Komoditi Terbatas, Ekonomi Kian Terpuruk

Komoditi Terbatas, Ekonomi Kian Terpuruk

  Kamis, 23 June 2016 10:00
MELONJAK: Sayur terus melonjak jelang lebaran. Disamping perekonomian melemah, juga hasil panen tak maksimal. MUJADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Pertengahan Ramadan dan menjelang Idul Fitri pemerintah belum mampu menekan lonjakan kenaikan harga barang kebutuhan pokok di pasaran Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Airin Fitriansyah, SINGKAWANG

HAMPIR semua kebutuhan pokok keluarga tidak mengalami penurunan harga. Hal ini menyebabkan ekonomi masyarakat semakin terpuruk karena minimnya hasil produksi kebutuhan pokok di daerah Kota Singkawang.

"Pasokan barang kebutuhan pokok kita tidak cukup.  Komoditas hasil pertanian daerah terbatas. Ini yang menyebabkan harga barang tidak stabil di pasaran," ucap Sandi (25),  Rabu (22/6) kepada media ini.

Dia mengatakan keterbatasan hasil produksi pertanian daerah menghambat perokonomian masyarakat. Sehingga pedagang dipasaran banyak memasok hasil produksi pertanian dari luar daerah. Seperti produksi pertanian  dari pulau jawa yang banyak beredar di pasaran tradisional di Kalimantan Barat.

Ia menuturkan dengan masuknya hasil produksi pertanian dari pulau Jawa menyebabkan harga barang tidak stabil. Dikarenakan komoditi pertanian daerah tidak mampu bersaing dengan kualitas hasil pertanian dari luar daerah Kalbar.

"Komoditi pertanian kita terbatas. Kita tidak memiliki lahan pertanian yang memadai untuk kebutuhan masyarakat Kota Singkawang maupun masyarakat di Kalimantan Barat," terangnya saat melayani konsumen berbelaja di pasar tradisional Kota Singkawang.

Ibu rumah tangga Riska menambahkan kenaikan harga barang kebutuhan pokok membuatnya harus lebih berhemat. Dikarenakan hasil pendapat yang diperlukan untuk kebutuhan hidup keluarga tidak sebanding dengan harga barang kebutuhan pokok di Kota Singkawang.

"Pedapatan ekonomi masyarakat kita melemah. Harga barang tidak stabil. Banyak masyarakat yang mengeluh karena pendapatan tidak mencukupi kebutuhan keluarga," ucap ibu dua anak tersebut saat berbelanja kebutuhan keluarga.

Dia menyampaikan berbelaja barang kebutuhan pokok selama puasa ramadan dan jelang hari raya Idulfitri terus meningkat dipasaran. Harga beras perkilogram tembus dipasaran Rp 15 ribu, harga telur ayam Rp 26 ribu, bawang  merah Rp 46 ribu dan daging ayam Rp 26 ribu di pasar tradisional Kota Singkawang.

Ia menyatakan ketidakpastian harga barang dipasaran membuat perekonomian masyarakat semakin terpuruk. Ini dibutuhkan peran serta pemerintah daerah dalam menstabilkan ekonomi masyarakat di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

"Kenaikan harga barang kebutuhan pokok ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Ini menyangkut ketahanan pangan miliknya masyarakat. Harga barang tidak stabil karena alasan stok barang kita terbatas dan tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat," imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Singkawang Hendryan menjelaskan kenaikan harga barang tidak hanya tejadi di daerah Kota Singkawang. Tetapi harga barang naik hampir di semua daerah di Kalimantan Barat.

"Kenaikan harga barang sudah biasa menjelang puasa ramadan dan hari raya Idulfitri. Ini karena banyaknya permintaan masyarakat dan stok barang kebutuhan pokok tidak mencukupi. Akhirnya barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga dipasaran," terangnya.Dia menyampaikan pihaknya sudah berusaha menekan inflasi harga barang kebutuhan pokok dipasaran tradisional. Yakni dengan menggelar operasi pasar murah dan menyediakan subsidi harga telur kepada masyarakat Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan setelah operasi pasar murah pihaknya juga akan melakukan pengawasan barang menjelang hari raya Idulfitri di pasar tradisional. Jika ditemukan barang yang dijual merugikan konsumen akan dilakukan penertiban oleh pemerintah daerah Kota Singkawang.

"Kami akan melakukan pengawasan barang kebutuhan pokok tidak layak konsumsi. Yakni barang kadarluarsa dan barang tidak layak pakai. Ini akan berbaya bagi kesehatan masyarakat," tukasnya saat dihubungi media ini. (*)

Berita Terkait