Konflik Lahan Sawit, Kantor Bupati Digeruduk Massa

Konflik Lahan Sawit, Kantor Bupati Digeruduk Massa

  Selasa, 17 April 2018 11:00
KE BUPATI: Warga Desa Sijang, Kecamatan Galing , yang tergabung dalam Poktan Sekapur Sirih ke kantor Bupati Sambas minta penyelesaian konflik lahan antara petani dengan PT Kaliau Mas Perkasa (PT KMP). FAHRO ZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS – Ratusan Warga Desa Sijang Kecamatan Galing  yang tergabung dalam Kelompok Tani Sekapur Sirih. Mereka berharap Bupati Sambas bisa menyelesaikan konflik lahan masalah lahan yang dihadapi dengan pihak Perusahaan sawit PT Kaliau Mas Perkasa (PT KMP).

Warga mulai berdatangan ke Kantor Bupati Sambas sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan sepeda motor dan dua unit truk. Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Sambas, terlihat mengamankan jalannya aksi damai tersebut.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc langsung menerima warga, melalui perwakilannya pun diminta untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasinya. “Kami warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Sekapur Sirih Desa Sijang, berharap kepada Bupati Sambas, untuk menyelesaikan masalah warga dengan perusahaan sawit PT KMP yang sudah terjadi sekitar sepuluh tahun ini,” kata Perwakilan Warga, Darwadi.

Terlebih, sebutnya, Tim Satgas yang dibentuk Bupati Sambas, sampai sekarang belum juga memperlihatkan hasil yang diharapkan. “Terkahir, kami juga menerima dari pihak Pemkab, untuk mempersilahkan ke kelompok untuk menyelesaikan ke jalur pengadilan. Namun kami sebagai rakyat kecil, yang akan kami lawan ini adalah raksasa (pihak perusahaan), jadi kecil kemungkinan bisa menang,” katanya.

Sehingga dengan aksi damai ke Bupati Sambas, berharap kepada Pemkab bisa membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan ini. “Kami berharap Bupati Sambas bisa memberikan keputusan secepatnya, karena ini sudah lama, fakta dokumen dan hal lainnya sudah kami siapkan,” katanya.

Lahan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Sekapur Sirih, ada sekitar 175 Hektare lahan yang saat ini bersengketa dengan PT KMP. 

Setelah menyampaikan aspirasi, kemudian 20 warga perwakilan diminta masuk dalam ruang aula Kantor Bupati Sambas, untuk dilakukan dialog secara mendalam. Selanjutnya, dari 20 perwakilan warga, diminta tiga atau lima orang, ke ruang Bupati Sambas untuk membahas lebih Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc menyebutkan Pemkab Sambas, pada 7 Februari 2018 sudah melayangkan surat ke PT KMP, yang isinya meminta perhatian dari PT KMP dalam rangka meminimalisir konflik, permasalahan

ini diselesaikan secara kekeluargaan. Dalam surat dari Pemkab Sambas tersebut, juga meminta PT KMP untuk menghentikan aktivitas perkebunan. 

“Sebagai langkah selanjutnya, Pemkab akan memanggil pemilik PT KMP, untuk bisa menyelesaikan secara kekeluargaan masalah ini,” katanya. 

Kepada warga Desa Sijang, Bupati meminta waktu untuk menyelesaikan permasalahan yang tidak sederhana ini, lantaran sudah terjadi sejak sepuluh tahun lalu. “Warga harus dukung saya, tolong saya, dengan kapasitas saya, saya tak bisa sendiri selesaikan masalah ini, warga harus berperan, termasuk dinas terkait dan Tim Satgas,” katanya.(fah)

Berita Terkait