Konsumsi Sendiri, Ingin Jadi Sentra di Kalbar

Konsumsi Sendiri, Ingin Jadi Sentra di Kalbar

  Kamis, 19 May 2016 09:48
PERDANA: Kabid Holtikultura Distanak Kabupaten Sambas, Vivin Elviana melakukan penanaman perdana bawang merah di Dusun Senyawan Desa Matang Labong, Tebas. FAHROZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Lahan gambut di Kalbar khususnya di Kabupaten Sambas, menjadi tantangan tersendiri para petani. Petani dusun Senyawan, Desa Matang Labong Kecamatan Tebas menanam bawang merah (Allium ascalonicum). Sekarang keberhasilan mulai nampak. Ke depan tentu perlu uluran tangan pemerintah serta pihak terkait agar bisa mewujudkan kawasan ini menjadi sentra bawang merah di Kalbar.

FAHROZI- Sambas

JANHAR (55) merupakan salah satu petani di Dusun Senyawan Desa Matang Labong Kecamatan Tebas yang mencoba menanam bawang merah. Berniat untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Dirinya berniat, bersama dengan petani-petani lainnya ingin memperluas area tanam komoditi ini.

“Awalnya cukup untuk makan saja (mencukupi kebutuhan dapur),” kata Janhar. 

Itupun dengan pupuk dan perawatan seadanya. Sehingga buah bawang merah yang dihasilkan tidak terlalu banyak. Menurutnya, hal ini dikarenakan lahan gambut yang ada. Menjadi kendala tersendiri. Sehingga jika ingin menanamnya di lahan gambut, pupuk atau pun perawatan memerlukan biaya dan tenaga ekstra. Adanya kondisi ini, jika itu dilakukan secara pribadi, dirasakan sangat berat.

Tantangan menanam tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan di dunia di lahan gambut. Juga diungkapkan Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TH-TBPP) Desa Matang Labung, Yunia. Diperlukan perawatan khusus, diantaranya pemberian kapur di tanah yang akan dijadikan area penanaman bawang merah harus dilakukan. Termasuk adanya metode pemupukan yang dilakukan dengan khusus agar bawang merah yang ditanam di lahan gambut bisa berhasil.

Bak gayung bersambut. Apa yang dicita-citakan petani di Dusun Senyawan, yakni ingin wilayahnya menjadi sentral bawang merah. Mulai bisa terlihat. Diantaranya beberapa program pemerintah kabupaten Sambas melalui Dinas Pertanian dan Peternakan yang didukung Bank Indonesia (BI) memberikan bantuan untuk mengembangkan tanaman

tersebut.

Seperti dilakukan Kelompok Tani Karya Usaha Dusun Senyawan Desa Matang Labong pada rabu (18/5). Yakni melakukan penanaman bawang merah di area seluas 0,7 Hektare. Dan ini dilakukan adanya dukungan dari Bank Indonesia.

Disampaikan Sarpili, Kelompok Tani Karya Usaha. Ini merupakan penanaman pertama yang dilakukan kelompoknya di area yang hamper mencapai satu hektare. Sebelumnya, juga bantuan dari pihak yang sama. Penanaman juga dilakukan pada  Demonstrasi Plot (Demplot) diluasan 500 meter persegi.

“Berawal dari adanya tanda-tanda keberhasilan saat di Demplot. BI kembali memberikan bantuan, yang sekarang ini kita lakukan, yakni menanam bawang merah di area 0,7 hektare,” kata Sarpili. 

Diharapkan, dengan luasan yang ada ini. Paling tidak separuh dari hasil panennya nanti. Akan disiapkan untuk petani-petani lain di Dusun Senyawan dalam rangka memperluas area tanam bawang merah. 

Bahkan, berdasarkan pengamatan di pasaran. Bawang merah hasil Demplot petani Senyawan. Tak kalah dengan bawang merah yang didatangkan dari pulau jawa. Termasuk butiran komoditi tersebut, dianggap lebih besar dibanding bawang merah yang didatangkan dari jawa yang masuk ke Kabupaten Sambas.

“Kalau ini berhasil. Akan membuat kawasan baru area bawang merah untuk perluasan. Dan nantinya akan terus bertambah, sehingga ke depannya dusun ini bisa menjadi sentra bawang merah,” kata Sarpili. 

Kabid Holtikultura Distanak Kabupaten Sambas, Vivin elviana mengatakan saat ini, masih dalam tahap uji coba dalam rangka pengembangan tanaman bawang merah di beberapa wilayah di Kabupaten Sambas. 

“Kita lihat hasilnya, termasuk dari demplot yang tersebar di beberapa kecamatan. Jika memang ini berhasil. Kita akan ajukan ke pemerintah pusat, ke depannya untuk menjadikan beberapa wilayah di Sambas menjadi sentra tanaman bawang merah,” kata Vivin Elviana. 

Ini akan menjadi penting. Dimana kebutuhan bawang merah di Kabupaten Sambas. Selama ini masih didatangkan dari Pulau jawa melalui Pontianak. Harganya pun terkadang menyebabkan terjadi inflasi karena naik bahkan stoknya pun terkadang terbatas. (*)

Berita Terkait