Konser di Perbatasan RI, Slank Bakal Buat Prasasti

Konser di Perbatasan RI, Slank Bakal Buat Prasasti

  Selasa, 10 May 2016 21:27
Slank di Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (10/5). Dedi Yondra/JawaPos.com

Berita Terkait

Grup band Slank dijadwalkan menggelar konser di dua daerah perbatasan. Yaitu, di Singkawang, Kalimantan Barat pada 15 Mei 2016 dan Atambua, Nusa Tenggara Timur pada 31 Mei.

Selain menghibur penggemar di sana, grup yang diisi Bimbim, Kaka, Ivanka, Ridho, dan Abdee ini juga bakal membuat sebuah prasasti.

"Kita mau bikin prasasti di dua tempat itu, bakal kita semen. Sebagai bukti kalau negara Indonesia ini negara asalnya Slank," kata Bimbim di Potlot, Jakarta Selatan, Selasa (10/5).

Pembangunan prasasti itu punya alasan baik. Pemilik album PLUR itu ingin menularkan semangat nasionalisme dan bangga pada Tanah Air. Sebab, gelaran konser di dua daerah perbatasan itu punya misi pembangunan daerah perbatasan.

Sementara itu, Kaka berharap konser nanti membantu masalah yang ada di sana. Terutama, soal kebanggaan menjadi warga negara Indonesia ketimbang negara tetangga.

"Masalah yang ada di sana yakni mereka bimbang karena ada di batas dua daerah. Kita mau yakinin mereka Indonesia. Lebih keren," ungkap pelantun Terlalu Manis itu.

Konser bertajuk Konser Indonesia Perbatasan: Membangun Indonesia dari Perbatasan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, IndiHome Telkom, dan Rajawali Indonesia Communication.

Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sengaja mengundang Slank demi mencapai visi penggerakkan daerah perbatasan menuju lebih baik.

Grup yang bermarkas di Potlot itu punya karya yang bisa membangkitkan rasa nasionalisme warga perbatasan. Terutama memotivasi pembarantasan masalah narkoba, TKI, dan teroris yang kerap menjadikan daerah perbatasan sebagai gerbang.

"Slank punya pesan yang kuat dalam lagunya dan punya masa yang besar. Makanya kami ingin pesan itu disampaikan ke daerah perbatasan," kata Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar.

"Pembangunan bangsa bukan hanya fisik tapi juga pendekatan mental, seperti lewat lagunya Slank," sambungnya. (ded/jpg)

Berita Terkait