsesama dan kekompakan menjadi keharusan. Upaya penanganan banjir, akan berjalan dengan baik dan maksimal jika terjalin sinergitas antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

“Makanya kami menghimbau seluruh pihak untuk membantu sesama saudara kita yang menjadi korban banjir. Inilah saatnya kita untuk saling tolong menolong, bukan saling menyalahkan,” pungkasnya.(wah)

Berita Terkait