Komplotan Pecah Kaca Mobil Ditembak, Dua Lagi Masih Buron

Komplotan Pecah Kaca Mobil Ditembak, Dua Lagi Masih Buron

  Minggu, 29 November 2015 08:28

Berita Terkait

PONTIANAK – Dua dari empat komplotan pecah kaca mobil berhasil diringkus aparat kepolisian. En dan Mu ditangkap di Bengkayang pada Jumat malam (27/11). Sayangnya, saat proses penangkapan, dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

Untuk menangkap para pelaku yang juga terlibat pencurian dengan kekerasan itu, aparat harus bekerja keras. Para pelaku yang saat ditangkap menggunakan dua unit sepeda motor di Jalan Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, langsung membawa sepeda motor dengan kecepatan tinggi saat mengetahui mereka dibuntuti polisi.

Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Akhirnya polisi yang tak ingin targetnya lepas, melepaskan tembakan peringatan. Namun oleh para pelaku, peringatan tersebut tak diindahkan. Sejurus kemudian, dua dari empat pelaku berhasil dilumpuhkan. Sementara dua pelaku lainnya berhasil lolos.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean, memastikan jika para pelaku yang berhasil ditangkap tersebut, terlibat kasus pencurian dengan kekerasan. Mereka diketahui telah melakukan aksi tersebut di Jalan Ahmad Yani II, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, 22 November lalu.

Kasatreskrim menjelaskan jika aksi mereka ketika itu adalah dengan memecahkan kaca mobil korban. Mereka, menurutnya, menggunakan busi sepeda motor dan ketika itu berhasil mengambil sebuah tas, celana hitam, satu unit telepon genggam (HP), dan uang tunai dengan total kerugian sekitar Rp8 juta.

Dia menjelaskan, dari kejadian itu, anggota Jatanras pun langsung melakukan penyelidikan. Pada 27 November, sekitar pukul 16.00 WIB, mereka melakukan penggeledahan ke salah satu rumah terduga pelaku di Jalan Sungai Raya Dalam, Kubu Raya. “Namun, dari informasi lapangan, para pelaku sudah tidak berada di rumah itu,” kata Andi, Sabtu (28/11).

Menurut Andi, tim langsung melakukan pengejaran di wilayah pelarian, hingga akhirnya dua dari empat pelaku pencurian berhasil ditangkap. “Dari tangan keduanya, disita belasan telepon genggam dan uang tunai sekitar Rp26 juta lebih yang merupakan hasil kejahatan,” ucapnya.

Andi menuturkan, kedua pelaku merupakan kelompok dari Palembang, yang memang sudah bermukim di Pontianak. Dari keterangan keduanya, menurut Kasatreskrim, ternyata ada juga teman mereka yang baru datang  sekitar seminggu ke Pontianak. “Mereka ini komplotan sadis, tak segan-segan melukai korbannya. Ada kemungkinan komplotan mereka tidak hanya di Pontianak, tapi ada juga di wilayah atau kabupaten lain,” tuturnya.

Andi mengungkapkan modus komplotan Palembang tersebut adalah dengan cara membuntuti nasabah bank yang ada di Kota pontianak, kemudian memanfaatkan kelengahan korbannya. Ketika korban meninggalkan mobil untuk berbelanja atau sedang masuk ke toko, diakui Kasatreskrim jika di situlah mereka kemudian beraksi memecahkan kaca mobil korban. “Kedua pelaku akan dikenakan pasal 365 dengan ancaman sembilan tahun penjara,” tegas Andi. (adg)

 

Berita Terkait