Komandan Peduli, Interaksi dengan Prajurit

Komandan Peduli, Interaksi dengan Prajurit

  Selasa, 26 April 2016 09:32

Berita Terkait

Komandan di masing-masing jajaran harus peduli dengan bawahan disatuannya. Buka interaksi dengan prajurit dengan semangat pembinaan agar mudah mengidentifikasi masalah lalu mencarikan solusi, karena ke depan tantangan TNI sangat berat. Hari Kurniathama, Singkawang

PAGI, pukul 08.00 wib lapangan latihan tembak Rindam TPR XII di Singkawang tampak tak seperti biasanya. Disana sini berdiri tenda lengkap dengan kursi, meja terbuat dari besi hingga papan presentasi. Selang berapa lama, iring-iringan mobil berplat bintang khas TNI terparkir, ratusan komanda satuan sudah duduk dengan posisi siap ditribun yang membentuk pola setengah dilingkaran.

Begitulah sebagian suasana apel Komandan Satuan TNI AD tersebar Kodam XII/TPR tahun 2016. Ada 191 orang satuan komandan yang hadir mulai Dandim, Danki, dan satuan dibawahnya, mereka adalah para perwira. Berbagai isu strategis dipaparkan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Agung Risdhianto.

Pangdam menyampaikan pokok-pokok Kebijakan Panglima TNI, menyamakan pemahaman dan persepsi berbagai kebijakan pemimpin, meningkatkan soliditas dan silaturahim seluruh peserta apel Dansat, memahami kembali nilai-nilai jati diri TNI dihadapkan pada perubahan lingkungan saat ini.

Sedangkan sasarannya adalah terkumpulnya berbagai masukan dari satuan-satuan yang ada, selain itu juga disampaikan kendala yang dihadapi sekaligus mencari solusi pemecahan terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi serta meningkatkan soliditas dan terjalinnya silaturahim antara Satuan-Satuan di jajaran TNI.

Kegiatan yang berlangsung mulai 25 April hingga 27 April ini juga dalam kerangka menguji sejauhmana mental dan fisik unsur pimpinan dan dinamisasi satuan serta mengetahui kecenderung identifikasi kesiapan fisik anggota militer. Pangdam juga kegiatan ini juga menggali pemikiran unsur pimpinan dalam menghadapi masalah tugas tugas pokok.

“Kita ditutut banyak diskusi tanpa mengabaikan latihan fisik,” tegasnya.

Salah satu pokok pembahasan yang terkait pembinaan komandan satuan terhadap prajurit yang dipimpinnya. Komandan satuan harus membuka interaksi kepada prajurit. Caranya dengan melakukan komunikasi dengan bawahan. Komandan satuan jangan masa bodoh dengan rutinitas sehari-harinya. Dengan komunikasi yang intens maka komandan satuan akan mudah mengidentifikasi permasalahan prajurit yang dipimpinnya. “Jika masalah terindentifikasi maka baru cari solusi. Komandan satuan harus bisa merebut hati dan pikiran prajurit,” katanya.

Karena interaksi komandan dan prajurit berpengaruh besar terhadap satuan. Karena bagi mereka yang masuk prajurit meski sudah lulus psikologis belum tentu jaminan dapat mengatasi tekanan masalah yang ada. “Maka perlu pembinaan agar mencegah adanya desersi, kacau kalau sedikit masalah prajurit malah meninggal wilayah operasi,” katanya. Selain itu semakin berkurangnya prajurit maka kekuatan satuan akan berkurang, hal inilah yang tak diinginkan. Oleh sebab itulah, diharapkan apa yang menjadi kebijakan pokok pimpinan TNI perlu disosialisasikan ke prajurit. (*)

Berita Terkait