Koran Penuh Inspirasi

Koran Penuh Inspirasi

  Selasa, 2 February 2016 10:36
Graha Pena Pontianak Post. Foto Asep Haryono / www.simplyasep.com

Berita Terkait

PONTIANAK - Harian Pontianak Post kini berumur 43 tahun. Usia yang terbilang tak muda bagi sebuah media. Berbagai kalangan menilai, di usia yang tak muda lagi, banyak sudah kontribusi koran dengan slogan Pertama dan Utama di Kalimantan Barat itu untuk kemajuan Kalimantan Barat.

Wali Kota Pontianak, Sutarmdiji menyadari Kota Pontianak bisa maju salah satunya berkat dorongan media. “Saya atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan pribadi mengucapkan selamat kepada Pontianak Post yang kini berusia 43 tahun. Dari sisi media, 43 tahun adalah usia yang cukup tua dan kami mengapresiasi bahwa Pontianak Post bisa terus berkembang untuk memberi pencerahan khususnya masyarakat Kalbar,” ucapnya.

Bagi Midji, Harian Pontianak Post sudah tidak asing. Pasalnya, selama ini Pemkot Pontianak sering bekerjasama dengan harian yang dulunya bernama Akcaya ini, terutama dalam menyampaikan informasi. “Dari media juga menyadarkan masyarakat untuk arti pentingnya menjaga kebersamaan untuk kemajuan kota ini. Dan itu terus dilakukan Pontianak Post. Semoga Pontianak Post tetap jaya dan bisa terus berkembang dan menjadi pilihan baacaan media di Kalbar,” ungkapnya.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan itu melihat di sisi pemberitaan serta penempatan berita semakin baik terlebih penyajian tiap berita tersampaikan dengan kalimat yang mudah dicerna oleh pembaca, khususnya pemberitaan tentang Kalbar dengan porsi tiap daerah sudah pas. “Peran media penting, karena bisa mengekpose potensi tiap daerah. Saya berharap semua kepala daerah selalu bisa tampil untuk memberi informasi. Karena media dapat menjadi penyampai pesan visi misi daerahnya,” jelasnya.

Media juga sebagai wadah untuk masyarakat berkomunikasi, baik menyampaikan kritik dan masukan bagi pemerintah daerah  sehingga secara tidak langsung aspirasi masyarakat pada pemerintah dapat diketahui melalui Koran Pontianak Post.

Arti media bagi suami Lismaryani secara pribadi penting. Makanya, ia tetap meluangkan waktu untuk media ketika diminta untuk memberikan keterangan yang ingin dicari pencari berita. Ia menyadari, tanpa media mungkin ia tidak bisa seperti sekarang. “Medialah yang membesarkan saya karena media mampu mengajak masyarakat Pontianak untuk bersama-sama membangun Kota Pontianak untuk lebih maju,” ucapnya.

Ketika ditanya perkembangan Pontianak saat ini, ia mengatakan bahwa Pontianak bisa dibangun dengan cepat seperti saat ini karena peran media yang selalu kritis. Sehingga memberi dorongan masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan. “Secara pribadi kontribusi media untuk karir saya sebagai politisi sangat besar dan saya berterima kasih kepada media yang sudah menjadikan saya seperti ini. Makanya untuk sekali lagi untuk media Pontianak Post saya selalu punya waktu. Semoga di umur yang sekarang dapat terus maju dan berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPR RI asal Kalimantan Barat Daniel Johan juga menilai Pontianak Post telah memainkan peran sebagai pers yang profesional. Pemberitaan Pontianak Post dinilainya sangat berimbang dan objektif. “Fakta-fakta yang diungkapkan Pontianak Post menjadi rujukan bagi pemerintah dan berbagai kalangan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Menurut Daniel, Pontianak Post yang tersebar di 14 kabupaten kota sangat membantu dalam penyebaran informasi. Terutama mendorong pembangunan di setiap daerah. “Saya bangga dengan Pontianak Post karena setiap ke rumah warga, Pontianak Selalu terlihat. Pontianak Post telah menjadi referensi berita bagi warga Kalbar,” lanjutnya.

Hal senada dikatakan Sekretaris Daerah Kalimantan Barat M Zeet Hamdy. Menurut Zeet, Pontianak Post memiliki rasa emosional dengan Pemprov Kalbar. Pemprov pun selalu berharap agar Pontianak Post terus tumbuh agar besar dan besar lagi sehingga menjadi kebanggaan rakyat Kalbar. “Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-43 kepada Pontianak Post. Usia yang sudah melampaui angka 40 tahun. Ini membuktikan Pontianak Post mampu bertahan dan sangat dewasa sebagai koran terbesar di Kalbar,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) Eddy Suratman menilai, sebagai salah satu media cetak di Kalbar sejauh ini harian Pontianak Post sudah sangat baik. Menurutnya sampai saat ini koran cetak belum tergantikan meski arus informasi digital sudah begitu luas dan cepat.

Bahkan baginya  Pontianak Post sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Saat dia harus bertugas ke luar daerah pun, keluarga di rumah sudah mengerti untuk selalu menyimpankan koran-koran yang sudah lalu. “Ketika saya pulang ke rumah koran-koran itu pasti akan saya baca,” akunya.

Dia pun menganalogikan hubungannya dengan Pontianak Post seperti manusia dan makanan. Sehari saja tidak makan tentu akan kelaparan, sehari tidak membaca Pontianak Post tidak enak rasanya. “Saya mengucapkan selamat kepada Pontianak Post karena sudah mempengaruhi hidup saya hingga menjadi ketergantungan, saya pikir banyak pembaca lain di Kalbar seperti saya,” katanya.

Sementera itu, Pengamat Sosial Politik Untan Jumadi menilai sejauh ini Pontianak Post telah banyak memberikan kontribusinya. Terutama dalam menjalankan fungsi media sebagai sumber informasi dan edukasi kepada masyarakat. “Itu harus dipertahankan, sebagai koran lokal yang bisa memberikan inspirasi untuk perubahan,” katanya.

Selain memberikan informasi dan edukasi yang positif bagi masyarakat, menurutnya Pontianak Post juga telah berhasil menjalankan kontrol sosial. Mampu memberikan warna, karena banyak pemberitaan yang dimuat justru menjadi bagian dalam mengontrol kinerja pemerintah dan pembangunan. “Saya ucapkan selamat ulang tahun, tetap menjadi media yang memberikan informasi, edukasi dan juga hiburan,” ucapnya.Dia pun berharap di umur Pontianak Post yang hampir mancapai setengah abad, koran ini bisa terus menjaga idealismenya. Fungsi kontrol harus tetap melekat dalam media. “Jika tidak mampu menjaga itu kepercayaan publik tentu akan pudar,” tutupnya.(iza/bar/uni)

Berita Terkait