Kontributor Metro TV Sopiri Setnov

Kontributor Metro TV Sopiri Setnov

  Sabtu, 18 November 2017 10:00
AFP

Berita Terkait

Sosok Hilman Mattauch, kontributor Metro TV, menjadi perbincangan. Namanya mencuat setelah dia diketahui bersama Setya Novanto (Setnov) ketika mengalami kecelakaan di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Kamis malam (17/11). Hilman kini berstatus tersangka di Polda Metro Jaya. Dia dianggap lalai mengendarai Toyota Fortuner hingga mengakibatkan Setnov harus dirawat di rumah sakit.

Sepak terjang Hilman selama tiga tahun terakhir tidak asing di kalangan awak media di lingkungan DPR. Pada 2014–2016, dia menjadi ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen alias press room DPR. Pemilihan ketua press room menggunakan sistem pemilihan layaknya pilkada. Yakni, pemilihnya adalah para wartawan press room DPR. Hilman memimpin selama dua tahun bersamaan dengan Setnov menjabat ketua DPR.

Romdony Setiawan, ketua press room 2016–2018 sebagai pengganti Hilman, mengungkapkan, posisi Hilman sebagai ketua saat itu membuatnya mulai dekat dengan Setnov. ’’Setahu saya, mulai dekat dengan Setnov sejak 2014 sampai 2016, pada periode kepemimpinan Hilman. Nah, di kurun waktu 2014 itu, Hilman banyak komunikasi dengan Setnov, bahkan sampai saat ini,’’ ujar wartawan Rakyat Merdeka itu.

Dony, sapaan akrab Romdony, menyatakan, kedekatan Setnov dengan Hilman terbilang intens. Dalam sejumlah kegiatan Setnov, baik sebagai ketua DPR maupun ketua umum Partai Golkar, pasti ada sosok Hilman di sekitar politikus yang berkali-kali terseret kasus hukum tersebut. Hilman juga sering memberikan saran serta pertimbangan kepada Setnov meski selama ini Setnov dikelilingi orang-orang dekatnya.

’’Sebetulnya semua pihak bisa komunikasi dengan Setnov. Tapi, mungkin Hilman yang banyak didengar saran dan pertimbangannya,’’ tuturnya.

Dari penelusuran, Hilman awalnya dikenal sebagai kontributor Metro TV wilayah Jakarta Barat. Keberadaan Kantor DPP Partai Golkar di kawasan Slipi, Jakarta Barat, membuat Hilman sering hilir mudik di kantor partai berlambang beringin tersebut.

Lambat laun, Hilman mulai masuk ke wilayah kompleks parlemen. Kedekatannya dengan sejumlah petinggi partai membuat Hilman banyak dikenal. Sebelum Setnov memimpin DPR, Hilman juga dekat dengan Ketua DPR dari Fraksi Partai Demokrat Marzuki Alie.

Kedekatan Hilman dengan Setnov beberapa kali terlihat di luar posisinya sebagai jurnalis. Saat Setnov masih mau memenuhi panggilan penyidik kasus e-KTP, Hilman beberapa kali terlihat di sekitar gedung KPK. Bahkan, mobil Toyota Fortuner yang menabrak tiang listrik kala itu juga digunakan untuk mengantar Setnov ke gedung KPK.

Dony mengaku tidak tahu persis motif Hilman begitu dekat dengan Setnov. Namun, dia menegaskan, media tempat Hilman bernaung perlu memberikan klarifikasi terkait dengan isu atau tudingan bahwa Hilman terlibat melarikan Setnov saat akan dijemput KPK.

’’Itu urusannya dengan medianya Hilman ya. Menyembunyikan, melarikan, itu kan antara kode etik wartawan, kode etik kita sebagai wartawan dengan Hilman dan institusi medianya. Itu urusan dia. Nanti kalau misalkan dia terbukti melanggar hukum atau melanggar kode etik, ya medianya yang memberikan sanksi,’’ tandasnya.

Sementara itu, pihak Metro TV kemarin memberikan penjelasan melalui rilis. Dalam rilis itu disebutkan, sebelumnya pada Kamis (16/11) bagian peliputan Metro TV menugasi beberapa tim reporter atau kontributor untuk menemukan dan berupaya keras mendapatkan liputan eksklusif bersama Setnov atau membawanya ke studio Metro TV untuk wawancara eksklusif.

Nah, Kamis sore, Hilman melapor kepada koordinator liputan Metro TV bahwa dirinya telah menghubungi Setnov dan menyampaikan bahwa Setnov berencana menyerahkan diri ke KPK pada malamnya. Selanjutnya, setelah melalui upaya negosiasi, Hilman mendapatkan wawancara eksklusif bersama Setnov melalui sambungan telepon yang ditayangkan dalam program Primetime News Metro TV.

