Korban Banjir Butuhkan Obat Kulit

Korban Banjir Butuhkan Obat Kulit

  Selasa, 23 February 2016 09:47
BANJIR: TIm medis memberikan pelayanan kesehatan kepada korban bencana banjir di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang.FOTO AIRIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BENGKAYANG--Tim medis memberikan pelayanan kesehatan secara rutin kepada korban bencana banjir di kawasan perbatasan negara, Kecamatan Seluas dan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.

Puluhan anak-anak, orang dewasa dan lansia mendapatkan chekup kesehatan secara gratis. Rata-rata keluhan kesehatan dialami korban bencana banjir adalah gangguan pernafasan dan penyakit gatal-gatal pada kulit."Pemeriksaan kesehatan pada anak-anak dan orang dewasa sudah diberikan. Terutama kesehatan balita yang usianya dibawah lima tahun ekstra diperhatikan," ucap Ketua Tim Posko Kesehatan Korban Banjir Seluas, Gimin, A.Md.Kep, Senin (22/2) kepada media ini.

Dia mengatakan kondisi kesehatan para korban bencana banjir tidak terlalu mengkhawatirkan. Tim kesehatan hanya membutuhkan persedian obat-obatan salap kulit dan obat ganguan pada pernafasan.Ia menuturkan, persedian obat-obatan seperti penyakit diare sudah lengkap. Hanya saat ini kebutuhan air bersih belum terpenuhi. Sehingga korban bencana banjir kewalahan mendapatkan air bersih di kawasan perbatasan negara.

"Air bersih sangat penting dalam situasi banjir. Apalagi korban banjir tidak bisa pergi kemana-mana. Jalan utama tidak bisa dilewati kendaraan," ungkapnya tim posko kesehatan bencana banjir di kawasan perbatasan negara.Kapolsek Seluas, Kabupaten Bengkayang IPTU Marhiba, SH menambahkan jumlah rumah warga yang tenggelam banjir mencapai depalan puluhan kepala keluarga. Diantaranya warga yang berada di Dusun Seluas dan Dusun Pisang, di kawasan perbatasan negara, Kabupaten Bengkayang.Jalan raya dan puluhan rumah penduduk sudah tenggelam banjir. Diperkirakan ketinggian air akan semakin meningkat Ini karena hujan belum reda di wilayah perbatasan negara," terangnya.

Dia menyatakan bencana banjir setiap tahun menjadi langganan bagi masyarakat di kawasan perbatasan negara. Bencana banjir pada awal tahun 2016 dinilainya terparah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.Ia mengungkapkan sementara ini hampir dua ratus rumah warga secara keseluruhan tergenangi banjir. Serta bencana banjir juga merusak beberapa fasilitas umum yang berada di kawasan perbatasan negara.

"Ini karena intensitas curah hujan sangat tinggi. Aliran sungai yang tersedia tidak mampu menampung debet air hujan. Akibatnya, aliran sungai meluap didataran lebih rendah dan mengenai rumah penduduk," imbuhnya saat membangun kembali posko bencana banjir di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. (irn)

 
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Berita Terkait