Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

  Minggu, 18 March 2018 08:30
KOMITMEN: Selain menciptakan iklim investasi yang kondusif, Sutarmidji juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM Kalbar. IST

Berita Terkait

UPAYA calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut tiga, Sutarmidji, untuk mempercepat kemajuan Provinsi Kalimantan Barat bukan sekadar wacana. Terbaru, Sutarmidji, berkomitmen menjamin terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kalimantan Barat. 

Menurut Sutarmidji, dengan banyaknya investor yang masuk di Kalimantan Barat akan mendongkrak kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Barat. Utamanya, bisa menyerap banyak tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran secara signifikan di Kalimantan Barat. 

"Dengan memastikan iklim investasi yang kondusif di Kalbar, akan menarik minat para investor untuk semakin banyak datang ke Kalbar dan berinvestasi di sini. Manfaat bagi kita jelas, bisa menyerap tenaga kerja, angka pengangguran bisa dikurangi secara drastis, dan secara tidak langsung juga mendongkrak kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat," jelas Sutarmidji.

Sutarmidji juga menambahkan bahwa iklim investasi yang kondusif saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan upaya serius meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kalimantan Barat. Bagi Sutarmidji, keberadaan SDM Kalbar yang andal dan berdaya saing ke depan adalah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini tak lain agar para investor yang berinvestasi ke Kalbar tidak perlu membawa tenaga kerja dari luar Kalbar. Para investor harus menggunakan tenaga-tenaga ahli dari Kalbar.

"Selain iklim berinvestasi yang harus dipastikan kondusif, SDM Kalbar juga perlu dipersiapkan. Ini untuk mencegah agar para investor yang datang ke Kalbar tidak perlu membawa tenaga kerja dari luar Kalbar. Tapi cukup gunakan SDM lokal Kalbar sebagai tenaga-tenaga ahlinya. Nah, agar para investor ini percaya akan kompetensi SDM lokal kita, harus kita tingkatkan keterampilan dan keahliannya," pungkas Sutarmidji yang pernah dinobatkan sebagai Walikota Terbaik se-Indonesia ini. 

Sementara itu, salah satu pemuda lulusan SMK Melawi mengaku dirinya kesulitan mendapat pekerjaan, lantaran tidak ada pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya. Menurutnya, masih minim sekali lapangan pekerjaan yang sesuai jurusannya. 

"Cari kerja di Kalimantan Barat itu sulit, biasanya lulusan SMK kan sudah punya keterampilan, harusnya ada yang menampung tapi dengan tidak adanya lapangan pekerjaan yang sesuai sehingga kami kesulitan mendapat pekerjaan. Berbeda dengan Kota Pontianak yang sudah semakin maju dengan banyaknya perhotelan," jelas Fahruzi (26), pemuda Melawi

Menanggapi hal tersebut, Sutarmidji juga menjelaskan kurangnya tenaga kerja di Kalimantan Barat disebabkan tidak adanya SDM yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan investor. Untuk itu, Sutarmidji akan mempersiapkan SDM Kalbar dengan memberikan pelatihan dan pemahaman terkait pengambilan jurusan pendidikan yang dibutuhkan Kalimantan Barat. (*)

Berita Terkait