’’Metro TV tidak menoleransi dan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran kode etik terkait dengan tindakan Saudara Hilman dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya sebagai kontributor Metro TV,’’ tegas Pemred Metro TV Don Bosco Selamun.

Di sisi lain, aparat kepolisian terus menggali penyebab insiden kecelakaan yang menimpa Setnov. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menyampaikan, ada empat saksi yang telah diperiksa. Salah satunya adalah Hilman yang menjadi sopir Fortuner yang ditumpangi Setnov.

Tidak banyak keterangan yang disampaikan Halim. Sebab, menurut dia, anggota masih menyelidiki insiden tersebut. Karena itu, pihaknya belum bisa memaparkan banyak informasi. ’’Yang pasti, anggota langsung bekerja,’’ ujar Halim.

Sementara itu, bangkai mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi ketua DPR tersebut masih teronggok di unit laka lantas ditlantas, Pancoran, Jakarta Selatan. Halim menyebutkan, mobil itu dibeli Hilman setahun lalu dari Aminuddin, warga Cinere, Depok, Jawa Barat.

Dia menyatakan, banyak hal yang perlu digali polisi. ’’Hingga kini, anggota masih memeriksa bagian mobil yang mengalami kerusakan pascainsiden tersebut,’’ tambahnya.

Halim lantas memaparkan hasil olah TKP. Dari olah TKP, pihaknya memang tidak menemukan bekas pengereman di lokasi kejadian. Halim berdalih, jejak ban bekas pengereman bisa saja tidak terlihat karena hujan. ’’Sekarang masih didalami lagi ini. Kami kan punya alatnya meski tidak terlihat (bekas ban),’’ ungkap mantan analis kebijakan Madya Jianstra Sops Mabes Polri itu.

Dimintai konfirmasi di tempat terpisah, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menegaskan bahwa tidak ada kejanggalan. Keterangan dari mantan Kapolres Nunukan, Kaltim, itu berubah-ubah. Pada pukul 11.30, Argo menyebutkan bahwa Hilman ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden laka lantas itu.

Informasi tersebut didapat koran ini di depan kantor humas Mapolda Metro. Kemudian, sekitar pukul 16.27, Argo menyatakan bahwa Hilman belum ditetapkan sebagai tersangka. Dia menegaskan, Hilman masih diperiksa sebagai saksi di Pancoran. Status Hilman bakal berubah setelah 24 jam.

Hilman diperiksa sejak kemarin sekitar pukul 08.00. Artinya, jika ada perubahan status Hilman, perubahan dilakukan pada Sabtu (hari ini) pukul 08.00. Argo mengungkapkan, Hilman disangkakan melanggar dua pasal. Yakni, pasal 283 jo pasal 310 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 283 menerangkan, tidak boleh ada aktivitas lain ketika berkendara. Misalnya, menggunakan handphone. Selanjutnya, pasal 310 menyatakan hukuman bagi seseorang yang mengemudikan kendaraan yang mengakibatkan laka lantas.

Menurut Argo, total hukuman dengan jerat dua pasal itu adalah 1 tahun 4 bulan kurungan. Karena hukuman itu kurang dari lima tahun, Hilman tidak ditahan.

Dalam kasus tersebut, ada sejumlah kejanggalan dalam penanganan polisi. Pertama, keterangan polisi berubah-ubah. Tidak konsisten. Kejanggalan kedua terkait dengan sikap polisi yang terkesan menutup-nutupi insiden tersebut. Misalnya, keberadaan bangkai mobil yang ditumpangi Setnov. Pada Kamis malam (16/11) Jawa Pos melihat mobil itu berada di Pancoran. Namun, polisi menegaskan bahwa tidak ada mobil yang ditumpangi Setnov.

Kejanggalan ketiga mengenai kondisi Setnov. Argo menyatakan, saat kejadian, Setnov duduk di kursi tengah mobil. Yang mengemudikan adalah Hilman. Namun, setelah insiden itu, justru Setnov mengalami luka parah, bukan Hilman.

Logikanya, Hilman sangat mungkin mengalami luka parah jika dibandingkan dengan Setnov. Sebab, Hilman berposisi paling depan. Lalu, mengapa Setnov yang terluka parah, sedangkan Hilman tidak?

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur menambahkan, pihaknya tengah mengumpulkan barang bukti terkait dengan indikasi bahwa Hilman membantu menyembunyikan Setnov. Dia menegaskan, Hilman bisa dijerat pasal merintangi penyidikan KPK dan kode etik jurnalistik.

’’Sejauh ini, baru kuasa hukum Setnov yang kami laporkan ke KPK dengan tuduhan obstruction of justice,’’ katanya. (bay/tyo/sam/c5/agm)

Berita Terkait