Komplek Makam Raja Raja Mempawah Terancam

Komplek Makam Raja Raja Mempawah Terancam

  Jumat, 11 December 2015 08:50
MAKAM RAJA: Bupati H Ria Norsan saat nyekar ke makam raja pertama Mempawah Opu Daeng Menambon. Kini kompleks dikhawatirkan rusak akibat penggalian pasir ilegal. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Aktifitas penambangan pasir ilegal di wilayah cagar budaya makam Opu Daeng Menambon di Dusun Sebukit Rama Desa Pasir mendapat sorotan tajam dari Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim. Wahyu Izmir, MEMPAWAH

DI LOKASI, intensitas penambangan yang semakin tinggi dikhawatirkan mengancam kerusakan maka raja pertama Kerajaan Amantubillah Mempawah itu.“Didepan makam leluhur saya di Sebukit Rama, ada aktifitas penggalian. Dan sekarang kondisinya sudah hampir runtuh. Tolong, aparat kepolisian dan pemerintah daerah segera tangani masalah ini. Kalau sampai makam leluhur kami roboh, pasti kami akan marah,” tegas Mardan pada puncak event budaya robo-robo 2015 di komplek pelabuhan perikanan Kuala Mempawah, Rabu (9/12) pagi.

Raja menilai perlunya campur tangan pemerintah daerah dan aparat kepolisian terhadap aktifitas penambangan pasir di sungai Mempawah itu, agar permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan baik sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku di negeri ini. “Jangan sampai kasus salim kancil terulang di mempawah. Makanya, kami ingatkan agar masalah penambangan ini segera ditangani oleh pihak berwenang,” tegas Raja lagi.

Untuk itu, Raja ke-XIII Kerajaan Amantubillah Mempawah ini mengajak seluruh element masyarakat untuk menjaga kelestarian Sungai Mempawah. Sebab, Sungai Mempawah memiliki sejarah dan menjadi saksi perjuangan masyarakat Mempawah dalam mengusir penjajahan. “Sungai Mempawah inilah yang menjadi saksi betapa gigihnya perjuangan masyarakat pada zaman penjajah. Kami punya pokok pikiran agar sungai ini dijadikan sungai adat. Agar bersama-sama kita jaga dan lestarikan sungai mempawah dari ancaman kerusakan,” ajaknya. Dikonfirmasi, Pj Kepala Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir, Afandi

mengaku aktifitas penambangan pasir disekitar makam Opu Daeng Menambon sampai saat ini masih berlangsung. Bahkan, sambung Afandi, pihaknya mendapatkan pengajuan perizinan dari beberapa pihak yang ingin membuka titik penambangan baru dikawasan itu. “Sampai sekarang aktifitas penambangan masih ada. Dan kemarin, ada yang mengajukan semacam izin untuk penambangan baru. Namun, kami belum tidak memberikan rekomendasi untuk aktifitas tersebut,” tutur Afandi.

Afandi menyebut pihaknya belum memberikan rekomendasi penambangan baru lantaran harus melakukan kajian secara teknis. Mulai dari proses perizinan hingga jarak penambangan dengan wilayah cagar budaya makam Opu Daeng Menambon di Dusun Sebukit Rama Desa Pasir. “Makanya belum bisa kita berikan rekomendasi lagi untuk penambangan yang baru. Kita harus pastikan dulu teknisnya,” pendapatnya. Dilain pihak, Kapolres Mempawah, AKBP Suharjimantoro melalui Kapolsek Mempawah Hilir, AKP Dahomi Siregar mengatakan jajarannya sudah melakukan pengecekan terhadap lokasi penambangan pasir tersebut.

Pihaknya mengimbau para penambang agar melengkapi seluruh proses prizinan tambang sebagaimana yang ditetapkan pemerintah. “Beberapa waktu lalu, kami bersama Camat dan Muspika sudah melakukan pengecekan dilapangan. Mengingat izin tambang yang dikantongi hanya dari Camat dan Kades, maka kita himbau  agar dilengkapi sesuai
ketentuan perundang-undangan,” katanya.(*)

 

 

Berita Terkait