Kompetisi Sains Madrasah Nasional, Bukan Sekadar Lomba

Kompetisi Sains Madrasah Nasional, Bukan Sekadar Lomba

  Rabu, 24 Agustus 2016 09:30
DISAMBUT: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin disambut saat pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional di Pontianak Convention Center, Selasa (23/8). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional tidak hanya ajang perlombaan bagi pelajar madrasah. Justru dari perlombaan yang digelar itu bisa sebagai kesempatan untuk mengukur kualitas pendidikan di madrasah. 

Lukman membuka Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional hari ini di Gedung Pontianak Convention Center. Ini merupakan KSM yang kelima sejak pertama kali digulir. 

Dari pelajaran yang dilombakan itulah, lanjut dia, para siswa bisa melihat sejauh mana kemampuan mereka. Begitu juga pemerintah bisa mengukur kemampuan lainnya. Baik itu untuk tenaga pendidik, mata pelajaran dan para pelajar. 

“Dari sini kami bisa mengetahui kelebihan dan kekurangannya karena sudah memiliki peta kualitas pendidikan madrasah secara nasional. Dari sini juga memudahkan pemerintah daerah untuk intervensi dari sisi mana saja agar bisa ditingkatkan,” jelas Lukman saat didampingi Gubernur Kalbar Cornelis dan Kepala Kantor Kementerian Agama Syahrul Yadi di PCC siang kemarin.

Pelaksanaan tahun ini jatuh di Pontianak. Lukman beralasan dipilihnya kota seribu parit ini sebagai tempat pelaksanaannya karena berkeinginan pengembangan pendidikan keagamaan lebih memprioritaskan wilayah di luar Pulau Jawa. Karena itulah, lanjut dia, acara ini menjadi bentuk perhatian dari Kementerian Agama terhadap pendidikan keagamaan.

“Kami menginginkan adanya pengembangan pendidikan keagamaan, dan itu tidak hanya di Pulau Jawa saja,” kata Lukman. 

Sebagai kegiatan reguler yang digelar setiap tahunnya dia berharap ajang ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Sebab melalui kompetisi itu, kata dia, masing-masing madrasah berlomba mengembangkan sains. 

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis berterima kasih telah memilih Pontianak sebagai tuan rumah pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah Nasional. Dari ajang itu, menurutnya, Kementerian Agama sudah melaksanakan perannya untuk membangun ilmu pengetahuan baik melalui agama maupun keimanan. 

“Dari ajang ini semoga pendidikan keagamaan semakin maju dan dibarengi dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains,” harap Cornelis. 

Menurut Cornelis, dengan penerapan yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan (sains dan teknologi) maka bisa tercipta manusia berkualitas dan berkarakter. Karena itu dia memastikan pemerintah selalu mendukung kegiatan ini. (mse) 

Berita Terkait