Konsumsi Pertalite Terus Meningkat

Konsumsi Pertalite Terus Meningkat

  Jumat, 21 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

KONSUMSI bahan bakar minyak jenis Pertalite terus meningkat di Kalimatan Barat. Branch Manager Pertamina Kalbarteng, Eko Hardjito saat dihubungi di Balikpapan, mengatakan, hingga saat ini pemakaian bahan bakar jenis pertalite di Kalimantan Barat sebesar 190 kiloliter/hari.

Walaupun dibandingkan dengan premium, kontribusinya masih lebih kecil. “Premium itu rata-rata 900kl/hari. Tetapi Pertalite penjualannya meningkat beberapa kali lipat dari awal-awal produk ini diluncurkan. Kontribusinya sudah 20 persen terhadap penjualan kita,” ujarnya, kemarin (20/10).

Dia mengatakan, masyarakat sesungguhnya cukup mengutamakan kualitas dan ketersediaan pasokan, kendati harganya relatif mahal. Sehingga produk ini diterima dengan baik. "Pada dasarnya ada peningkatan permintaan BBM jenis pertalite di Kalbar sejak diluncurkan karena masyarakat atau konsumen yang lebih memilih kualitas BBM yang lebih baik dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan premium,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengapresiasi terobosan PT Pertamina yang sudah meluncurkan pertalite dan mendapat sambutan positif dari masyarakat sebagai BBM alternatif selain premium. "Penjualan pertalite saat ini meningkat pesat sejak diluncurkan Juli 2015, artinya produk terobosan Pertamina tersebut disukai masyarakat. Rakyat diberi beberapa pilihan untuk memilih produk yang mereka inginkan,” ungkapnya.

Pertalite yang RON-nya 90 atau lebih tinggi dari premium RON 88 merupakan BBM produksi hasil aksi korporasi Pertamina yang dimotori jajaran Pertamina Direktorat Pemasaran, ternyata disukai masyarakat, sehingga pantas diapresiasi.

Menurut dia, terobosan Pertamina yang sukses tidak hanya untuk BBM jenis pertalite, tetapi yang baru-baru ini BBM dexlite sebagai pilihan selain solar, penjualannya juga telah meningkat hingga sebesar 15 persen. "Hal itu jelas membuktikan bahwa masyarakat juga menginginkan BBM yang `berkelas yang bisa memberi nilai lebih pada kendaraan mereka," katanya.

Artinya menurut dia, persoalan besaran harga jual sudah tidak lagi menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat, hal itu, juga terlihat dengan terus meningkatnya penjualan BBM jenis pertamax yang saat ini banyak dibeli oleh para pemilik sepeda motor. “Subsidi terhadap solar diharapkan menurun karena meningkatnya penggunaan dexlite dan impor premium akan berkurang karena berkembang pesatnya penggunaan pertalite," ujarnya.

Dalam sulitnya perekonomian dunia yang terkait menurunnya harga jual minyak, pemerintah sudah saatnya mengamanatkan secara tegas kepada Pertamina untuk selalu berfikir cerdas dan bekerja keras melahirkan produk produk inovatif lainnya serta menggalakkan pemasaran produknya sehingga Pertamina tetap mampu memberi kontribusi pendapatan bagi negara tanpa harus tergantung dengan merosotnya harga minyak dunia. (ars)

Berita Terkait