Komitmen FGV Menuju Sawit yang Berkelanjutan

Komitmen FGV Menuju Sawit yang Berkelanjutan

  Senin, 16 April 2018 11:19

Berita Terkait

FGV Holdings Bhd (FGV) mengumumkan pengembangan “Kebijakan Tanpa Deforestasi,  Tanpa Gambut,  dan Tanpa Eksploitasi (NDPE Policy)” yang berlaku sejak 9 April 2018.

Presiden dan  Chief  Executive Officer FGV Grup Dato’ Zakaria Arshad mengatakan FGV memberikan perhatian serius atas upaya-upaya yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan–lingkungan, pekerja, komunitasbisnis, dan masyarakat lokal.

Upaya-upaya berkelanjutan yang dilakukan FGV, menurut Dato’ Zakaria Arshad, terutama menyangkut aspek keadilan sosial, hak warga lokal dalam memperbaiki ekonomi mereka, dan jaminan lingkungan kerja yang aman bagi pekerja, sesuai dengan persyaratan hukum yang berlaku.

Pembangunan berkelanjutan ini merupakan inti dari “Kebijakan Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi” (NDPE Policy) yang mendorong perusahaan dalam hal:

Sistem Pengelolaan Gambut

FGV akan memulihkan semua lahan gambut yang telah dikembangkan sesuai dengan Kebijakan Berkelanjutan 2017, tanpa menimbulkan konflik sosial.

Berkenaan dengan PT TemilaAgro Abadi (PT TAA), FGV telah menyerahkan Rencana Pemulihan Gambut yang terperinci untuk disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dalam pemulihan itu, ketinggian air akan dijaga di level yang sesuai untuk memperbaiki fungsi ekosistem gambut.

Sebagai tambahan, FGV juga mengembangkan Masterplan Pengelolaan Gambut untuk merehabilitasi  area terdampak. Masterplan ini dilaksanakan dengan merundingkannya dulu bersama pemangku kepentingan bersangkutan, terutama dengan masyarakatlokal yang akan terkena dampak dari kebijakan itu.

Sejak 2013, FGV telah bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk memberikan manfaat berkelanjutan di lokasi “kebun plasma” PT TAA di daerah Landak, Kalimantan Barat. Kebun plasma dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat lokal dan layanan social bagi masyarakat di daerah itu.

Pada satu sisi, pemulihan dan pemeliharaan ekosistem yang rentan, penting bagi kesehatan bumi itu sendiri secara keseluruhan.  Namun,  FGV tetap memperhatikan kesejahteraan social bagi masyarakat lokal yang keadaan ekonominya sangat bergantung kepada pembangunan berkelanjutan lahan-lahan tersebut.

Pendekatan HCS

FGV telah menerapkan pendekatan Stok Karbon Tinggi (HCS) di area perkembangan potensial saat ini. Dalam menentukan area pengembangan baru, aspek-aspek lingkungan dan social sangat dikonsiderasikan. FGV telah mewujudkan pendekatan ini dalam proses penyaringan investasi untuk akuisisi lahan di masa depan.

Pendekatan  HCS ini menegaskan komitmen FGV dalam menerapkan standar pembangunan berkelanjutan yang terbaru.

 Biaya Rekrutmen

FGV sangat memperhatikan isu terkait biaya rekrutmen dan praktik rekrutmen yang sesuai dengan kebijakan internal perusahaan, dan pedoman yang relevan. FGV sama sekali tidak membiarkan praktik pemaksaan biaya rekrut menuntuk penempatan kerja. Kecuali biaya yang telah diatur oleh pemerintah Negara asal.**

Berita Terkait