Komit Bantu Ketahanan Pangan

Komit Bantu Ketahanan Pangan

  Jumat, 20 May 2016 09:30
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Berita Terkait

Panglima TNI Raih Penghargaan Untan

PONTIANAK – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan, dunia termasuk Indonesia akan menghadapi krisis pangan di masa depan. Namun, kata dia, Indonesia memiliki keunggulan kuat dalam hal geografis dan iklim dalam masalah tersebut. “Posisi Indonesia yang di daerah tropis dan berada di sekitar khatulistiwa membuat kita selalu disinari matahari, sehingga sangat cocok untuk hidup berbagai tumbuhan,” ujarnya saat memberi orasi ilmiah di Auditorium Universitas Tanjungpura, kemarin (19/5).

Kalimantan Barat, kata dia, punya potensi untuk menjadi daerah penghasil pangan. Terlebih provinsi ini memiliki lahan yang sangat luas. Menurutnya booming pengolahan lahan untuk perkebunan non-pangan harus pula diimbangi dengan tanaman pangan. Hanya saja, menjadi sebuah daerah agraris tidak mudah. Pasalnya hal tersebut berkaitan pula dengan hukum ekonomi.

“Coba saja lihat, kalau harga sawit atau karet naik, semua orang tertawa. Dari perusahaan, petani, pedagang sampai masyarakat senang. Tetapi kalau beras naik atau komoditas pangan lain naik harganya, yang senang hanya petani. Masyarakat mengeluh karena daya beli menurun. Memang tidak mudah menjadi negara agraris,” papar dia.

Gatot menyebut, TNI sangat siap untuk membantu program ketahanan pangan. Sebab TNI bukan hanya membantu ketahanan dari sisi militer tapi juga urusan ketahanan pangan. Selain itu TNI juga harus berperan memastikan wilayah perbatasan yang dijaga tak tertinggal dari negara tetangga.

“Presiden Jokowi pada tahun lalu meminta kepada Menteri Pertanian untuk segera swasembada beras. Waktu itu di Kalimantan Tengah. Kalau tidak tercapai, maka menteri akan dipecat. Saya waktu itu masih KSAD, dan bilang kepada Presiden, TNI siap membantu. Kalau swasembada tidak tercapai, jangan hanya menteri, saya juga harus dipecat,” imbuhnya.

Namun dia mengingatkan, potensi tersebut bisa pula dianggap sebagai ancaman. Pasalnya negara-negara di luar khatulistiwa pasti akan mengincar wilayah yang mempunyai potensi agraria tinggi. Terlebih, jumlah penduduk dunia akan meningkat drastis, sedangkan jumlah lahan pertanian kian menyempit. “Kita harus segera memperkuat ketahanan pangan. Menurut dia, 20-an tahun yang akan datang sumber energi dunia akan habis dan populasi meningkat drastis,” ungkap dia.

Indonesia, termasuk Kalbar, memiliki potensi alam yang kuat dan berada di ekuator pasti akan diperebutkan. "Tahun 2043 jumlah penduduk semakin banyak, pangan menipis, energi habis. Semua negara ingin menguasai sumber daya alam Indonesia. Perang masa kini yang berlatar belakang energi akan bergeser jadi perang pangan, energi, dan perebutan wilayah ekuator. Indonesia,” pungkas dia.

Turut Bangun Kalbar
Gatot juga menerima Untan Royal Award 2016 dalam sidang senat universitas negeri tersebut. Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Dr Thamrin Usman DEA mengatakan, pemberian penghargaan tersebut sebagai wujud dari perhatian kepada tokoh yang dianggap ikut memajukan dan berjasa dalam pengembangan perguruan tinggi negeri terbesar di Kalbar itu. “Penghargaan ini diberikan atas prestasi yang diraih para penerima penghargaan baik di level regional maupun nasional,” jelasnya.

Pemberian penghargaan ini sudah menjadi agenda tetap di setiap Dies Natalis Untan. Pihak universitas memberikan penghargaan tinggi kepada putra putri terbaik bangsa baik alumni maupun bukan alumni Untan. “Tidak lupa saya juga mengajak kepada seluruh keluarga besar Civitas Akademika Untan, untuk bersama-sama dan bersatu padu membangun Untan menjadi institusi yang maju, unggul, luhur, inspiratif dan akuntabel,” katanya.

Gatot sendiri dinilai sebagai sosok yang kredibel untuk menerima penghargaan ini. Dia dianggap mampu membawa TNI semakin berkembang. Termasuk di Kalimantan Barat, dimana peran TNI dalam pertahanan dan pembangunan semakin nyata lewat program-program di lapangan. Salah satunya adalah peran dalam membantu masyarakat dalam ketahanan pangan. (ars)

Berita Terkait